PUISI ANGKATAN KE 1 DAN 2

KELAS PUISI Master DEDI W (Kelas ke 1 dan 2)

 

 

[23:17, 25/6/2018] +62 819-3263-8479: Duduk di pantai

dekat bongkahan batu cadas

dibawah sinar matahari

dengan butiran pasir

dan rasa asin pada kulit

sambil tak lepas tersenyum

dia menyentuh topinya

Kemudian dia melangkah

dengan pikiran yang tenang

menatap ke depan sesekali memandangi awan

 

Rambutnya yang hitam terurai tidak teratur

dan masih basah

Ahh dia begitu cantik!

 

Nadiyah, 25 Juni 2018

[23:39, 25/6/2018] Fitria Linda: TITIPAN DOA

Oleh : Fitria Linda K

 

Serunai bakti pada Ilahi

Bertauhid pilar jiwa insani

Cipta karya sang penguasa semesta

Sebagai hamba perindu surga

 

Buih dosa terapung dan mengepung

Sejak lahir dari ibu kandung

Menguntai butiran jelaga hitam menjulang

Sesangguh kefakiran yang panjang

 

Malaikat tanpa sayap

Bermunajad kala senyap

Lentik jemari memainkan tasbih mihrab cinta

Mengusung ribuan bait doa

Saat dua pertiga setiap malam-malamnya

 

Malaikat tanpa sayap

Titah doanya mencengkram 7 lapis langit

Hikmah ujarnya berakhir legit

Bertarung dengan doa-doa para iblis semakin sengit

Doanya penolong di tengah lautan layaknya rakit

 

Titipan doa…

Lembut lembayung lantunmu mengeja

Derai tangismu menghujam jiwa

Ratapan tengadahmu hentikan masa

Hingga…

Sang pencipta kabulkan setiap doa

 

Titipan doa…

Terpaut saat aku dikandungnya

Gelayut doanya mampu menggetarkan dinding surga

Hingga…

Sang pemilik semesta tak mampu menolaknya

 

Titipan doa…

Darinya…

Untuk kita…

 

 

Blitar, 25-06-2018 #23:39

[00:05, 26/6/2018] +62 819-3263-8479: Poetry is the hidden beauty of the soul~ nadiyah

[07:48, 26/6/2018] Risna: Orang yang mencintaimu takkan pernah mengajakmu untuk melakukan dosa.

Orang yang mencintaimu takkan pernah mengotori tangannya padamu.

Orang yang mencintaimu takkan pernah meniti jalan yang salah bersamamu.

Orang yang mencintaimu takkan pernah menunjukan arah ke jurang nista.

Orang yang mencintaimu takkan mengahncurkan kemuliaanmu.

Orang yang mencintaimu takkan membuatmu menjadi murahan.

Orang yang mencintaimu takkan pernah membuat hatimu hancur.

Orang yang mencintaimu takkan membuat hidupmu berantakan.

Karena orang yang mencintaimu akan menjemput hatimu dengan cara sebagaimana cinta itu diciptakan.

 

#IMC RISNA

[10:27, 26/6/2018] Dedi Gdn: Terus saja menulis.

Salah atau benar soal belakang.Jangan peduli apapun dan siapapun.Tulisan kita disimpan dlm satu file biar nggak hilang.apa saja bisa jadi sumber inspirasi.

[11:29, 26/6/2018] Nik Bu: Tunggu aku di dermaga yang dulu

Janji yang pernah terucap

Terpatri di sanubari

Tak lekang oleh waktu

Tak hilang oleh badai

Hanya dikau Kanda yang dinanti 😃

[11:37, 26/6/2018] Bapaknya Ivan: Ini juga lagi ngumpulkan piring untuk nampung sebongkah puisi warna biru

[11:37, 26/6/2018] Dwi Farida: Warna ungu simbul keperkasaan

 

Warna unggu isyaratkan keteguhan cinta dan kesetiaan

 

Warna ungu melambangkan ketegasan

 

Warna ungu melukiskan bagaimana dirimu begitu mempesona

 

 

😍😍😍😍 mewakili seseorang

Mlg, 26 06 18

[11:39, 26/6/2018] Nik Bu: Senang sekali aku melihat semangat Pak Dedi

Patut dicontoh selalu memotivasi

Orangnya kreatif dan berbudi

Selalu berkarya menarik hati

Tidak pelit selalu berbagi

Sangat cocok untuk teman sejati

Syukur2 sampai di surga nanti

Diam2 aku jatuh hati

Yah sebatas bersahabat di grup ini

[11:50, 26/6/2018] Utami Siti S: Warna ikatan hati dan pikiranmu

Setiap orang bebas menyukai warna

Aku suka semua warna

Yang membuat hidup lebih berwarna

Seperti sekarang ini

Aku berada diantara kalian

Hidupku serasa berwarna warni

Ooh bahagianya😃

Semoga bisa bertahan

Sampai akhir hayatku

Terimakasih kawan mau menerima ku apa adanya

Yang tak memiliki rupa dan harta

Ku hanya bisa berdoa memohon kebaikan untuk semua yang ada di group ini

 

🌹😍😘😘

 

Utami Siti Sundari _Bandung,26618

[11:54, 26/6/2018] Harry Agus Y: Sudah bagus kok … pemikiran puisi tidak pernah sama antara satu orang dg orang lain. Terus menggores tinta pasti akan terlihat gaya berpuisi kita pada,akhir sebuah karya. Tidak usah ragu, tulis tulis dan tulis secara berulangkali, pasti akan ada bedanya antara satu puisi ibu  dg puisi ibu yg lainnya

[11:55, 26/6/2018] Dwi Farida: Warna BIRU

 

Warna biru kiasan dari cara berfikir bagai samudra luas

 

Warna biru mengandung pesan tentang pribadi tang tenang tapi menggemaskan

 

Warna biru adalah lambang kesejukan

 

Berbahagialah penyuka warna biru

Biru mempunyai makna akan pengharapan yang tiada batas sampai asa itu menjadi nyata

 

😍😍😍 buat yg suka warna biru

[12:00, 26/6/2018] Nik Bu: Oh ,,, Biru

 

By : Nik Sumarni

 

 

Biru cintaku

Biru pesonamu

Biru anganku

Seindah bayangmu

 

Laut biru membentang di cakrawala

Begitu juga rindu yang kutitipkan di sana

 

Langit biru menaungi asamu di jagad raya

Kepak sayapku menggapaimu berkendara awan dirgantara

 

Kutelusuri jejakmu, kapan bertemu

Di angkasa biru

Di awan biru

Di langit biru

Di Laut biru

Di matamu yang biru

Di senyummu yang biru

 

Atau di mimpimu yang biru

[12:17, 26/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Ayunda cerminan ratu

Syair kubaca tersentuh hatiku

Kelana menanti di dermaga dulu

Berharap cemas mengharu biru

Membekas kuat rona wajahmu

Menanti pelangi syair syairmu

[12:21, 26/6/2018] Rubaidarose: Tuan Biru

Oleh Rubaida Rose

 

 

Sebab *Biru*

Hadirmu ku tunggu

Kuasa itu

Menawan

Hati

Aku dan kamu

 

 

Sebab Biru

Membinar asa rindu

Rekahan mu

Menawanku

Gelap malam

Membias sepi ku

 

 

Sebab Biru

Merangkai kisah ku

Kamu dan aku

Terjatuh di satu qalbu

Merayu

 

Sebab Biru

Sebongkah rindu

Gontai menyerah

Hanya satu

Sapa mesrah

Diranum bulatan

Lesungmu

 

 

Sebab biru

Aku hadir

Meramu pilu

Di taman cintaku

Kupukupu

Menarinari mengitari

Hari dan hari

 

 

Sebab biru

Di warna cintamu

Menyerupa alam

Penuh kecerian

Bergayut

Aku dan kamu

Didahan

Pohon cinta kita

 

Biru biru

Dekaplah aku dan dia

Satu disanubari biru

 

 

Kuansing.26062018

[12:26, 26/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Ada apa dengan biru

Penuh pesona membikin rindu

Senyumannya mekar selalu

Sinar matanya membekas rindu

Langkah kakinya tiada ragu

Menjemput asa pemberi ilmu

 

#menunggu saat tanam padi

[14:42, 26/6/2018] Bu Samaah: Indah

 

Hari ini biru

Membuat aku rindu

hujan turun tak menganggu lamunanku

Melayang diawan

Menetes bersama daun

Bening bilur-bilur kenangan

Indah bersama angan

Yang terukir indah

Dalam hati penuh berkah

Ku baca  kembali

Indah

Senyum sumringah

Sendiri

Saamah, 260618

[15:15, 26/6/2018] Dedi Gdn: Biru mengharu biru

Ketika ku sebut namamu

Jauh diujung nusa beribu-ribu batu

Kapankah kita bisa bertemu

Ku tanya pada jam dinding di kamarku

Ia diam membisu

Ku tanya pada dinding yg biru

Ia juga tak tahu

Pada siapa aku mengadu

[10:06, 21/6/2018] samanibadar123: Membuka hari dengan silaunya mentari.

Aah.. panas sekali pagi ini!

Duh, sudah jam 9!

Masih pagi sepertinya,

ku minta waktu pada diri untuk bersabar satu jam lagi.

Sekilas aku melirik jam bertanggal di samping tempat tidurku, dan langsung terlonjak kaget.

Ya ampun! 21 Juni!

Telaaatt…

Terlambatt..

Hari pertama kerjaku yang buruk!

 

Maafkan🙏

[10:06, 21/6/2018] samanibadar123: “KEANGKUHAN”

 

Megah tampak istanamu

Berdiri tegak bertiang kuat

Berlantai kaca dan porselin

Berpagar tinggi sekuat besi

 

Di sana berjajar kendaraan

Di dalam isi garasi….

Dengan nuansa warna

Merk dari berbagai negara

Siap mengantar tuan bepergian

 

Di sakumu tersimpan buku catatan

Catatan rekening tak terbilang

Hingga ke mana harus dihabiskan

Setiap malam keluyuran

Mencari hiburan

Karena hidup tak punya aturan

Tak ada sandaran

Tak ada tujuan

Walau harta bergelimpangan…

 

Tapi….

Nampak di sebelahmu

Bangunan reot dan usang

Tak kau lirik tak kau lihat

Entah makan atau tidak

berkumpul seanak pinak

Kesombongan telah melupakan asalmu

Keangkuhan tlah menjerumuskanmu

Hingga lupa arti kehidupan

Yang diingat hanya kemewahan

Tak berfikir kepulangan

Ke mana akan kau bawa hartamu

Hingga tak pandang ke depan belakang

Sampai ajal menjemput

Maut menanti…

Tak ada bekal pulang

Tak ada amal dibawa

Karena hanya harta yang kau fikirkan….

 

HjNenengHendrayati

SMI, 21-06-18

[10:06, 21/6/2018] samanibadar123: Kakek Pengikat Mata Rantai

 

 

Saat mata ini mengintai dunia

Ada sosok tegas penuh kasih

Tangannya merengkuhku dengan penuh iba

Menimangku sembari bersenandung lirih

 

Kakek, begitu aku mengejanya dengan terbata

Kata sulit yang sering kuucapkan

Namun melekat erat dalam semua pinta

Menjadi saksi seorang kesayangan

 

Kakek … mungkin sekarang kita berbeda alam

Berada di dua pusaran dalam diam

Merenda masa yang menjadi suratan

Merajut semua kisah dalam perbedaan

 

Hanya untaian doa yang sanggup mengikat jalinan

Menerobos ke dalam qodho dan qodar Sang Rahman

Mendamaikan kehidupan aku pun beliau

Menyemai rindu kelak di surga bersama beliau

 

Semoga Allah menerima semua amal ibadah beliau

Mengampuni semua dosa beliau

Memberikan tempat terindah di sisi-Nya untuk beliau

Dan menjadikan surga sebagai muara terakhir beliau

 

Aamiin Yaa Rabb…

 

By. Ely Rose

Waru, 21 Juni 2018

07.54 WIB

[10:06, 21/6/2018] samanibadar123: Sahabat,

Tidak semua puisi dikomentari

Berbeda dengan syair latihan diksi

Puisi bagaikan masakan yang siap dikonsumsi

Sedangkan syair baru sebuah resep inspirasi

Semakin kemari karya semakin mempesona

Sebagai bukti adanya materi dari Mr Dedi sangat berguna

Sahabat marilah berkarya

[10:06, 21/6/2018] samanibadar123: Pagi ini indah

Mentari tersenyum menerobos dedaunan

Jingga

Menghangatkan hati

Kususuri jalanan

Bersama kekasih tersayang

Diatas roda dua yang mulai renta

 

Pagi ini indah

Isi hari pergi k sekolah

Setumpuk kertas menunggu

Untuk kujamah

Bersenda gurau bersama tinta hitam

Pagi ini indah

Harus banyak bebenah

Menanti warga sekolah

Berkaki kecil siap melangkah

Ramaikan khasanah

Berlari, melompat main Sondlah

Mengenal budaya khasanah

 

Pagi ini indah

Karunia illahi yang harus senantiasa kusyukuri

 

Saamah

[10:06, 21/6/2018] samanibadar123: Jikalau syair laksana masakan

Maka kan ku gubah setiap waktu

Kunikmati indah tampilannya

Kupahami nikmat manfaatnya.

[10:06, 21/6/2018] samanibadar123: Indah dirasa

 

Pagi ini indah

Mentari tersenyum menerobos dedaunan

Jingga

Menghangatkan hati

Kususuri jalanan

Bersama kekasih tersayang

Diatas roda dua yang mulai renta

 

Pagi ini indah

Isi hari pergi k sekolah

Setumpuk kertas menunggu

Untuk kujamah

Bersenda gurau bersama tinta hitam

Pagi ini indah

Harus banyak bebenah

Menanti warga sekolah

Berkaki kecil siap melangkah

Ramaikan suasana

Berlari, melompat main Sondlah

Mengenal budaya khasanah

 

Pagi ini indah

Karunia illahi yang harus senantiasa kusyukuri

 

Saamah

Cimahi, 21 Juni 18

 

 

Terimakasih P Pujo

[10:06, 21/6/2018] samanibadar123: Pagi yg indah

Bertemu dengan sahabat semua

Yg selalu hadir dalam untaian kata

Kata yg dirajut laksana mutiara

Selamat pagi sahabat semua

Semoga senantiasa bhgia

Dimanapun berada

Walau tak pernah jumpa

Tpi serasa saudara

Yg selalu hadir dalam dunia maya

[10:06, 21/6/2018] samanibadar123: Dunia Maya

 

Ceritamu terdengar indah

Dalam lembaran kertas

Penuh warna

Barisan aksara berbaris

Tertata bagai kalung ibu

Bertahtakan mutiara

Ingin rasanya kau lantunkan puisi penuh makna

Kan kunikmati

Dengan hati penuh rasa

Disini

Didunia Maya

Tak kudengar

Indahnya rasa yang bersuara

Kapankah kita dapat bersua

Tuk dengarkan syair-syair

Dalam Nada syahdu

Yang membelenggu tuk syukuri indahnya karuniaMu

Dalam coretan para pujangga yang indah dirasa

 

Saamah

Cimahi, 2 Juni 18

[10:06, 21/6/2018] samanibadar123: Sahabat penaku B Ani yang ceria

Aku hanya  mencoba

Torehkan pena mengikuti suara

Barlah waktu yg mengajarkan kita

Bersama bimbingan master Dedy sang pujangga

P Pujo yang kian berkelana meninggalkan kita-kita yang terpana

[10:06, 21/6/2018] samanibadar123: Betul sahabatku

Disini kita bersatu

Dengan niat mengharap sesuatu

Mendapat bimbingan juga ilmu

Agar hidup ini makin bermutu

Belajar terus tanpa ragu

Tepiskan malas juga malu

[10:06, 21/6/2018] samanibadar123: Kado

Untuk bunda tami

 

Bunda..

Aku tahu lembut hatimu

Tulus kasihmu

Dapat aku rasakan

Walau jauh di mata

 

Bunda..

Walau belum pernah jumpa

Hati kita sudah berpaut oleh ikatan pena

 

Bunda..

Trimakasih tak terhingga

Terimalah sayang dan hormat

Dari ananda.

 

😘😘😘😘 with love and pray..

[10:06, 21/6/2018] samanibadar123: Emak belum pulang

 

Sore menggelantung mengikuti malam

Kutunggu bersama adik tersayang

Menanti emak yang belum pulang

 

Kududuk menatap

Disudut teras tanah yang keras

Adikku tertidur pulas

Dalam perut kosong yang memelas

Kuusap

Air mata

Jatuh

Dalam kasih sayang

Adikku

Dalam perut kosongnya

Kulihat napas

Berselimut pilu

Emak

Hari semakin petang

Kenapa kau belum pulang

Adakah sesuatu kau bawa pulang

Tuk adikku tersayang

Yang menangis diujung petang

Menantimu

Mengais rejeki

Banting tulang

Menopang kehidupan yang terus menggelandang

Dalam penantian

Kapankah sang bapak kan pulang

Membawa harapan

 

Saamah

Cimahi, 21 Juni 18

(Mengenang masa kecil yg sunyi)

[10:06, 21/6/2018] samanibadar123: 😭

Sungguh Bundamu menangis terharu

Mendapat kado spesial darimu

@Dwi Farida

 

Kukenali dirimu satu persatu

Kukenali tingkah lakumu

Dirimu penuh warna, engkaulah permata hatiku

 

Sudah kuanggap seperti anakku

Tak kubedakan antara satu dengan yang lain

 

Ku slalu berdoa

Semoga kau hidup mulia😇

 

Utami Siti Sundari_Bandung,21618

[10:06, 21/6/2018] samanibadar123: Simbokku..               Elusan jemarimu dengan lembut menari nari diatas kepalaku dengan sejuta kata kata petuah petitih kau selipkan diantara ribuan dongeng penghantar tidurku. Dengan harapan anakmu jadi anak yg solehah harapan kebanggan keluarga. Seperti tokoh yg ada dalam dongeng         Malam semakin larut membawaku terlena dalam dekapan kasih sayang tulus dari simbok tercinta. Sesekali kau tepuk nyamuk yg menggigitku..         Simbok aku kangen.. Dengan semua ini. Ingin kuulang lagi dengan dongeng masa kecilku  kradenan Etty. P 210618

[10:06, 21/6/2018] samanibadar123: Musim kehidupan

 

Oleh Endang Puspitasari

 

Aku punya hidup yang tak sekedar dua musim..

 

Tertatih, berjalan dan berlari adalah awal musim pertamaku.

Gagal, berhasil, jatuh, bangun lagi adalah semangat ku.

Sorak sorai, genit nakal manja adalah romansa musim pertamaku.

 

Penuh peluh keringat orang tua membimbingku belajar.

 

Hingga tibalah aku memasuki musim kedua.

Musim yang amat sangaaaaaat panjang!

Musim aku menjadi ibu!

 

Pedih peluh keringat tak cukup.

Sepat mata, lapar perut tak jua sanggup mempercepat akhir musim ini.

 

Musim ibu

Pasti didamba dan dinanti.

Tapi tak semua mulus menjalani.

Kering suara berteriak meminta waktu berjalan cepat.

Tak sabar lihat buah hati bergegas besar.

Abaikan waktu yang tak kembali pulang.

 

Hingga musim ketiga pun datang.

Musim dimana buah hati pergi berlari.

Tak pulang bila tak dicari.

Tak renang bila dipeluk hati yang menua.

Sang buah hati beranjak menjauh.

Menuai hasil didikan musim ibu.

Sang ibu tertunduk sepi. Hening sunyi dalam hijau tak bertepi.

Sejuk memang.

tapi nelangsa jiwa.

 

Wahaiiii… Sang Berpunya Musim!

Izinkan aku kembali menikmati rusuhnya musim ibu.

Takkan kuulangi keluh kusut ku.

Kan kujalani hari dengan semangat cintaku.

 

Tapiii.. mungkinkah itu?

Waktu tak pernah mundur sedetik pun!

Dan disini,

Aku, si ibu tua, merajut sepi yang hijau bestari.

 

Lubuklinggau

21 April 2018

10:02

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Hari nan Fitri

 

Kemilau Jingga menghias langit sore tadi

Semburat warnanya senantiasa meneduhkan hati

Aroma kemenangan terasa begitu kuat sekali

Bagaikan kudapan siap santap untuk dinikmati

Alangkah gembira riang hatiku kini

Mendapatkan Ramadhan terakhir menuju hari nan Fitri

 

Walau tak rela melepaskannya

Bulan penuh keberkahan bagi kita semua

Bulan suci hadiah Yang Maha Esa

Bulan penuh ampunan atas semua dosa

Bulan spesial setahun sekali adanya

Akankah bisa kutemui lagi dirinya ?

Penuh asa menggapaimu kembali segenap jiwa

Semua sudah suratan takdir aku ikhlas menjalaninya

 

Ketika malam berganti terdengar kumandang-kumandang penggetar Sukma

Gemuruh gema takbir membahana memenuhi alam semesta

Gegap gempita sorak sorai seantero jagad raya

Menyeruak meluluh lantakkan nafsu angkara insan  manusia

Kebesaran-kebesaran Sang Khaliq tersirat dalam genggaman kekuasaanNya

 

Hari nan Fitri begitu dinanti

Bagai metamorfosa kupu-kupu terakhir kali

Lepas dari kepompong siap menikmati nektar bunga di pagi hari

Wajah elok rupawan penuh dengan warna-warni

Tertunduk pasrah pada Illahi

Merindukan ampunan dari Rabbul Izzati

Menyambut  dengan sukacita berseri seri

 

Hari nan Fitri

Kembali menjadi makhluk yang lebih baik lagi

Menumbuhkan iman penguat taqwa dalam diri

Do’a jadi tambatan jiwa raga ini

 

***Taqobbalallahu Minna wa Minkum

Barakallahu fikum

Buat keluarga q di SGI kelas Puisi***

 

( Terimakasih Mr Pujo🙏🙏🙏)

 

Si Comel Cantiiiik

Yogyakarta, 14 Juni 2018

Salam cantiiiik dari si Comel Cantiiiik 😍😍😍

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Selendang emas tenunan bali,

Elok dipakai sambil menari,

Pantun dikirim pengganti diri ,

Sebagai tanda silaturrahmi.

 

Tari guci rentak melayu ,

Rentak langkah hitung delapan,

Bulan Syawal di ambang pintu,

Khilaf dan salah mohon dimaafkan

 

SELAMAT IDUL FITRI 1439 H

TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM

BARAKALLAH FIIKUM.

 

yudie dan keluarga

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Assalamu’alaikum.wr.wb,

 

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1439 H

Taqobalallohu minna wa minkum, Taqobalallohu Yaa Kariim. Semoga kita meraih rahmat, ampunan dan kemenangan di bulan penuh berkah ini. Aamiin…aamiin.

Mohon maaf lahir dan batin.🙏😊

 

Wassalamu’alaikum.wr.wb,

Rita Nurunnisa & Keluarga

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Jalan2 ke pasar raya

Hendak membeli ikan patin

Kini sudah tiba hari raya

Mohon maaf lahir dan batin

 

Selamat hari raya Idul Fitri1439 H

(Dedi Wahyudi sekeluarga)

[09:39, 21/6/2018] Sam As: KETUPAT DARI IBU

 

 

Gema ramadhan bergemuruh malam ini

Beriring menyambut asma Ilahi

Berbesit dayaku untuk yang kucintai

 

Bulan ini kulewati penuh arti

Memanjakanku dalam masakan serupa surgawi

 

Subhanallah…

Ibu menggulainya dengah susah

Namun senyum digurat keriputnya tak nampak payah

Untuk seikat cintanya ibu menahan lelah

 

Subhanallah…

Masih kudengar itu

Riuh penggorengan yang bertalu

Serupa genderang sungguh merdu

Maha karya ibu semanis madu

Membuaiku dan mencium kalbu

 

Ketupat rindu…

Kusambut sentuhan dilidahku

Terlukis rona bahagia dirimu

Hanya dirimu yang kuatkan seluruh nadi bersyahdu

Memainkan dawai bakti sebagai darmaku

 

Ketupat rindu…

Anyaman kuat seperti waktu itu

Diri ini terbawa sembilan bulan dalam kandungmu

Isinya putih seputih hatimu

Nikmat senikmat cintamu

 

Ketupat dari ibu…

Mengurai kisah beberapa tahun lalu

Menggendongku dan menimangku

Tubuh mungilku selalu kau pangku

Erat…

Hangat…

Sedalam ibu memelukku

Hanya aku

Dalam dahaga rindu

 

Ketupat dari ibu…

Gurat anyam serupa keriputmu

Masa usia tuamu merayu

Terpa sang bayu membuat matamu sayu

 

Ibu…

Gelayut memanjakan seluruh doa untukmu

Namun doamu mampu tembus langit ke tujuh

Sudut tahajudmu selalu ada setiap malammu

Zikirmu tiada putus tiap waktu

 

Ibu…

Ketupat darimu

Kukenang selalu

Untuk sekarang, besok, nanti, sampai mati

 

 

 

Fitria Linda_@16-06-2018@

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Do’a Dari Pena

nasrolnasrullah

 

Pena berbisik do’a-do’anya di telinga ku

Dan ia berkata kenapa ku di jadi kan tempat pelapiasan keresahan hati

Pena pun memiliki hati yang mulia

Do’a yang selalu di bisikan oleh pena adalah do’a terbaik

 

Dia berbisik do’anya di atas kertas putih yang suci

Seperti anak kecil yang baru lahir dari ibunya

Do’a yang di panjatkan selalu tertulis di atas kertas tidak pernah akan hilang walaupun dia sampai usang

Tersimpan rapi di dalam setiap baris di atas kertas yang tertulis

Goresan pena berbisik dengan do’a

 

Sigli,16 Juni 2018

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Saatnya tiba kembali

Seuntai bait padat berisi

Sapa sahabat di kelas SGI

Segera kau bagi syair puisi

Sebagai obat penghibur diri

Sembari berlatih cipta kreasi

Seperti permintaan Mr Dedi

Sosok pujangga masa kini

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Selamat pagi Nini

Seakan dunia makin berseri

Sambut sahabat di kelas ini

Senyuman indah ikut menemani

Sambil menunggu karya puisi

Selalu kita jaga silahturahmi

Sahabat mari kita berbagi

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Sosok pujangga masa kini

Gelar baru yang diberi

Oleh pak pujo jenggot dari ranah jawi

Pagi ini ku buka telepon genggam milik sendiri

Rasanya diriku melayang di awan yg tinggi

Terlalu tinggi memuji

Takut cepat puas diri

Lalu menyombongkan akan hebatnya potensi diri

Ilmu yang ada di dalam diri

Tak lebih dari seujung kuku ini

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Siapa

 

Siapa sih aku

Siapa sih anda

Siapa sih dia

Siapa sih kalian

Siapa sih mereka

 

Ya siapa sih kita ini

 

Saya, anda, dia, kalian, mereka

Adalah hamba Allah

Yang ada di sini

Di dunia ini karena kemurahan Allah

Karena ke Rahmanan ke Rahiman Nya

 

Jogjakarta, 170618, 08.45

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Selamat pagi hari

Cerah nian wajah berseri

Indah dipandang cerah mentari

Kian bersinar diterpa matahari

 

Senyum merekah elok terpatri

Dalam hati nan merajai

Aroma bunga harum mewangi….

 

Andai…..

Tangan bisa menggapai

Ingin kujabat walau dalam hati

 

Andai…

Rupa dapat bersua di sini

Ingin kulihat walau hanya di hati…

 

Andai….

Semua bukan hanya mimpi

Walau khayal hadirlah di sisi….

 

Selamat silaturahmi semangat idul fitri

Raih jati diri

Di hari nan berseri..

 

Apa kabar Pak Pujo…semoga sehat selalu …..

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Aamiin

Wahai para penulis puisi penuh makna

Doaku bersamamu semangatmu berkobar dalam jiwa

Memberi aura pad kami sang pembelajar

Walau pena tak bisa mengejar

Larimu melesat bersama angan  Dalam beribu lembar kertas puisi penuh isi

Dalam berjuta kata penuh makna

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Sungguh hebat engkau Mr.dedi

Pemberi semangat

Untuk kami tetap berkarya

Goreskan kata yang sarat makna

Menggapai mimpi melalui pena

 

Sungguh engkau akan berjaya

Demikian juga kami semua

Yang rindu belajar bersama

Mengisi hidup penuh cinta

Untuk Indonesia tercinta

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Aku dan dirimu juga dirinya

Bertemu di dunia maya

Saling menyapa dalam mimipi yang sama

Aku dirimu dan dirinya

Seiya sekata

Saling mengisi dan sejiwa

Tebarkan semua kata

Untuk membangun dunia

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Senja hadir kembali

Seulas senyum mekar kembali

Sejenak aku terbuai kembali

Semasa bersama rekreasi ke Bali

Setangkai mawar indah berseri

Semerbak harum mewangi

Senantiasa tetap menghiasi ruang hati

Semoga abadi

[09:39, 21/6/2018] Sam As: FITRI

 

Harry Agus Yasrianto

 

Mengurai satu kata terbesit

Bukan hanya sekedar

Menyatukan kalimat kalimat indah

Menitilah pada irisan irisan makna terdalamnya

 

Pasir pasir yang sulit berbisik

Ke mana saja angin mengiringi

Ke arah kiblat

Duduk diantara doa doa sederhana

Coba memahami

Sesuatu tersembunyi

 

Hijrah

Bersama kesucian

Mungkin lebih bernilai

Pada segala kesempurnaan jiwa

 

Berau, 17juni2018

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Semilir angin dingin menyapa tubuh renta ini

Senyapnya malam ini terasa menyiksa diri

Sepi menanti hadirnya sebuah janji

Sepanjang waktu napas tersengal-sengal tiada henti

Separuh usia berlalu menjadi bukti

Saksi perjalanan hidup ku kini

Sisa waktu ku masih menjadi misteri

Seraut wajah ayu mengusik hati

Serangkaian kisah bersama turut menyertai

Sepasang hati terbingkai memori

Satu kata satu janji

Setia sampai mati

Semoga abadi

Sunyi

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Kicau burung di pagi ini

Kedengarannya merdu sekali

Keren bernada simponi

Keberkahan dari Sang Illahi

Kedamaian yang patut kita syukuri

Kini kemarin dan esok yg menjadi misteri

Kawan aku merasa senang sekali

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Lumuran luka dan perih sayatan kalimat..

Basah jiwa dengan darah mendidih..

Goresan tamparan merah di pipi dan di qalbu..

Di sengaja walau tanpa kuasa…

Susunan jari sepuluh dan sebelas dengan tundukan kepala..maaf dipinta kepada semua…

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Kubaca berita di pagi ini

Kisah sahabat penuh inspirasi

Kemuliaan sosok sosok insani

Kata terangkai penuh motivasi

Kalimat tersusun sedemikian rapi

Kado indah dari profil diri

Kesahajaan sahabat patut diteladani

Keluasan ilmunya layak dibagi

Kembali aku doakan lagi

Kehangatan mentari turut menjadi saksi

Keberhasilan sahabat mengukir prestasi

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Kutelusuri hamparan pohon-pohon perdu

Hijau terhampar di kaki bukit

Sejauh mata memandang

Terpampang keindahan

Hijau,sejuk,lepas mata memandang

Tak perlu jauh ke sana

Cukup di sini saja

Di ranah kita

Hamparan kebun teh

Terpampang elok dipandang

Sejuk udaranya

Semilir angin menyentuh sukma

Menenangkan lara di kalbu

Semburat cahaya putih

Membuat nikmatnya memandang alam

 

#menikmati kebun teh di Alahan Panjang

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Sri Haryani Puji Astuti

 

Harry Agus Yasrianto

 

Aku di sini Yan

Di atas pusaramu

Menaburi sisa bunga terakhir di tanganku

Mengurai sisa cerita kita

Menguras siraman air mataku

Tepat di hamparan tanah basahmu

 

Aku masih di sini Yan

Melucuti ketakutanku

Mengggemakan doa tulusku

Untukmu

Tak engkau dengarkah tangisku

Begitu menyayat hati manusia di sekelilingku

 

Seribu hari tanpamu

Kesenyapan begitu nyata

Begitu juga hariku

Tergantikan sunyi

 

Maafkan aku yang lalai mengingatmu

Melenakanmu

Sendiri

Diantara suara jangkrik

Diantara gesekan daun bambu

Diantara sisa daun kering

Terhempas jauh melebihi kemampuan arah angin

 

Aku di sini Yan

Menikmati detik detik kita

Bercengkrama

Menemanimu di luang waktuku

Menggores kanvas milik kita

 

Berau 18juni2018

[09:39, 21/6/2018] Sam As: Ku larut dalam kesunyian mu

Turut berduka

Atas kepergiannya

Insyaallah ia

Tidur panjang

DiharibaanNya

Yang penuh kasih dan sayang

🙏🏻🙏🏻🙏🏻

[09:40, 21/6/2018] Sam As: MALAM

Gelap tiada berbintang

Ku tatap langitku

Ku lihat bumiku

Sunyi dan sepi

Hanya bunyi desir angin

Meniup dedaunan

Membisikan sebuah pesan

Yang tak aku mengerti

Jiwaku hampa

Seribu tanya

Tiada jawaban

[09:40, 21/6/2018] Sam As: PENAT RASA

 

 

Menjalar lesu jiwa raga

Menyusuri jeruji besi dunia

Penuh kemunafikan bagai secawan raksa

Menikam di balik jubah hitam senyum maya

 

Ingkar…

Rimbun layaknya belukar

Yang tumbuh subur secara liar

Membusung dada mulut manis berkoar

Seakan berwajah naif namun berhati sangar

 

Siapa…

Yang mampu menjinjing kejujuran jiwa

Dari sempitnya kebenaran dunia mayapada

 

Siapa…

Yang kokoh menyangga dengan bangga nilai keadilan dunia fana

Saat si miskin menjerit kelaparan dan putus asa

 

Siapa…

Dengan mata terbelalak namun tuna netra

Saat melihat teriak ketakutan melanda

 

Dengar…

Sang bayu telah berbisik membawa pesan dari langit

Bahwa kita melihat dan mendengar peperangan sengit

Namun hati ini sungguh sempit

Karena mencicip racun dunia yang semakin legit

Hingga lupa diantara kita menelan penderitaan pahit

 

Lihat…

Butakah netra kita

Saat selongsong peluru bertebaran serupa panen raya

Tangis dan jerit mereka bukan cuma legenda

Atau cerita dongeng semata

 

Penat rasa…

Mengaum dalam raga

Mencengram dan mencakar jantung jiwa

Netra ini tetap mengais berita

Saudara-saudara kita

Terbelenggu kenistaan para penguasa

Merampas hak-hak kehidupan dari Ilah-nya

 

Penat rasa…

Menjambuk tubuh dengan rotan tak kuasa

Rungu ini masih mencerca bait-bait pahit di sana

Saudara kita masih dahaga

Kedamaian serta kesejahteraan nyata

 

 

Fitria Linda_#18-06-2018#

[09:40, 21/6/2018] Sam As: GELAYUT RINDU

 

 

Gurindam asmara mesra menjamu

Manis bagai secawan madu

Punai merajut sarang rindu

Hingga sesak asaku menampung cinta syahdu

 

Pujangga itu…

Elok merayu perawan ayu

Yang berbinar mata nan sayu

Bersemilir berhembus sang bayu

Memainkan dawai irama lagu

Memboyong bunga setaman untuk sang perindu

 

Duh bekatik rasa…

Pegang erat pedati asa

Agar jiwa ini tak hilang arah dan jiwa

Saat diri jatuh dalam belaian surga

 

Duh pelantun jiwa…

Redam gaung hingga hampa

Hanya…

Terdengar sayup kidung seroja

Berhias tata mahkota raja

 

Biarkan terapung di atas samudera cinta

Dan membentangkan layar perahu asmara

Hingga berlabuh di pulau asa

 

Gelayut rindu…

Melantun ijab janji tanpa palsu

Hasil pinangan sang wulan merindu

Berharap kasih tanpa gurat pilu

 

Gelayut rindu…

Sajak ini begitu menggebu

Ingin mempercepat waktu

Memadu kasih dengan sang prabu

 

 

Fitria Linda_^18-06-2018*

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Rindu se rindu rindunya

Selalu dan selalu datang

Sekarang hanya bisa menatap photomu

Ingat selalu akan petuahmu

 

Ooh Tuhan hanya do.a dan do,a  yang bisa kupanjatkan untuknya

Sosok ayah yg selalu kurindu petuahnya

Ampunilah dosanya dan tempatkan di syurga Mu ya Allah..

 

Saat bahagia sèperti ini

Serasa tiada berarti

Ingin rasanya bahagia ini berbagi

Tapi dirimu tiada lagi

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Rinduku dan rindumu bertemu

Dalam satu perahu

Mengayuh samudra kelaut biru

Mengarungi angan

Bersama ikan-ikan

Penuh keceriaan

Berbalut peluh berselimut harapan

Tuk sampai ketepian

Menggapai harapan

Bersama penuh kesyukuran

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Pagi pesona membuka mata.

Gaung mesra terurai lewat angkasa.

Menggetarkan relung dibilik sana.

Untaian kata terajut menyapa.

Hingga kuterpana mati seketika.

Terjerat sapa penuh makna,

Hingga ku tak bisa berkata apa apa…..

 

🤭🤭🤭🤭🤭 Tutup mulut takut salah kata.

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Memberanikan Diri

Goreskan pena

Walau sadar diri

Tak mampu menuai kata

Biarlah para pujangga

Membaca kata

Yang salah mohon koreksinya

😚😚😚😚 Malu ah pada pinter

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Walau diam adalah emas

Namun ujarmu adalah nada selaras

Jangan malu melantun syair rindu

Walau menyapa tanpa jabat tanganmu

 

Selamat pagi menyambut siang Bunda… 🙏🏻🙏🏻🙏🏻☺☺☺

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Jangan malu bergurindam aksara

Karena kita adalah pujangga maya

Berjinjit menyeru elok seroja

Sesembahan untuk grup SGI puisi bersama

 

Assalamuallaikum Bunda… 🙏🏻🙏🏻🙏🏻☺☺☺

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Rindu ini begitu menyiksa

Segala nikmat dan keindahan hidup tak dapat menghapus rindu yang bergelora di dada

 

Ayah..

Cintamu kasihmu tak lekang di makan waktu

Seandainya dapat ku putar kembali

Khan ku berikan limpahan kasih sayang

Ku sadar diri semua tak bisa terulang

Yang ku tahu kini

Engkau sudah tenang

Bahagia..

Bersama Bapa di surga

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Merindukan dirimu bukan kesalahan

Mengharapkan perhatianmu bukan tanpa alasan

Menantikan kabar darimu membutuhkan kesabaran

Membayangkan saat bersamamu sungguh menyenangkan

Mendengarkan prestasimu betapa menakjubkan

Menyapa dirimu bagaikan kewajiban

Menjaga amanahmu penuh kesadaran

Menerima apa adanya dirimu tanpa penyesalan

Menjauh darimu teramat sangat menyakitkan

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Rindu, Hujan dan Aku

 

By Endang Puspitasari

 

 

Rindu itu hujan.

 

Dia datang tak selalu mengikuti mendung.

 

Rindu itu hujan.

 

Bisa gerimis pun lebat tak terkira.

 

Bila kau sepakat, rindu itu hujan, tentu telah kau siapkan pelindung hatimu.

 

Dan pelindung itu adalah

Aku.

 

Kukira aku dan kamu merindu

 

 

 

 

☺😅😋

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Disini

Hujan lama tak datang

Kutunggu dalam kemarau yang gersang

Bersama dinginnya malam bersama kau seorang

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Masihkah ada setitik harapan bagiku

Mungkinkah tak pantas aku bagimu

Membekas erat jejak bayangmu

Mengukir sejarah dalam kehidupanku

Membuka tabir perjalananku

Mengubah haluan garis hidupku

Menyelamatkan jalur nasibku

Meretas dosa dari perbuatanku

Maafkan akal duhai batinku

Menyesal akal tiada menghiraukanmu

 

Kecamuk akal dan batin

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Rindumu dan rinduku tak jua menyatu

Kau berkelana lewat aksara

Yang tertuang indah dalam lembaran syahdu

Sementara aku disini

Setapak demi setapak

Ku ikuti jejak mu

Tak terlihat

Hingga senyap

Bayangmu lenyap

Melesat

Tinggalkan ku

Dalam coretan

Yang masih beku

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Rindu tak terbatas

Rindu tak terbalas

Rindu tiada jelas

Rindu tiada berbekas

 

Rindu yang terlarang

Rindu yang hilang

Rindu pada bayang

Rindu pada tersayang

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Merangkai kata di awal senja

Menaburkan beragam makna

Membariskan beberapa darinya

Menguntai ekspresi jiwa

Mengobati duka dan lara

Mengusir sepi kala nestapa

Merindukan hari bahagia

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Assalamualaikum wr wb

Terimakasih sdh boleh bergabung di grup ini

Ingin belajar bisa membuat puisi sehebat puisi teman ”

Mohon bimbingan, bantuan dan arahannya

Semangat ✊

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Salam hangat dari kami semua

Ada pak pujo jenggot pujangga cinta

Ada adik comel pembawa ceria

Ada pak dedi sang master kira

Ada bunda cuho

Yang baik hatinya

Ada kak rose yang penuh wibawa

Ada bunda fitri sang pujinggi kita🤭😊😊

Tidaklah menyesal datang di rumah ini

Rumah yang nyaman saling berbagi cerita

Lewat alunan puisi

Selalu memberi sukacita

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Ada kak rose💝

 

Terenyuh saat pemilik alam menyergap

Gemerincing kaki mungil

Menerbangkan puing terbuang

Andai saja aku mampu

Menumpahkan kebisuan hati itu

Nirwana penuh rona datang

Melempar kehangatan dalam  isyarat maya pemilik hati meronta

Menyerah tanpa deretan kata”

 

 

Selamat malam kak ida💝

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Sahabat semuanya tentu sudah hebat

Sahabat tak disebut bukan berarti warga biasa

Sahabat semuanya masing” punya keunikan

Sahabat jangan merasa minder apalagi kecil hati

Sahabat mari kita saling berbagi

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Menyeruput secangkir kopi pekat.

Menunggu dentang bel jam usang sembilan kali.

Teng..teng..teng..teng..teng..teng..teng..teng..

Dan,

Gooool..!!

 

Seketika mata segar terbuka,

Kuhitung dentang bel usang itu,

Kutanya siapa pencetak gol kali ini,

Ternyata tak ada yang tau.

Apakah kau tau kawan?

 

Ku tunggu jawabanmu esok hari.

🤪☺😁😉

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Piala dunia ohhh piala dunia

Semua jadi lupa

Tua muda pria wanita

banyak yg suka

Kopi tlah dingin di meja

Tak jua diminum nya

Mati lampu pun masih usaha

Download di hp ya

[09:40, 21/6/2018] Sam As: SECANGKIR KOPI

Abdul Basith Bahur

 

Secangkir kopi tanpa gula

Pahit terasa bagimu, bagi mereka, tidak bagiku

 

Secangkir kopi tanpa gula

Dihindari olehmu, oleh mereka, tidak olehku

 

Secangkir kopi tanpa gula

Sekedar sarana, bukan tujuan

Semakin kuyakini, tidak hanya harum aroma, berjuta nikmat prima kurasa

 

Secangkir kopi tanpa gula

Sarat makna, bermiliar nilai terseduh di dalamnya

 

Secangkir kopi tanpa gula

Mengajariku merajut badai  pada lembar nikmat hidup takberbilang, takberbatas, takberkurang walau sedetik

 

Secangkir kopi tanpa gula

Memicu dan memacuku tetap tersenyum, ikhlas, dan bersyukur

 

Sidoarjo, 19 Juni 2018

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Kopi minuman rakyat

Kopi sudah merakyat

Kopi milik semua rakyat

Kopi tak kenal kasta

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Ku tatap secangkir kopi

Wanginya kian menggugah hati

Maksud hati ingin mencicipi

Tapi kuurngkan karena aku ga berani

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Jangan takut karena kopi

Jangan ragu menyeduh kopi

Jangan malu karena mengopi

Jangan pernah membenci kopi

[09:40, 21/6/2018] Sam As: KOPI

 

K_upilih sesuatu untukmu

O_bat penawar rasa rindu

P_engusir kantuk dan sepimu

I_katan silahturohmi nan syahdu

[09:40, 21/6/2018] Sam As: SERING

 

S_eiring doa kupanjatkan

E_ngkau wahai sahabat

R_angkaian aksara ku untaikan

I_ndah layaknya seruling mengalun

N_amun jauh jemari menggapaimu

G_urindamku cukup temani malam syahdu

[09:40, 21/6/2018] Sam As: Di mana adik ku comel

Sudah terlelap berpeluk bantal

Di dalam selimut membelit badan

Adik comel sayang

Tidurlah dengan aman dqn nyaman

Sambil bermimpi indah tentang bulan dan bintang

Kk ida akan menjaga dengan penuh kasih sayang

 

😘😘😘 lope..lope..kk ida

[09:40, 21/6/2018] Sam As: S ahdu mendayudayu

 

U ntaian syair buluh perindu

 

S emerbak mengitari suasana kalbu

 

U ntuk melerai asa dari mimpi tak bersumbu

 

 

 

Bunda cucu

I live you

[09:41, 21/6/2018] Sam As: Secangkir kopi susu penawar sepi merindu

Secangkir kopi susu

Isyarat ingin bertemu

Secangkir kopi susu

Ku sruput..sambil memangilmu

Memanggil dalam heningnya kalbu

Secangkir kopi susu

Saksi bisu ikatan janji diriku dan dirimu😘

[09:41, 21/6/2018] Sam As: SUSU HANGAT

 

S_etiap saat kebersamaan kita

U_ntaian penuh makna

S_ekiranya ku ukir lantunan aksara

U_ntuk kita memadu rasa

 

H_ujan malam ini terasa

A_da senandung sang purnama

N_amun purnama berselimut mendung di sana

G_ugusan bintang pun enggan menampak muka

A_kan tetapi jiwa ini tetap membara

T_eruntai kata dariku wahai sahabat semua

 

 

U’RE THE BEST FRIENDS

 

😍😍😍❤❤❤

[09:41, 21/6/2018] Sam As: KOPI RINDU

 

K_iranya wahai bidadari

O_bati luka rasa ini

P_etik bunga di kaki rinjani

I_tu untuk menemani

 

R_inai hujan membias pelangi

I_lalang berseru memohon pada Ilahi

N_antikan sang sahabat sejati

D_imanakah saat ini

U_jarku selalu memanggilnya tanpa henti

 

 

Bunda Ida sayanggg 😘😘😘😍😍😍

[09:41, 21/6/2018] Sam As: KOPI TANDA CINTA

 

Ketika kau memanggilku.

Oh , giranglah hati.

Pikirku menerawang jauh penuh tanya

Inikah rindu.

 

Tetap aku bertanya.

Apakah benar dirimu rindu seperti diriku.

Narunikupun berkata.

Dirimu memang bagian sepengal jiwa.

Akan selalu melekat setiap masa

 

Curahan cinta.

Inilah yang kurasa.

Nanti sekarang dan selamanya.

Tuk bunda fitri yang selalu..

Ada untuk memberi cinta pada sesama.

 

😘😘😘 kk ida.

[09:41, 21/6/2018] Sam As: Hangatmu mengantarku pada desahdesah pilu

Menjalar merasuki uraturat penyekat waktu

Menatapmu butuh seribu tumpukan rindu

Menyapamu kembali mengoyak qalbu rapuhku

Diantara batas dan perapian cawan ungu

Kuhantarkan riak qalbu dalam gempita biru

Melewati rentasan malam semakin menghujam kebekuan indah parasmu

Dalam samar kembali kumengharu biru

Ingin mendekap kesunyian dalam perahu kertas milikmu

Bersama mimpi kuterbangkan semua rasa tanpa ragu

 

Selamat malam sahabatku

 

Rose🌹

[09:41, 21/6/2018] Sam As: Jam berdentang dua belas malam.

Tanda hari sudah tengah malam.

Wahai teman teman sekalian.

Mohon ijin untuk rebahan.

Esok kita khan datang.

Saling bertukar pujian.

Lewat syair kita berdendang.

 

😘😘😘 kk ida

[09:41, 21/6/2018] Sam As: Jangan biarkan rinduku menjalar setiap nadi

Agar jiwa ini tak sesak akan risau sanubari

 

Duhai Peri hati

Cerca aksaramu bergelayut jiwa rinjani

Mencambukku dengan cemeti rindu

Kubersihkan jelaga kalbu

Dengan secawan candu

Biar membangkitkan gairah hatiku

 

(Bobok dulu yukk Kak Rosss)

😉

[09:41, 21/6/2018] Sam As: P_agi t’lah siap menghampiri

A_jak kita ‘tuk bersemangat menjemput rizki

G_elisah galau merana enyahkan dari hati

I_ringan doa selalu diharap dari sahabat juga sanak famili

[09:41, 21/6/2018] Sam As: Bismillah…

Pagi cerah…

Kubangun lalu ayunkan langkah…

Menapak mencari cercah

Semoga hari ini menjadi hari yang berokah….

 

Aamiin

 

By Tri Purwanti

Sapaan pagi, Rabu 20 Juni 2018. 05.12 in Bara City.

[09:41, 21/6/2018] Sam As: KUSAPA PAGI

By : Cuho

 

 

Kusapa pagi…

Kusibakkan kabut pagi

Kulawan dinginnya udara pagi

Kumelangkah pasti untuk mencari rido illahi

 

Kusambut pagi

Dengan secawan teh melati

Ditemani belahan hati

Berdua menikmati pagi

Kusuapi sedikit sedikit roti

 

Kusapa pagi….

Kutatap wajahmu sepi

Kulihat bola matamu layu dan sunyi

Kuusap rambutmu yg mulai tipis dan memutih

 

Kusapa pagi

Dengan seulas senyum mensyukuri

Hampir lima tahun aku berbakti

Semoga kami bisa bersama sampai nanti

Aamiin……..

 

Coretan pagi, cimahi 20-6-2018

[09:41, 21/6/2018] Sam As: Pagi ini sinar matahari begitu hangat menyapa

Seiring kicauan burung terdengar di telinga

Salam hangat dari bunda cuho ku terima

Juga semua kawan penikmat aksara

 

 

😘😘😘😘 kk ida

[09:41, 21/6/2018] Sam As: Semalam..

Aku memanggil mu adik comel sayang

 

Semalam..

Aku menunggu mu

Adik comel sayang

 

Semalam…

kami menikmati kopi susu sebagai pengikat kehangatan

 

Semalam..

Engkau di mana adik comel sayang

 

Tersiar kabar engkau sudah lelap di telan malam

 

Sekarang aku tahu

Signal yang nakal

Sebagai penghalang

Jawan engkau tak datang

 

 

 

😘😘😘 buat adik comel sayang

[09:41, 21/6/2018] Sam As: Selamat pagi

Sambut mentari

Cari inspirasi

Dengan semangat tinggi

Agar diri terus berkreasi

Untuk ibu pertiwi

[09:41, 21/6/2018] Sam As: Iya Kak Ida sayangku

Gerimis menyambut kami semalam

Rasa rindu derasnya hujan terbayang

Namun sang Kuasa belum berkehendak

Sapaan rintik air saja membalur bumi kami

Tak kuasa signalpun ikut tersapu

Tertutup halimun malam

Hanya pelukan si kecil penghangat diri

Dalam tidurnya raga ini

Hingga terlelap

 

Pagi Kak Ida😍😍😍😘😘😘

Dan sahabat semua😍😍😍😘😘😘

❤❤❤❤❤

[09:41, 21/6/2018] Sam As: Disini saya masih limbung

karena bingung

Ibarat masuk dialas luwung.

Belantara berdiding gunung.

 

Saya bukan pujangga

Hingga susah merangkai kata.

Dan tidak tahu puisi itu apa

 

Tapi biarlah berlalu.

Yang penting saya pingin maju.

Ikut disini pasti tambah ilmu.

Hingga nanti bisa meramu.

Kata menjadi puisi bermutu

 

Nek ini bukan puisi tapi ungkapan hati karena benar2 bingung 🤣🤣🤣😇😇😇😇✌✌✌

[09:41, 21/6/2018] Sam As: Rindu si Kakek

 

Selepas senja bergulir malam

Seiring nyanyian desiran bambu

Dedaunan kian nyaring mendendangkan tembang kerinduan

Kuat tiupan baskara mengiris jiwa

Menghantam sembilu kalbu yang membiru

Si Kakek tak beranjak dari dipan teras rumahnya

Wajah gusar penuh harap terlukis jelas dalam guratan-guratan tangan sang Kuasa

Menunggu buah hati cucu menantu dalam hitungan masa

Setahun akankah terbayar oleh kehangatan canda tawa si penghuni rumah?

Ataukah hanya memasang mimik bahagia lewat suara dari siempunya?

Jika duniawi tak membutuhkan harta aku ingin engkau tetap di sini

Memadu kisah mengiris waktu

Gumam si Kakek bergulat dengan siksaan angin yang kian merobohkan tubuhnya

Teruslah dia beradu menikmati kesendirian

Kelamnya malam mengunci do’a dari lisannya

Rindu berkalung untaian do’a

Asa inginkan sua bercengkrama hangatkan rumah yang sunyi tiada kicau

 

Yogyakarta, 20 Juni 2018 @17.20 WIB

Si Comel Cantiiiik

Selamat sore sahabat

😍😍😍😍😍

[09:41, 21/6/2018] Sam As: Kek,

Tubuh mu memang sudah renta

Hanya bisa mengharap anak cucu mantu datang bersua

 

Kek,

Rambutmu memang memutih di makan usia

Duduk di pintu rumah menunggu kedatangan keluarga tercinta

 

Kek,

Suaramu yang lemah menandakan kekuatanmu sudah tidak berjaya

 

Tapi, kek..

Semua wujud yang nyata

Adalah gambaran betapa engkau berjuang untuk kita

 

Maaf, kek..

Tak dapat membalas dengan harta

Kasih sayang yang kami terima

 

Percayalah, kek..

Anak cucu mantu dan seluruh rumah

Selalu berdoa yang terbaik untuk kakek tercinta

Supaya setiap libur tiba

Semburan kebahagiaan tetpancar di wajah

Karena ada canda di beranda rumah

[09:41, 21/6/2018] Sam As: Senangnya punya kakek, titip salam juga ya buat kakenya

 

Kalau dekat kakenya akan kutemui

Mendengarkan kisah-kisah zaman dulu yang seru

[09:41, 21/6/2018] Sam As: Bersyukurlah yang masih punya kakek..

Walaupun sudah tua dan cerewet

Saya tau beliau sangat sayang pada cucunya..

Melebihi sayangnya pada putra putrinya..

Andai saja aq masih punya kakek..

Aq pasti kan slalu ada didekatnya…

Sayangnya aq sudah tak punya kakek..

Namun rasa kasih kakek tak pernah hilang dari ingatan..

Smoga Allah slalu menjaga kakek..

Bersama nenek di tempat yang penuh dengan keteduhan…

Aamiin..

[09:42, 21/6/2018] Sam As: Assalamualaikum,

masih dalam suasana lebaran sy haturkan taqoballallominnawaminkum…mohon mf lahir dan bathin.

Selamat datang, dan selamat bergabung bgi yg baru bergabung  di kelas puisi 1, pembelajaran akan dimulai pukul 19.45 s/d 20.45 WIB.

 

 

Tujuan akhir kelas adalah menghasilkan karya antalogi puisi yang berkwalitas

 

PERATURAN KELAS PUISI :

  1. Aktif selama mengikuti kelas
  2. Saat Pembelajaran berlangsung tidak menyela dan mengganggu kenyamanan belajar
  3. Mengajukan pertanyaan sesuai dengan materi yang di sampaikan setelah dipersilahkan oleh moderator
  4. Pelanggaran akan diberikan nasihat
  5. Berpamitan jika hendak keluar dari grup dan tidak diperkenankan lagi memasuki grup
  6. Saling menghargai sesama peserta

7.Tidak mengunggah apa pun yang tidak berkaitan dengan kegiatan kelas

  1. Mengerjakan tugas yang diberikan pemateri.

Belajar adalah proses tiada akhir, kenikmatan didapat saat melalui proses dengan baik.  Ikutilah prosesnya dengan nyaman dan bersahabat.

 

Kelas ini, gratis tanpa bayar.

 

20 Juni 2018

Admin:

Bu Elis

Bu Mimin

Pak Sam

 

Pemateri  Master Dedi Wahyudi

[09:42, 21/6/2018] Sam As: Kakek…

Wajah tampannya masih terlihat dibalik kulit keriputnya

 

Badannya terlihat tegap meskipun usianya sudah

Tidak muda lagi

 

Panas matahari tak kau rasakan kau tetap berdiri di depan gerobak minuman yang kau jual

 

Pulang sekolah ku berlari menghampirimu

Untuk mendapatkan hadiah peluk cium darimu

Dan..minuman segar buatanmu

 

Semua teman ku ajak tuk membeli minuman segar buatan kakek

 

Aku bangga memiliki kakek yang tak pernah mengeluh

Kau selalu tersenyum gembira membuatku selalu bahagia berada di dekatmu..

 

Kenangan itu masih melekat dibenakku

Dan tak mungkin hilang..

 

Kakek..

Maafkan cucumu ini

Yang belum dapat membalas jasamu

Hanya untaian doa yang dapat kupersembahkan untukmu

 

Kakek..

Aku yakin suatu hari nanti kita akan bertemu dan berkumpul kembali

Di tempat yang indah yang selalu kau ceritakan

 

Utami Siti Sundari_ Bandung,20618

 

Terinspirasi oleh @Erni Ekawati

#maaf ya..baru mencoba, berusaha percaya diri🙏🤭

[09:42, 21/6/2018] Sam As: Cucu cucuku

Candamu membuat aku malu

Cerita masa lalu diriku teramat lucu

Cobalah kalian tertawa dulu

Cicak saja ikut tersenyum melihatku

Cemara pun tertunduk tersipu sipu

Cermati apa semua kataku

Catatan pada zaman dahulu

Coretan kakek yang masih lugu

Curahan isi otak yang dungu

Cukup indah kata nenekmu

Cacing menari simbol aksara tulisanku

Cuma itu yang aku mampu

Cemas sungguh hati nenekmu

Cari tahu kemana kepergianku

Cinta kasihnya kepada diriku

Cepat berubah bikin cemburu

Cewek pujaan hatiku

Cantik bagaikan seorang ratu

Cerdik banyak berilmu

Cahaya belahan jiwaku

Ceriwis namun slalu kurindu

[09:42, 21/6/2018] Sam As: DEK COMEL

 

D_irimu laksana lintang kemukus senja

E_lok gempita dalam rumbai langit jingga

K_ilaumu menggugah sang purnama

C_andu senyummu bangunkan tubuh tanpa daya

O_bat mujarab pengusir dahaga rasa

M_ungkinkan syairmu untuk kakak juga dinda

E_ntah rindu ini semakin membara

L_antas menuai hasrat untuk menyapa

 

 

Dek Comel Sayaaanggg… 😘😘😘😍😍😍

[09:42, 21/6/2018] Sam As: Apa ada bapak ku mak

 

 

Kaya apa rupanya🤭

 

 

Bapak membuat ku

 

Jadi  penyair malam

 

Relung malam bercelah membias perapian ungu

Dahagaku  bersingkut

Belati berkarat ikut menatap sendu

Pilu

Bapakku ditelan malam

Bapakku berputar di langit tak berbintang

Sungguh mencekam

Merobek guratan payau

Melepaskan ku dari sutra pembalut diri

 

🤭🤭🤭

[09:44, 21/6/2018] Sam As: KAK FITRI

 

K_au wanita manis

A_yu wajahnya berhati malaikat

K_au seorang lihai berolah kata merangkainya dalam kalimat puitis

 

F_itrahmu sebagai Kakaknya si Comel

I_nginkan adiknya selalu belajar

T_ak lupa kau beri cinta

R_ias diri dengan akal dan budi

I_ngatkan akan kelembutan hati

 

Love you😍😍😍❤❤❤😘😘😘😘😘

[09:44, 21/6/2018] Sam As: Nenek

 

Begitu damai saat bersamamu

Begitu bahagia saat melihat senyummu

 

Nenek

Meski kulit sudah mulai keriput

Tapi kecantikanmu tak pernah surut

Meski warna telah berubah di rambut

Tapi hatimu tetap lembut

 

Nenek sayang

Sungguh tak akan pernah rindu ini hilang

Karena semua akan selalu dikenang

 

Nenek tercinta

Nikmatilah hidup ini dengan penuh suka cita

Agar hidup anak dan cucu-cucu lebih tertata

 

Milla Efendy_200618

Tahap belajar mencoba membuat puisi

😊🙏🙏🙏

[09:44, 21/6/2018] Sam As: Dibawah sengatan sang surya

Kokoh berdiri laki-laki tangguh

Gigih bergelut mencari nafkah

 

Saat sang surya lelah menyinari

Laki-laki itu masih berjuang

Tak jua jenuh meraih harapan

 

Itulah bapakmu nak..

Ayah yang selalu berjuang untuk anak-anaknya

 

Utami siti sundari_Bandung,20618

[09:44, 21/6/2018] Sam As: BUNDA TAMI

 

B_ingkisan ini terbawa sang bayu

U_ngkapan rindu dari semua sahabatmu

N_an jauh di mata namun syahdu merayu

D_an membuat hati menanti syairmu

A_langkah senangnya melihat ranum senyum wajah ayu

T_itian hati terbuai menjalar kalbu

A_ku terkesima tetembangan rindu

M_embuai serunai butiran segar laut biru

I_nilah daya ucapan untukmu

[09:44, 21/6/2018] Sam As: Biarlah ia tak ada

Disini didekapan

Menemaniku menapaki hari

Kuberjalan sendiri

Bibir mencibir

Tak kuhiraukan

Biarlah

Ia tak ada

Ku bersama ibu

Yang tegar

Memoles ubun-ubun

Tuk dapatkan harapan dihari Sabtu

Berkawan malam gelap sendiri

Kutunggu ibu dibalik pintu

[09:44, 21/6/2018] Sam As: Suratan

nasrolnasrullah

 

Ingin ku menangis saat ku terpaku

Mengenangkan  nasib diri yang tiada arti

Tak pernah ku nikmati megahnya dunia

Bahkan ku tak pernah tau cantiknya rawut wajah mu

 

Hari-hari berlalu bagai dalam mimpi

Seakan ku berjalan di balik awan kelabuh

Yang ada hanya  hitam,yang ada hanya kelam

Aku melangkah dengan perasaan

 

Mengapa daku terlahir ke dunia ini

Hanya menanggun beban duka dan derita

Pernah ku sesalin namun itu tiada arti

Kini aku sadari semua itu suratan dari-Nya

 

Sigli,20 Juni 2018

[09:44, 21/6/2018] Sam As: Peraturan kelas puisi :

  1. Aktif selama mengikuti kelas
  2. Saat kelas berlangsung tidak menyela dan mengganggu kenyamanan belajar
  3. Mengajukan pertanyaan sesuai dengan materi yang di sampaikan
  4. Pelanggaran akan diberikan nasihat
  5. Berpamitan jika hendak keluar dari grup dan tidak diperkenankan lagi memasuki grup
  6. Saling menghargai sesama peserta

7.Tidak mengunggah apa pun yang tidak berkaitan dengan kegiatan kelas

 

Belajar adalah proses tiada akhir, kenikmatan didapat saat melalui proses dengan baik.

 

Kelas ini, gratis tanpa bayar.

 

20 Juni 2018

Admin:

Bu Elis

Bu Mimin

Pak Sam

 

Pemateri  Master Dedi Wahyudi

[09:45, 21/6/2018] Sam As: Assaalamualaikum wrwb.Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT.Sholawat serta salam selalu tercurah kpd junjungan alam Nabi Muhammad SAW.sahabat dan keluarga serta umat Islam yg tetap istiqomah dijalanNya.Amin.

 

Jalan2 ke pasar ikan

Membeli si ikan patin

Silap dan salah pasti ada kan

Mohon maaf lahir dan batin

 

Pergi ke simpang empat

Hendak ke rumah sanak saudara

Bertemu sahabat guru Indonesia yang super hebat

Dengan semangat yang begitu membara

[09:45, 21/6/2018] Sam As: Malam hari ini kita akan mendiskusikan tentang bahasa puisi yang terdiri dari:

1.Konotasi

2.Mengandung majas

3.Mementingkan irama

[09:45, 21/6/2018] Sam As: 1.Konotasi

Bahasa puisi itu memiliki karakteristik yg berbeda dgn bahasa pada karya atau tulisan lain.Selain bertumpu pada diksi yg cermat juga mengandung sifat konotatif.

Perhatikan contoh2 berikut. Selembar daun tanggal,jatuh,rontok,luruh,gugur,rebah,melayang.

Kata tanggal,jatuh,rontok,luruh,gugur,rebah,melayang sebenarnya memiliki makna yg serupa tetapi memiliki nuansa yg berbeda yg bisa menimbulkan efek berbeda bagi pembacanya.

[09:45, 21/6/2018] Sam As: 2.Majas

Bahasa puisi juga memanfaatkan majas atau gaya bahasa.Menurut HB Jassin,majas atau gaya bahasa adalah perihal memilih dan mempergunakan kata sesuai dgn isi yg disampaikan.Majas juga menyangkut masalah bagaimana menyusun kalimat secara efektif,secara estetis dan mampu memberikan gambaran pada diri pembaca.

Majas terdiri dari majas perbandingan,penegasan,sindiran dan pertentangan.

[09:45, 21/6/2018] Sam As: Untaian dlm WA

 

Setiap jelujur kata kau rangkai  kalimat bermakna.

Entahlah

Pesona makna apa yang kau semaikan

Hingga bertebaran kelopak impian.

Emmm…gaya dan logatmu memikat rasa.

Mengiang hingga ke sudut jiwa.

Ahhhhh…

Bisikanmu semakin mendayu.

Menimang aku kian tersipu.

Kalimat demi kalimat

Kau sulap menjadi pemikat.

Kata hati tak perlu kau ucap,

Ujudkan rasa melalui tarian jemarimu

Dari goresan penamu.

Semua rasa bisa ku baca.

 

By Tri Purwanti,

Rabu, 20 Juni 2018. Menikmati berbagai puisi buatan teman hatikuku jadi terkesima.

[09:45, 21/6/2018] Sam As: Saat WS Rendra masih ada, sering kali saya berdiskusi dg beliau, kebetulan  anak beliau, Isaias Sadewa adalah teman satu kelas saya…pesan beliau, ketika menulis, RASA, HATI dan kemampuan MENGOLAH kata kata Indah…tidak usah dipaksakan…MENGALIR SAJA…maka gaya bahasa akan tercipta dengan sendirinya

[09:45, 21/6/2018] Sam As: My Beloved Grandfather

Engkau terbaring lemah tak berdaya

Di ranjang yg usang penuh riwayat

Engkau sudah lanjut usia

Jasamu tiada tara

Tapi kini engkau telah tiada di dunia

Menuju alam lain

Kita pasti menyusul juga ke sana

Entah bila

Hanya waktu yg mampu menjawabnya

[09:45, 21/6/2018] Sam As: Kakek…

Kulit keriput krna dimakan usia

Tenaga yg lemah masih menyimpan asa

Asa yg membara

Ingin melihat anak cucu hidup bahagia

Niat belum lah terlaksana

Kini engkau telah tiada

Hanya doa yg bisa kupanjatkan

Untuk kakek ku tersayang

Semoga engkau mendapat tempat yg terbaik disisi Nya

[09:46, 21/6/2018] Sam As: Kakek…

Keriputmu menunjukkan juangmu

yg tiada henti tuk anak turunmu

Putih rambutmu tunjukkan perjalananmu

Yg penuh kasih untuk orang disekelilingmu.

Kek…

Jasamu tiada henti terkenang

Berkatmu, kami hadir

Tp kami…

Blm mampu teruskan juangmu

Harapanmu

Anganmu..

Doakan kami kek..

[09:46, 21/6/2018] Sam As: Kakek…

Wajah tampannya masih terlihat dibalik kulit keriputnya

 

Badannya terlihat tegap meskipun usianya sudah

Tidak muda lagi

 

Panas matahari tak kau rasakan kau tetap berdiri di depan gerobak minuman yang kau jual

 

Pulang sekolah ku berlari menghampirimu

Untuk mendapatkan hadiah peluk cium darimu

Dan..minuman segar buatanmu

 

Semua teman ku ajak tuk membeli minuman segar buatan kakek

 

Aku bangga memiliki kakek yang tak pernah mengeluh

Kau selalu tersenyum gembira membuatku selalu bahagia berada di dekatmu..

 

Kenangan itu masih melekat dibenakku

Dan tak mungkin hilang..

 

Kakek..

Maafkan cucumu ini

Yang belum dapat membalas jasamu

Hanya untaian doa yang dapat kupersembahkan untukmu

 

Kakek..

Aku yakin suatu hari nanti kita akan bertemu dan berkumpul kembali

Di tempat yang indah yang selalu kau ceritakan

 

Utami Siti Sundari_ Bandung,20618

[09:46, 21/6/2018] Sam As: Kakek ku Pahlawanku

 

Meskipun peluh jatuh berbulir

Dia tak perduli

 

Semangat tetap jaya menggelora

Kerja keras penuh asa

 

Kutunjukkan pada dunia

Dia…dialah..kakekku

Sang Pahlawanku

 

Utami Siti Sundari_Bandung,20618

[09:46, 21/6/2018] Sam As: My Beloved Grandfather

Engkau terbaring lemah tak berdaya

Di ranjang yg usang penuh riwayat

Engkau sudah lanjut usia

Jasamu tiada tara

Tapi kini engkau telah tiada di dunia

Menuju alam lain

Kita pasti menyusul juga ke sana

Entah bila

Hanya waktu yg mampu menjawabnya

 

Untaian doa kuhadiahkan buatnya

Kudekap sukma dalam indahnya pembaringan nyata

 

Lapisan tanah liat menguning  menghantar malam terjaga

Tetesan air mata beradu pandang saatnya tiba

Malaikat menuliskan kisah kakek renta

 

Meriak dalam kebekuan lukisan penuh noda

Hanya kata kata penuh sesal menyela jiwa

 

Tak lagi ada pintu penyulut rasa hampa

Tersisa arti kekakuan yang pasti nyata

 

Kakek kau telah tiada😭

[09:46, 21/6/2018] Sam As: Kakek

Di sudut teras halaman

Engkau duduk termenung di kursi goyang

Ditemani secangkir teh pahit dan juga rengginang

Entah pikiran apa yang tengah terngiang

Meski warna hitam rambut mulai menghilang

Tapi semangatmu tak pernah usang

 

Kakek

Begitu besar perhatian yang engkau berikan dengan kasih sayang

Sungguh tak akan pernah rindu ini hilang

Karena semua akan selalu dikenang

 

Milla Efendy_200618

[09:46, 21/6/2018] Sam As: Ada dalam bayang masa lalu

Kakekku

Bersorban menuju suraumu

Saat ku berlari kecil mencari ibu

Ku dipangku

Tau kau hiraukan sorbanmu jadi kelabu

Kakek tak jemu

Ucap rambutku

Bisikan sesuatu

Ibumu tak ada cucuku

Ia pergi ke langit biru

Aku tak tahu

Ku pandang

Tak jua bertemu

Kakekku bilang

Ibumu dipanggil yang maha tahu

 

Aku diam membisu

Biarlah tak ada ibu

Ada kakek yang selalu membantu

 

Saamah,

[09:46, 21/6/2018] Sam As: Kakek

Kepulan asap tembakau mu mengusir pencuri darah

Kelopak mata cekung mu menyimpan selaksa kisah

Keriput kulit renta semakin parah

Kelu lidah mu berucap barang sepatah

Kemenyan merebak mantra terarah

Kamboja semakin dekat ke rumah

Kini kakek telah berubah

Kaku terbujur di dalam tanah

Keluarga ditinggal berpisah

[09:46, 21/6/2018] Sam As: Sesaat Kau Datang

 

Hari ini kau hadirkan dirimu

Menjamah rumah yang rindu tuannya

Mungkin terlambat tapi hadirmu buatnya special

Kumasakkan mie goreng dan telur

Rasa cinta kuat terbumbui

Tak lupa sambal bawang khas racikanku

Obat penawar lidah yang kelu

Ungkusan kelapa hidangan sederhana

Masakan nenek kusuguhkan untukmu

Kakek yang tak biasanya ikut serta menikmatinya

Begitu lahap dia membersamai

Memanjakan lidah dengan masakan si cucu ditemani

Si tamu yang tak lain cucunya

Melahap apa yang dihidangkan

Kakek mampu meluluhkan kerasnya hati

Begitu kental kurasa

Atau aku yang merasakannya saja?

Kakek tak pernah mau mencicipi jamuan teruntuk sang tamu

Kakek merujuk sendiri menyiapkan makanan untuknya di dapur menikmatinya bersama si kucing peliharaannya

Hal ajaib duduknya bersama kami tadi siang

Serasa angin surgawi

Cinta rasa bangga ditaruhnya padamu

Penerus perjuangan

Semangat hidup untuk Kakek

Kakekku tersayang

 

Yogyakarta, 20 Juni 2018 @20.30 WIB

Si Comel Cantiiiik

[09:46, 21/6/2018] Sam As: Kakek…

Aku rindu…

 

Wajah keriput,

Tubuh tinggi,

Langkah tertatih,

Kek, hendak kemana ?

Tanyaku lirih dalam hati…

 

Kakek ku tak menjawab tanyaku,

Kembali ku tanya….

Kek, mau kemana ?

Dengan raut wajah yang sama, kakek enggan menjawabku…

 

Ingin ku gapai tangan keriputnya,

Ingin ku genggam tangannya, tapi tak bisa ku sentuh, tak bisa ku gapai, tak bisa ku raih…

 

Seketika, deraian air mata membasahi pipi ku,

 

Aku kenapa ?

Tanya ku dalam diam, dihati terdalam…

 

Dan tak ada yang mampu menjawab.

 

Seketika aku tersadar, dan terbangun dari lelap panjangku,

Ternyata aku bermimpi bertemu kakek ku yang telah lama pulang kepangkuan ilahirobbi..

 

Tenanglah disana,

Bersama Allah, dalam pangkuan amal dan ibadah terindah semasa hidupmu…

 

Aku merindukanmu, kakekku..

 

Sumbawa Besar, NTB

20 Juni 2018 // 10.42Pm

Ayu Safitri, S.Pd

[09:47, 21/6/2018] Sam As: Kakek

Duduk disudut

Asyik mengepulkan asap abu-abu

Berteman kopi dicangkir biru

Ia yang semakin layu

Tak lekang oleh waktu

Kau pangku cucu-cucu

Ceritakan buku

Kisah Rosul penuh ilmu

 

Kini kakek terbujur kaku

Dipusaramu

Dalam doa kukatakan rindu

Semoga kakek dalam pangkuanMu

[09:47, 21/6/2018] Sam As: Kakek ku pejuang subuh

 

Setahun sudah ku tak mendengar nasehatmu

Rambut putihmu mengingatkanku akan kharismamu

Kerutan diwajahmu menunjukkan keperkasaanmu

 

Kakek

Kamu selalu membelaku di hadapan ayah bunda

Kakek

Kamu tidak pernah membentak ku sekalipun aku sering memecahkan gelas kopi mu

Kakek

Aku rindu digendongmu menuju surau dekat rumahmu

 

Kakek ku seorang pejuang subuh yang tak lekang di makan waktu

Walau tubuhnya renta, lemah, dan tak berdaya

Kakek tidak pernah melupakan kewajibanya

 

Subuhku selalu terjaga karena suara adzan kakek yang sangat merdu

Kakekku pejuang subuh sejati

Hingga maut menjemputnya

 

Semua orang merindukan suara adzan subuhmu kek

Semoga aku bisa sepertimu

 

By. Ita rosita

Bgr 200618

[09:47, 21/6/2018] Sam As: Diam

 

Harry Agus Yasrianto

 

Tinggalkan saja

Jangan ragu

Mengingkari janji

Itu bukan dirimu

 

Aku diam

Bukan tidak sedang berfikir

Aku terkesima

Hanya coba menatapmu

 

Sebentar

Aku coba menata hati

Menarikan kepedihan

 

Biarkan larut ini

Milik kita berdua

Bukan menampikan ingin mereka

 

Bicaralah

Satu kata lebih baik

Atau pergi saja

Jangan memilukan jiwaku

 

Sarungku terangkat

Bersama detak jarum jam

Mengejutkan

Berlari cepat

Sekelebat bayangmu

Menjauhlah

Dari bayang kacamataku yang terpelanting

Memecah sudut diamku

 

Kesabaran seakan musnah

Menelisik keraguan demi keraguan

 

Percuma

Menembus rasamu

Detik ini

Entah sampai kapan

 

Kembalilah

Jika ingin mengulang bahagia

Atau lenyap menunggu kehancuran

 

Kesetiaan

Satu kunci tersisa

Simpanlah

Bukalah hatiku

Meski tanyaku

Tak akan pernah  terhenti

 

sepi

Senyap

Menggores kanvas hitam

 

Haruskah semua berakhir

Di sisa sisa doa sederhanaku

Untukmu

Untuk kita

 

Jepara, 23 september 1999

[09:47, 21/6/2018] Sam As: “Bahagia”

 

Bahagia tidak pernah mengenal kasta

Meski bahagia itu kadang sederhana

Bahagia tidak mengenal usia

Semua berhak untuk merasa

Dan akan terpancar alami dari mata

 

Tidak perlu ada yang disesali

Tapi harus disyukuri

Karena semua sudah suratan illahi

 

😊

[09:47, 21/6/2018] Sam As: Kakek…

Tongkat ditanganmu

Menamani tiap langkahmu

Tak peduli tertatih

Tapi tetap melangkah

Temui kewajiban ilahiyahmu

Bersujud, bertengadah

Untuk anak cucumu

Kek…

Kau tak peduli

Sisa usia masih berapa

Dan mencoba tegap

Walau sesekali meluruskan bongkokmu

Kakek…

Malam ini kuraba

Guratan wajahmu

Bersama bayang kasihmu

Kukenang perjalananmi

Seraya berharap

Semoga mampu meneruskan juangmu

[09:47, 21/6/2018] Sam As: Kakek yang kukenal

 

Kakek Parto

Ayah dari ayahku

Sudah dipanggil pemiliknya

Saat aku masih kecil

Tak paham akan kehilanganmu

Kakek yang kutahu sayang pada ayahku

Semoga Allah menerima amal ibadahmu

 

Kakek Sukiyar

Ayah dari ibuku

Sosok yang motivasi diri

Pernah berjuang menjadi guru

Kini akupun ingin mengikuti jejakmu

Semoga sehat selalu ya kek

 

Kakek Surani

Paman dari ibuku

Suka duka kulalui di rumahmu

Terima kasih atas kasih sayangmu

Walau kadang kita bersebrangan

Kan kuingat pesanmu

 

Beruntungnya diriku punya banyak kakek

Kukirimkan untaian do’a untukmu kek

 

Meini Tri Utami

Gading, 20 Juni 2018

[09:47, 21/6/2018] Sam As: Pasar

 

Berangkatnya agak gerimis mengumandang

 

Roda dua menggelinding mengantarkan keramaian   pasar Cikurubuk baru saja

 

Masuk tepat dengan dijajakan sayuran hijau dan  buah- buahan   nan segar Nampak

kulalui pasar Cikurubuk namanya

Proses jual beli terjadi

Ramai, senang,  bisa berbelanja di pasar tradisional itu

karena  menanti acara syukur nikmat  yang akan  digelar

 

Memandangi sekitar pasar yang baru kualami di malam hari

Tetap  hadir keramaian menyisir  walau suasana  cuaca  agak dingin karena baru saja  hujan mengguyur merata menyelami  massa

 

Berbelanja  sambil tawar menawar sesikit dengan logat sundanya   para penjual yang ditujunya

 

Ramainya pasar

bergeliat ku pandangi sekitar pasar itu

 

Sambil melirik catatan yang akan dibeli

 

Wahana pasar malam cukup ramai tetapi  tidaklah  seramai pagi yang  biasanya lebih hiruk pikuk dan  padat  para pembeli

 

Ada masa hadir   pasar waktu malam hari

Terpikat malam sembari rasa keinginan tahuan wajah pasar di malam hari

Kenangan tetap tercatat disana

 

Dewi  Astuti

Rabu, 20 Juni 2018

Tasikmalaya

Masih Suasana Mudik ceria..🙏🏻💐👍😊😇

Mencoba master DEDY  🙏🏻

TEMA YANG DIRASAKAN BARU SAJA SEPULANG DARI PASAR …mohon maaf  dan masukannya

[09:47, 21/6/2018] Sam As: Silahkan sahabat mencoba membuat puisi sendiri berdasarkan materi yg telah diberi.Semoga puisinya langsung jadi dan unjuk gigi.Saya pingin permisi dan undur diri karena mata ini tidak kuat lagi.Besik berjumpa lagi.

[09:47, 21/6/2018] Sam As: KATAKU UNTUK KAKEK

 

 

Kek…

Lihat sang surya malu-malu dibalik bukit itu

Memanggil riuh kokok ayam bertalu

 

Kek…

Lihat serumpun padi hasta karyamu menguning

Serupa permadani emas pesanggrahan gemilang

 

Kek…

Lihat gemercik nadi sungai itu

Serupa liuk tubuh ular menyusup beradu

 

Kek…

Lihat cakrawala di sana

Begitu luas tanpa batas seluas angkasa biru

 

Kek…

Dengar kicau burung pipit mengalun syahdu

Memainkan serunai nada berlagu

 

Kek…

Lihat senja memanggilmu

Keriputmu guratan waktu

 

Kek…

Nyanyian rindu gemintang

Serasa kidung doa bergeming

 

Kek…

Pegang hasta ini erat-erat

Jangan lepaskan untaian doa berkerat

 

Kek…

Saat kau bertemu Allah

Yakinlah doa anak cucumu tiada lelah

 

 

Blitar, 20 Juni 2018_22.16

Fitria Linda K.

[09:47, 21/6/2018] Sam As: Kakek

 

Kerutan menjadi guratan lukisan sang Kuasa

Lembut melumuri sekujur tubuhmu

Senja ini tuapun pasti

Seiring pendengaran yang sudah berkurang

Jalan yang terhuyung

Dibatas netra yang kabur

 

Kakek

Kala ku kecil

Acap kali kau mendendangkan dongeng

Ukiran sejarah kala kau menapak

menjelajah di bumi sang Khaliq

Aku cucumu menaruh rasa kagum

Buih asa menggelayut dalam pikiran si kecil

Aku ingin seperti Kakek

 

Kakek

Biarlah perjuanganmu berbalas luka

Tiada sesal karena bumi tak kan berhenti untuk berputar

 

Kakek

Kini asaku telah sampai

Perjuanganmu aku teruskan

Kagum dan bangga tersematkan di senyummu

Pengabdi dunia pendidikan

Mendidik generasi penerus bangsa

Bangsa Indonesia tanah yang engkau pupuk

Ibu Pertiwi yang selalu kau banggakan dan kau junjung tinggi

 

Kakek

Aku ingin balurkan sejarahmu

Terukir dalam rangkaian kata

Kutuliskan kisahmu dalam bait-bait kalimat

Biar semua tahu bahwa engkau pejuang sejati

Walau engkau tak inginkan itu

Bulat sudah tekadku

 

Kakek

Aku menyayangimu

Kuukir namamu dalam karyaku

Kakekku Sukiyar

Mbah Iyang aku menyebutmu

Pahlawan tanpa tanda jasa

 

 

Yogyakarta, 20 Juni 2018 @20.10 WIB

Si Comel Cantiiiik 😍

[09:47, 21/6/2018] Sam As: Eyang

 

Harry Agus Yasrianto

 

Tongkat tua itu

Cermin hatimu

Gigih

Menembus waktu

Menyulut ambisi

 

Gemetar langkahmu

Tak surut detak nadimu

 

Aku di sini

Mengurut waktu

Bersamamu

Hari ini

Esok

Lusa

Entah sampai kapan

 

Membelai lembutmu

Bicaramu

Getar suaramu

Mendengar dengkurmu

Asma mu

Diantara keheningan suara alam

Jelas teringat

 

Kanvas hidupmu

Mengabdi

Menyembah sang khalik

Dalam ketakjuban

Terduduk diam

Di sujud terakhirmu

 

Di sana

Setiamu terujikan

Di helaan ujung nafasmu

Menyebut kebesaran sang Rabb

Dalam ketenangan

Begitu khusyu

Melupakan waktu

Menikmati syukur

 

Aku di sini

Melihatmu

Terbujur lemah

Dalam senyum manismu

Memeluk tubuh mungil itu

Melampiri doa doa yang terdengar dalam sunyi

Mengantar di liangmu

Berkiblat pada nilai baktimu

Pada sang penguasa segala jiwa

 

Depok, 31 agustus 2015

[09:47, 21/6/2018] Sam As: Kakek

 

Kek,

Kau duduk membisu menatap serpihan rindu

Senyum mu di sela-sela usia renta mu

Tatapan sendumu tak bermakna

Helaan nafasmu menyiratkan sukma

 

Kek,

Jalan hidupmu berliku rapuh

Segala beban ada di pundakmu

Perih, sakit, tak lagi kau rasa

Beban itu terlalu berat tuk kau pikul

Terseok-seok langkah kaki mu

Keriput tulang mu gambaran perjuangan hidup mu

 

Kek,

Walaupun kau tak ada

Tancapan cangkul mu bukti cinta kepada turunan mu

Kaulah figur tuk anak cucu mu

Kerja keras, wibawamu selalu mengasap dari celah wajahmu

 

Kek,

Sampai kapan kah diri ini

Bisa meneladani perjuangan mu

Hanya doa dan cinta sejati selalu untuk mu

 

Bogor 20 Juni 2018

Aini#SGI Puisi 1

[09:47, 21/6/2018] Sam As: Doa untuk Kakek

 

Kursi ini bergoyang manja tertiup angin yang menerobos jendela bertirai biru.

Hujan mulai turun.

Angin dingin menyentuh wajahku yang bersimbah air mata.

 

Tanah itu masih merah.

Jejak pekat tanah liat masih jelas menempel di sandal para pengantarmu.

Semua terlihat dan terasa tulus mendoakan dan memberikan penghormatan terakhir.

 

Sungguh aku bangga dan semakin kagum pada mu, kek.

Atas semua karya dan teladan yang telah terukir pada peluh hidup keras kakek.

Aku, sang cucu tunggal hidupmu yang tak berpenerus, berasa kecil tak memiliki arti.

Betapa abai aku atas semua nasehatmu.

Aku terlalu nyaman dalam genggaman perlindunganmu.

Hingga,

Aku jatuh tersungkur menyesali Sang Maha Pemberi, manakala Dia mengambil kembali dirimu.

 

Hujan makin deras membasahi tanah merah sore ini mengiringi semua doa terbaikku untuk kakek tersayang.

 

“Allahummaghfir lahu, warhamhu, wa ‘aafihi wa’ fu’anhu, wa akrim nuzulahu, wawassi’ madkhalahu, waghsilhu bilmaa i, wattlji walbardi wanaqqihi minalkhaayaa kamaa yunaqqattubul abyadhu minaddanasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wazaujihi wa adkhilhuljannata wa a’idzhu min ‘adzaabilqabri wa fitnatihi wa min ‘adzaabin naar”

 

Oleh Endang Puspitasari

Lubuklinggau, 20 Juni 2018

22:21 WIB.

[09:47, 21/6/2018] Sam As: Kakekku

 

Nampak terlihat guratan sabar menjelma

Wajah yang tersisa ketika itu

Terdiam tetapi sangat perhatian

Tidak lupa selalu mengingatkan sholat dan berbagi

“Jangan tinggalkan kewajiban,

“Manusia hidup dengan biasa – biasa saja tidak perlu mencolok”

Itu pesan lisan  beliau selalu terngiang  dalam ingatanku

Kek,  kau nampak selalu hadir dengan ketulusan

Selalu mencoba untuk menyemangati dan tak bosan menasihatiku

Merasakan asa sang  kakek  ketika itu

Aku sadar kakek begitu besar harapan dari kami cucu cucunya

 

Walau kau sudah tiada tetapi untaian doa selalu ‘kan hadir

 

Malam selalu  kuingat tak banyak bicara  tapi sangat bijaksana dalam membimbingku

 

Kemana pergi doa selalu terucap💐🙏🏻

Semoga disana kakek ada dalam khusnul khotimah

Aamiin

 

Tasikmalaya,  20 Juni 2018

[09:48, 21/6/2018] Sam As: Terima Kasih  Masterku

Aku merasa ragu

Aku merasa malu

Aku merasa tak mampu

Bagai anak ayam kehilangan induknya

Berbeda dengan sahabat baruku

Yang serba luar biasa

Pintar bertutur kata

Pintar merangkai aksara yang berjiwa

Sopan santun luhur budinya

Bagai langit dan bumi

Ironi yang menyayat hati

Prosa aku tak bisa

Cerpen aku tak biasa

Puisi hanyalah sebuah impian

Bijaksana, sabar, tulus

Asah asih asuh

Kau mainkan jemarimu

Kau mainkan jemarimu

Untuk memberi bekal ilmu

Petuahmu kuingat selalu

Jangan pernah puas

Jangan pernah bosan

Jangan pernah berhenti

Jangan pernah mengeluh

Jangan pernah menyerah

Terima kasih  Master

Jasamu tiada tara

Malam yang hening dan sepi sebagai saksi bisu

Jemariku nemegang pena

Merangkai aksara sepenuh jiwa selesaikan tugas pertama

Ku hanya bisa panjatkan

Doa terbaik untukmu

Kepada yang kuasa

Terima kasih masterku

Agus Istanto,

Surakarta, 20 Juni 2018

[09:48, 21/6/2018] Sam As: Terima Kasih  Masterku

Aku merasa ragu

Aku merasa malu

Aku merasa tak mampu

Bagai anak ayam kehilangan induknya

Berbeda dengan sahabat baruku

Yang serba luar biasa

Pintar bertutur kata

Pintar merangkai aksara yang berjiwa

Sopan santun luhur budinya

Bagai langit dan bumi

Ironi yang menyayat hati

Prosa aku tak bisa

Cerpen aku tak biasa

Puisi hanyalah sebuah impian

Bijaksana, sabar, tulus

Asah asih asuh

Kau mainkan jemarimu

Kau mainkan jemarimu

Untuk memberi bekal ilmu

Petuahmu kuingat selalu

Jangan pernah puas

Jangan pernah bosan

Jangan pernah berhenti

Jangan pernah mengeluh

Jangan pernah menyerah

Terima kasih  Master

Jasamu tiada tara

Malam yang hening dan sepi sebagai saksi bisu

Jemariku nemegang pena

Merangkai aksara sepenuh jiwa selesaikan tugas pertama

Ku hanya bisa panjatkan

Doa terbaik untukmu

Kepada yang kuasa

Terima kasih masterku

Agus Istanto,

Surakarta, 20 Juni 2018

[09:48, 21/6/2018] Sam As: Terima Kasih  Masterku

Aku merasa ragu

Aku merasa malu

Aku merasa tak mampu

Bagai anak ayam kehilangan induknya

Berbeda dengan sahabat baruku

Yang serba luar biasa

Pintar bertutur kata

Pintar merangkai aksara yang berjiwa

Sopan santun luhur budinya

Bagai langit dan bumi

Ironi yang menyayat hati

Prosa aku tak bisa

Cerpen aku tak biasa

Puisi hanyalah sebuah impian

Bijaksana, sabar, tulus

Asah asih asuh

Kau mainkan jemarimu

Untuk memberi bekal ilmu

Petuahmu kuingat selalu

Jangan pernah puas

Jangan pernah bosan

Jangan pernah berhenti

Jangan pernah mengeluh

Jangan pernah menyerah

Terima kasih  Master

Jasamu tiada tara

Malam yang hening dan sepi sebagai saksi bisu

Jemariku nemegang pena

Merangkai aksara sepenuh jiwa

selesaikan tugas pertama

Ku hanya bisa panjatkan

Doa terbaik untukmu

Kepada yang kuasa

Terima kasih masterku

Agus Istanto,

Surakarta, 20 Juni 2018

[09:48, 21/6/2018] Sam As: “Jabat hati di awal jumpa”

Malam ini 20 juni

Malam yang punya cerita tersendiri dalam hidup ini

Malam ini jabat pertama kutambatkan di halaman ini

Halaman yang sudah lama kucari.

 

Ada harap yang kupahat disini,…….indah……cerah..

Ada rindu yang telah merimbun dijiwa ini

Dan malam ini kuhampar bagaikan permadani.

 

Permadani yang tak bertepi…….

Semoga bunga – bunga terpetik jua oleh jemari ini, terangkai, teruntai dan meronakan indah yang syahdu diseluas permadaniku. Aamiin

 

Padamu wahai para piawai, para bijak perangkai makna,

Ijinkan jamari renta ini menumpang otak menggelar haus dan lapar disini.

 

Meski terseok, belepot tak tahu apa kata yang tepat untuk gores demi goresku, hati ini bersikukuh, kekeh butuh

Berikan untukku secuil tempat indahmu.

Biarkan hasrat ini merambat meski teramat lambat.

 

Terimakasih wahai sang piawai

Terimakasih wahai teman

Senyum hangatmu membingkai halaman ini penuh kasih

Rasanya diri ini ada dalam peluk hangat yang pekat penuh ilmu yang ramah.

Semoga kau tangkap jabat awal ini dan biarkan kegenggam erat jabatmu dalam dekap syukur dan terimakasihku teman.

Karanganyar 21062018 03.48.

Srium Sri Umiyati.

[09:48, 21/6/2018] Sam As: Senja yang jingga

By: Cuho

 

Lembayung semurat jingga

Kuterobos jalanan kekuningan

Kutelusuri hiruk pikuk kepadatan kota

Walau lelah kupaksakan

 

Langit terlihat biru keemasan

Awanpun terhilat berkilauan

Kupacu kudaku tanpa aral rintangan

Kuharap sampai ditempat tujuan

 

Malampun beranjak tiba

Langitpun mulai gulita

Lampu jalan pun mulai menyala

Aku masih diantara keramaian kota…..

 

Cimahi,20-6-2018

[09:48, 21/6/2018] Sam As: Seribu bahasa terlukiskan

Sejuta kata sambung menyambung

Kala suasana hati indah bertaut

Dunia terasa faham akan hasrat hati

Setelahnya mengapa?

Meraba lagi untuk berkarya.

Pasokan materi pembuka mata.

Untaian puisi saudara jadi lentera.

Gatal jari untuk mengejakan kilasan perasaan yg selalu bergejolak.

Efayanti _ bukittinggi 21 juni 18

[09:48, 21/6/2018] Sam As: PAK PUJO

 

P_emikirannya ekpresi natural jiwa

A_langkah indahnya syair yang dibawanya

K_reasi pasti karsa pujangga

P_enguntai aksara sarat makna

U_jarnya greget bawa bahagia

J_ernih sejernih telaga surga

O_bat sahabat pelipur lara

 

Selamat menyambut fajar Pak Pujo…

🙏🏻🙏🏻🙏🏻☺☺☺

[09:48, 21/6/2018] Sam As: Assalamu’alaikum

 

Pagi ini terasa cerah.

Biasanya sampai ke segala arah.

Tadi malam kita dapat ceramah.

Materi puisi yang indah.

Bu Elis cantik dan pak Dedi yang gagah.

Ilmunya sungguh sangat meriah.

Tak jemu mereka berpetuah.

Agar ilmunya menjadi berkah.

Sayang aku semalam lengah.

Lupa jadwal jadi Bubrah.

Materi sudah diunggah.

Tamu pulang daku langsung terperangah.

Membuka Wa materi sudah punah…..

 

Ahhhhh…nasib loadingnya juga sangat susah.

Daku menangis hingga pipinya basah.

Hati pun resah

Karena otak gak bisa ngeh….

 

😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

[09:48, 21/6/2018] Sam As: MENTARI

 

Udara sejuk di pagi hari

 

Semilir angin membelai

 

Kau datang malu malu tuk sinari bumi

 

Pancaran ihlasmu tak mengharap ganti

 

cerahkan dunia hingga senja nanti

 

mentari kaulah karunia Ilahi

jadikan bumi ini selalu berseri seri

[09:48, 21/6/2018] Sam As: Alhamdulillah syukur pada Illahi Rabbi

Ada untaian kata hadir di sini

Asma diri berwujud kreasi

Asyik sungguh menarik hati

Adakah malam aku bermimpi

Ada yang hadir untuk menemani

Ajari aku bikin puisi

[09:48, 21/6/2018] Sam As: Untuk semua sahabat di kelas puisi ini

Silahkan berbagi 2 hal kreasi

Sekedar syair latihan diksi, boleh tanpa judul ataupun tanggal dan lokasi.

Sebuah puisi penuh ekspresi, lengkap judul, nama pembuat, di akhir paling bawah tempat lokasi pembuatan dan tanggal.

Karya syair akan jadi referensi.

Karya puisi akan jadi bahan buku antologi.

Jangan ragu wahai sahabat dalam berpuisi.

Setiap sahabat pasti mampu berkreasi.

Saya yakin semua sahabat mulai percaya diri.

Setiap ada karya terbagi, jangan diukur ke dalam diri.

Sahabat segeralah merangkai kata meski belum padat berisi.

Jangan takut atau ragu di kelas ini, di sini kita bersama saling memahami.

Tiada yang merasa diri paling mumpuni.

Teruslah mencoba jangan berhenti.

Salam literasi.

[09:48, 21/6/2018] Sam As: Membuka hari dengan silaunya mentari.

Aah.. panas sekali pagi ini!

Duh, sudah jam 9!

Masih pagi sepertinya,

ku minta waktu pada diri untuk bersabar satu jam lagi.

Sekilas aku melirik jam bertanggal di samping tempat tidurku, dan langsung terlonjak kaget.

Ya ampun! 21 Juni!

Telaaatt…

Terlambatt..

Hari pertama kerjaku yang buruk!

 

Maafkan🙏

[09:48, 21/6/2018] Sam As: Kakek Pengikat Mata Rantai

 

 

Saat mata ini mengintai dunia

Ada sosok tegas penuh kasih

Tangannya merengkuhku dengan penuh iba

Menimangku sembari bersenandung lirih

 

Kakek, begitu aku mengejanya dengan terbata

Kata sulit yang sering kuucapkan

Namun melekat erat dalam semua pinta

Menjadi saksi seorang kesayangan

 

Kakek … mungkin sekarang kita berbeda alam

Berada di dua pusaran dalam diam

Merenda masa yang menjadi suratan

Merajut semua kisah dalam perbedaan

 

Hanya untaian doa yang sanggup mengikat jalinan

Menerobos ke dalam qodho dan qodar Sang Rahman

Mendamaikan kehidupan aku pun beliau

Menyemai rindu kelak di surga bersama beliau

 

Semoga Allah menerima semua amal ibadah beliau

Mengampuni semua dosa beliau

Memberikan tempat terindah di sisi-Nya untuk beliau

Dan menjadikan surga sebagai muara terakhir beliau

 

Aamiin Yaa Rabb…

 

By. Ely Rose

Waru, 21 Juni 2018

07.54 WIB

[09:48, 21/6/2018] Sam As: “KEANGKUHAN”

 

Megah tampak istanamu

Berdiri tegak bertiang kuat

Berlantai kaca dan porselin

Berpagar tinggi sekuat besi

 

Di sana berjajar kendaraan

Di dalam isi garasi….

Dengan nuansa warna

Merk dari berbagai negara

Siap mengantar tuan bepergian

 

Di sakumu tersimpan buku catatan

Catatan rekening tak terbilang

Hingga ke mana harus dihabiskan

Setiap malam keluyuran

Mencari hiburan

Karena hidup tak punya aturan

Tak ada sandaran

Tak ada tujuan

Walau harta bergelimpangan…

 

Tapi….

Nampak di sebelahmu

Bangunan reot dan usang

Tak kau lirik tak kau lihat

Entah makan atau tidak

berkumpul seanak pinak

Kesombongan telah melupakan asalmu

Keangkuhan tlah menjerumuskanmu

Hingga lupa arti kehidupan

Yang diingat hanya kemewahan

Tak berfikir kepulangan

Ke mana akan kau bawa hartamu

Hingga tak pandang ke depan belakang

Sampai ajal menjemput

Maut menanti…

Tak ada bekal pulang

Tak ada amal dibawa

Karena hanya harta yang kau fikirkan….

 

HjNenengHendrayati

SMI, 21-06-18

[09:48, 21/6/2018] Sam As: Sahabat,

Tidak semua puisi dikomentari

Berbeda dengan syair latihan diksi

Puisi bagaikan masakan yang siap dikonsumsi

Sedangkan syair baru sebuah resep inspirasi

Semakin kemari karya semakin mempesona

Sebagai bukti adanya materi dari Mr Dedi sangat berguna

Sahabat marilah berkarya

[09:48, 21/6/2018] Sam As: Syukur kehadirat Illahi

Menjadikan hamba bermanfaat buat sesama insani

Itulah yg dikehendaki oleh Sang Pencipta seisi langit dan bumi

Semoga tidak lupa diri

Itulah doa hamba saban hari

[09:48, 21/6/2018] Sam As: Karyamu kan slalu menginspirasi

Tiada jemu ku menanti

Tuk belajar setiap hari

Mencoba lagi dan lagi

Walaupun belum sesuai kata hati

Semoga menambah semangat diri

[09:48, 21/6/2018] Sam As: Pagi ini indah

Mentari tersenyum menerobos dedaunan

Jingga

Menghangatkan hati

Kususuri jalanan

Bersama kekasih tersayang

Diatas roda dua yang mulai renta

 

Pagi ini indah

Isi hari pergi k sekolah

Setumpuk kertas menunggu

Untuk kujamah

Bersenda gurau bersama tinta hitam

Pagi ini indah

Harus banyak bebenah

Menanti warga sekolah

Berkaki kecil siap melangkah

Ramaikan khasanah

Berlari, melompat main Sondlah

Mengenal budaya khasanah

 

Pagi ini indah

Karunia illahi yang harus senantiasa kusyukuri

 

Saamah

[09:49, 21/6/2018] Sam As: Indah dirasa

 

Pagi ini indah

Mentari tersenyum menerobos dedaunan

Jingga

Menghangatkan hati

Kususuri jalanan

Bersama kekasih tersayang

Diatas roda dua yang mulai renta

 

Pagi ini indah

Isi hari pergi k sekolah

Setumpuk kertas menunggu

Untuk kujamah

Bersenda gurau bersama tinta hitam

Pagi ini indah

Harus banyak bebenah

Menanti warga sekolah

Berkaki kecil siap melangkah

Ramaikan suasana

Berlari, melompat main Sondlah

Mengenal budaya khasanah

 

Pagi ini indah

Karunia illahi yang harus senantiasa kusyukuri

 

Saamah

Cimahi, 21 Juni 18

 

 

Terimakasih P Pujo

[09:49, 21/6/2018] Sam As: Pagi yg indah

Bertemu dengan sahabat semua

Yg selalu hadir dalam untaian kata

Kata yg dirajut laksana mutiara

Selamat pagi sahabat semua

Semoga senantiasa bhgia

Dimanapun berada

Walau tak pernah jumpa

Tpi serasa saudara

Yg selalu hadir dalam dunia maya

[09:49, 21/6/2018] Sam As: Dunia Maya

 

Ceritamu terdengar indah

Dalam lembaran kertas

Penuh warna

Barisan aksara berbaris

Tertata bagai kalung ibu

Bertahtakan mutiara

Ingin rasanya kau lantunkan puisi penuh makna

Kan kunikmati

Dengan hati penuh rasa

Disini

Didunia Maya

Tak kudengar

Indahnya rasa yang bersuara

Kapankah kita dapat bersua

Tuk dengarkan syair-syair

Dalam Nada syahdu

Yang membelenggu tuk syukuri indahnya karuniaMu

Dalam coretan para pujangga yang indah dirasa

 

Saamah

Cimahi, 2 Juni 18

[09:49, 21/6/2018] Sam As: Sahabat penaku B Ani yang ceria

Aku hanya  mencoba

Torehkan pena mengikuti suara

Barlah waktu yg mengajarkan kita

Bersama bimbingan master Dedy sang pujangga

P Pujo yang kian berkelana meninggalkan kita-kita yang terpana

 

PERATURAN KELAS PUISI :

  1. Aktif selama mengikuti kelas
  2. Saat Pembelajaran berlangsung tidak menyela dan mengganggu kenyamanan belajar
  3. Mengajukan pertanyaan sesuai dengan materi yang di sampaikan setelah dipersilahkan oleh moderator
  4. Pelanggaran akan diberikan nasihat
  5. Berpamitan jika hendak keluar dari grup dan tidak diperkenankan lagi memasuki grup
  6. Saling menghargai sesama peserta

7.Tidak mengunggah apa pun yang tidak berkaitan dengan kegiatan kelas

  1. Mengerjakan tugas yang diberikan pemateri.

Belajar adalah proses tiada akhir, kenikmatan didapat saat melalui proses dengan baik.  Ikutilah prosesnya dengan nyaman dan bersahabat.

 

Kelas ini, gratis tanpa bayar.

 

20 Juni 2018

Admin:

Bu Elis

Bu Mimin

Pak Sam

 

Pemateri  Master Dedi Wahyudi

[09:42, 21/6/2018] Sam As: Kakek…

Wajah tampannya masih terlihat dibalik kulit keriputnya

 

Badannya terlihat tegap meskipun usianya sudah

Tidak muda lagi

 

Panas matahari tak kau rasakan kau tetap berdiri di depan gerobak minuman yang kau jual

 

Pulang sekolah ku berlari menghampirimu

Untuk mendapatkan hadiah peluk cium darimu

Dan..minuman segar buatanmu

 

Semua teman ku ajak tuk membeli minuman segar buatan kakek

 

Aku bangga memiliki kakek yang tak pernah mengeluh

Kau selalu tersenyum gembira membuatku selalu bahagia berada di dekatmu..

 

Kenangan itu masih melekat dibenakku

Dan tak mungkin hilang..

 

Kakek..

Maafkan cucumu ini

Yang belum dapat membalas jasamu

Hanya untaian doa yang dapat kupersembahkan untukmu

 

Kakek..

Aku yakin suatu hari nanti kita akan bertemu dan berkumpul kembali

Di tempat yang indah yang selalu kau ceritakan

 

Utami Siti Sundari_ Bandung,20618

 

Terinspirasi oleh @Erni Ekawati

#maaf ya..baru mencoba, berusaha percaya diri🙏🤭

[09:42, 21/6/2018] Sam As: Cucu cucuku

Candamu membuat aku malu

Cerita masa lalu diriku teramat lucu

Cobalah kalian tertawa dulu

Cicak saja ikut tersenyum melihatku

Cemara pun tertunduk tersipu sipu

Cermati apa semua kataku

Catatan pada zaman dahulu

Coretan kakek yang masih lugu

Curahan isi otak yang dungu

Cukup indah kata nenekmu

Cacing menari simbol aksara tulisanku

Cuma itu yang aku mampu

Cemas sungguh hati nenekmu

Cari tahu kemana kepergianku

Cinta kasihnya kepada diriku

Cepat berubah bikin cemburu

Cewek pujaan hatiku

Cantik bagaikan seorang ratu

Cerdik banyak berilmu

Cahaya belahan jiwaku

Ceriwis namun slalu kurindu

[09:42, 21/6/2018] Sam As: DEK COMEL

 

D_irimu laksana lintang kemukus senja

E_lok gempita dalam rumbai langit jingga

K_ilaumu menggugah sang purnama

C_andu senyummu bangunkan tubuh tanpa daya

O_bat mujarab pengusir dahaga rasa

M_ungkinkan syairmu untuk kakak juga dinda

E_ntah rindu ini semakin membara

L_antas menuai hasrat untuk menyapa

 

 

Dek Comel Sayaaanggg… 😘😘😘😍😍😍

[09:42, 21/6/2018] Sam As: Apa ada bapak ku mak

 

 

Kaya apa rupanya🤭

 

 

Bapak membuat ku

 

Jadi  penyair malam

 

Relung malam bercelah membias perapian ungu

Dahagaku  bersingkut

Belati berkarat ikut menatap sendu

Pilu

Bapakku ditelan malam

Bapakku berputar di langit tak berbintang

Sungguh mencekam

Merobek guratan payau

Melepaskan ku dari sutra pembalut diri

 

🤭🤭🤭

 

Astuti Fahruddin #218 :innocent:

Assalamu’alaikum wr.wb.

:innocent::innocent::innocent:

 

Pagi ini terasa indah.

Teriring doa semoga kita semua selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT.

Aamiin :innocent::innocent::innocent:

Pagi nan Sendu

 

Hai, Pagi …

Mengapa kau terasa begitu sendu

Meski kutau tidak selamanya sendumu itu kelabu

 

Teringat apa yang akan kulakukan hari ini

Ya … menunggumu datang … dan juga …

Menunggu mentari menepati janjinya

Janji untuk terus hadir di setiap pagimu

 

Kurasa kau membutuhkan sang rintik hujan

Tapi embun pun cukup manis tuk membuatku menyebutmu sendu

 

Tetaplah ada meski suatu saat nanti aku tidak lagi menantikanmu

 

Hai, Pagi …

Hari ini kau memang terasa sedikit sendu

Tapi kau tetap manis

tanpa rintik hujan

tanpa embun

dan suatu saat nanti …

meski tanpa aku yang merindukanmu

 

:cherry_blossom::cherry_blossom::cherry_blossom::cherry_blossom::cherry_blossom:

Pekanbaru, 13 Juni 2018

:innocent:

 

Agusta

Waalaikumsalam, Amiiin YRA salam silaturahmi dari Jakarta

 

Astuti Fahruddin #218 :innocent:

Agusta

Waalaikumsalam, Amiiin YRA salam silaturahmi dari Jakarta

Salam kenal, Pak … :blush::blush::blush:

Saya dari Pekanbaru, Prov.Riau :relaxed::blush:

 

Agusta

Salam kenal kembali bu Astuti semoga dilimpahkan rejeki dan keberkahan

Alinda Lee

Astuti Fahruddin #218 :innocent:

Saya dari Pekanbaru, Prov.Riau :relaxed::blush:

Pku di mana buk

 

Astuti Fahruddin #218 :innocent:

Agusta

Salam kenal kembali bu Astuti semoga dilimpahkan rejeki dan keberkahan

Aamiin … :innocent::innocent::innocent:

Doa yang sama untuk untuk Pak Agusta dan keluarga …

:innocent::innocent::innocent:

Alinda Lee

Pku di mana buk

Di Tanjung Datuk, Bu …

:blush:

 

Agusta

Amiin YRA, salam kenal untuk semuanya :blush::blush:

 

Dewi Astuti

Pagi Istimewa

DEWI ASTUTI:bouquet::sparkling_heart::tulip:

 

Terurai wajah senang gembira

Menanti kehadiran kemenangan

 

Sejuk  mengikat tubuh terbalut

Cuaca  pagi menyambut  tahta hidup

Menyongsong rasa bahagia

Menepis jalan purnama kemenangan

 

Keutuhan keluarga yang hangat

Menyapa dan menumpahkan suka cita

 

Datang tiang yang kokoh dalam hasrat berbunga

 

Sambut pagi nan bahagia

Simpan hati yang gembira

Berkumpul tuan yang hormat dalam balutan istimewa

 

Bersama pagi yang dinanti menggapai tujuan yang suci

 

Alhamdulillah ..syukur atas segala nikmat Mu

Atas rahmat dan kebesaran  Mu menyambut datangnya pagi yang istimewa:tulip::innocent:

 

Sam Badar

Renungan pagi

 

Jemput kesuksesan kita

 

Sukses dapat diraih oleh siapapun. Setiap kita memiliki potensi untuk menjadi orang yang sukses besar. Menurut Robert T. Kiyosaki, ada beberapa syarat untuk menjadi orang yang sukses besar.

  1. Life style of hard work/ cara hidup kita dari keras kita
  2. Perseverece/Ketekunan dalam berupaya.
  3. Planning/memiliki rencana besar.
  4. Self dicipline/ disiplin diri yang kuat.

 

“Antusiasme, semangat dan kegigihan adalah sebuah modal utama dalam memulai sebuah perjuangan baru untuk mencapai Sukses”.

 

Sulastri Hadijah

Sam Badar

Renungan pagi Jemput kesuksesan kita Sukses dapat diraih oleh siapapun. Setiap kita memiliki potensi untuk menjadi orang yang

:+1::+1:

 

Zarma Makhsing

Iya pak  jauh di mata tpi tetap dekat di hati… maaf bru sempat pegang hp :pray::pray:

 

Astuti Fahruddin #218 :innocent:

Sam Badar

Renungan pagi Jemput kesuksesan kita Sukses dapat diraih oleh siapapun. Setiap kita memiliki potensi untuk menjadi orang yang

  1. Life style of hard work / cara hidup kita dari kerja keras kita.
  2. Perseverence / ketekunan dalam berupaya.
  3. Planning / memiliki rencana besar.
  4. Self discipline / disiplin diri yang kuat.

 

Bismillah :innocent::innocent::innocent: …

 

Makasih, Pak …

 

Prapto Pujo Yuwono

Sam Badar

Renungan pagi Jemput kesuksesan kita Sukses dapat diraih oleh siapapun. Setiap kita memiliki potensi untuk menjadi orang yang

Sukses itu indah, sukses itu megah, sukses itu rejeki, sukses itu bahagia, tapi sukses butuh perjuangan, usaha dan doa.

Mari berpuisi lagi, yang berminat jangan segan gabung kelas puisi

RINDU RINDU RINDU

Karya : Pujo Jenggot

 

R efleksi asa mengharu biru

I mpian bersama dari dalam kalbu

N amanya akan tersebut selalu

D ebaran jantung tiada menentu

U ngkapan sepasang hati kala bertemu

 

R asanya dada makin membara

I nikah derita akibat cinta

N yawa tergadai untuk dirinya

D osa tiada tersesali pula

U ntuk dirinya jiwaku ada

 

R atapan doa Selasa mantra

I mbas jiwa dalam tekanan asmara

N ada irama hasrat berjumpa

D endang kan lagu cerita cinta

U ntaian kata pesona mewarnainya

 

Siapakah yang layak kurindukan

Sosok bayangan dirinya sulit aku lupakan

Senyuman manis selalu dia berikan

Semakin kuat pesona dia ciptakan

Sungguh aku menjadi makin kelabakan

 

Probolinggo, 13-6-2018

 

Nadiyah

Prapto Pujo Yuwono

RINDU RINDU RINDU Karya : Pujo Jenggot R efleksi asa mengharu biru I mpian bersama dari dalam kalbu N amanya akan tersebut sel

Mata tak mampu terpejam

Kerinduan dipersimpangan

Tersesat aku dalam kesunyian~

 

#Justwrite

Samaah

[17:32, 9/6/2018] Bu Samaah: Masih terbayang dalam ingatanku

Kala kau bergelayut dikerubungku

Mengajak pulang karena tak ingin sekolah

Masih terbayang dalam lamunanku

Kala kau sembunyi dibalik gamisku karena tak ingin bermain bersama temanmu

Masih terbersit dalam bayanganku kala Kau tarik tanganku tuk masuk dikelasnya

” Temani aku umi, aku belum berani sekolah sendiri”

Ku usap rambutmu ku kuatkan hatimu bahwa kau bisa sekolah sendiri

” Maafkan umi annaku, umi tidak bisa menunghuimu disekolah, karena umi harus mengajar anak lain”

Dengan berat hati kutinggalkan engkau bersama kawanmu yang sama2  menampakkan rasa khawatir

 

Enam tahun sudah masa itu berlalu

Air mata menetes mengalir di pipi

Kala kau ungkapkan niatmu

Mondok mencari ilmu

 

Kuusap lagi kepalanya

* Benarkah itu nak”

Dengan terbatas ku tanya

Ia mengangguk dengan mantap

Memeluk Kaka nya tanda ia turut serta

Hati terasa pilu

Tapi itu pilihan

kedua anakku untuk menuntut ilmu

Harus rela

Harus kuat

Ku tahan air mata yg mulai menggenangi mataku

Ku tahan

Akhirnya jatuh juga

[17:45, 9/6/2018] Rubaidarose: ☙🍃Rubaidarose☙🍃:

 

 

ELegi Proklamasi

Oleh Rubaidarose

 

 

Bilurbilur penyesalan hadir di rentas temaram,

menyeruah penuh dera dipenantian

 

keratan detik menyisakan menitmenit terbuang.

 

Melerai pinta diantara desau angin, rintik hujan, kemilau pelangi dan lambaian rerumputan

 

Menanti hadirmu dengan rekahan menawan

 

Menyusuri jalan-jalan  kenangan di waktu curian kita

 

Namun pahit harus kutelan

 

Dirimu telah  lama menuju syurga

Saat bendera pusaka 17 agustus dikibarkan

 

Riak air mata tak tertahankan setiap kali serinai proklamasi di kumandangkan.

 

 

Kuansing, 09052018🍃

🌴🌹🌴🌹🌴🌹🌴

[19:49, 9/6/2018] Erni Ekawati: Sang Pemilik Hati

 

Duhai

Sang pemilik hati

Kutahu kau t’lah tetapkan pilihan padanya

Seorang penyayang anak

Bergumul dengan benih-benih generasi penerus bangsa

Dan restu dariku t’lah kau peroleh

 

Sayangnya

Sang pemilik hati seiring jalan tergerus waktu

Dari balik hijab si empunya

Bergelayut cemburu

Menutup netranya

Hingga buaian setan membuka tabir hijabnya

 

Duhai

Sang pemilik hati

Banyak sudah pengorbananku padamu

Tidak hanya materi bahkan kehormatanpun tiada artinya lagi

 

Sedangkan dia dengan mudahnya

Mencaci maki dengan penuh emosi diri

Menghujatku tiada henti tanpa iba darinya

Aku memang hina Dina dan tak lepas dari lumuran dosa

Namun hatiku menang dari engkau

 

Duhai

Sang pemilik hati

Kalau boleh aku pinta

Jangan kau munculkan lagi batang hidungmu

Di depan mukaku

Enyahlah engkau dari dunia ini

Tapi aku

Belajar Kasih sayang

Belajar memaafkan

Belajar tak membenci

darinya bocah kecil

Seorang guru kecil

Sifat benci Angkara murka saling mendendam

Hanya akan merusakkan diri

😁😁😁😁😁

[19:55, 9/6/2018] Erni Ekawati: Malem Minggu

Nangkring di kelas puisi

Setelah hati tercabik senyum terurai di sini

Ketemu kakak2q pelipur lara

Sungguh beruntungnya si comel ini

Dapat kasih sayang sahabat sejati

Tiada dendam tiada iri

Hati saling tertaut walau tak bertatap muka

Bersua secara langsung

❤❤❤❤❤

[21:06, 9/6/2018] Bu Samaah: ‘Harapanku”

Saamah, Cimahi

 

Sepertinya ia baru datang

Namun Kata perpisahan telah terucapkan dalam lembar-lembar kain dipinggir jalan tertiup angin yang kubiarkan

 

Rasanya rindu belum terpuaskan

Padahal diri yang tak mempersiapkan

Sibuk badan dalam pekerjaan

 

Bulan mulia ini akan berlalu tanpa pesan

Apakah kita bisa bersua kembali di tahun depan

 

Rasa sesal kuisi dengan doa yang kupanjatkan

Semoga Allah panjangkan umur

Tuk dapat bersua di tahun depan.

[03:39, 10/6/2018] Dedi Puisi: Waktu Sahur

Mataku masih lamur

Pandanganku masih kabur

Lalu aku pergi ke sumur

Ambil air langsung berkumur

Duduk di kursi lauknya bukan bubur tapi sayur

[03:58, 10/6/2018] Cucu Khodijah: Ku buka mata dan pergi ke dapur…

Niat hati masak sahur

Ternyata tunggu tak ada kayu bakar

Akhirnya aku makan sahur hanya sekedar

[04:02, 10/6/2018] Wan Pa: KISAH SUBUH

 

Kudapati wajahmu di bawah taburan pesta cahaya putih

Masam dalam remangya subuh yang bergegas

diam tanpa aksara dan bahasa

Terkirim isyarat dalam tanya yang menggelayut di hatiku.

Astagfirullah! ingatanku tepat mendarat pada sepotong janji yang terucap pada sepertiga malam!

[04:21, 10/6/2018] Dedi Puisi: Jenggot bukan sembarang jenggot

Jenggot berasal dari Daan Mogot

Pak pujo dan aku juga berjenggot

Hehehehe

[04:23, 10/6/2018] Fitria Linda: Hehe…

Jenggotnya ampuh ciptakan aksara

Jenggot yang selalu penuh inspirasi rasa

Jenggot yang tak lekang oleh masa

Jenggot sebagai sunah dari sang utusanNya

 

👍🏻👍🏻👍🏻😃😃😃

[04:54, 10/6/2018] Fitria Linda: Istiqomah

 

Diri lemah berbalut raga

Penuh dengan jelaga dosa

Menggerogoti seluruh permukaan jiwa

Membuai setiap saat hanyutkan rasa

 

Dosa itu buih samudera

Terbawa riak angkuh manusia

 

Haruskah kita teruskan kesesatan

Hingga waktu diujung kematian

 

Dengar…

Semesta bertasbih

Tapi kita sekujur sukma tak bersih

 

Dengar…

Semesta pun bersujud

Namun cinta duniawi semakin terpaut

 

Kisah subuh…

Berharap kan selalu bertabuh

Pertobatan hati tak segera berlabuh

 

Istiqomah…

Menampar kita untuk selalu berubah

Menjinjing ikhrar yang kan bertuah

Memanen hasil berlimpah ruah

Hingga Allah kelak menjamu kita surga yang berkah

 

 

Aamiin Aamiin Aamiin Ya Robbalallaamiin.

 

🙏🏻🙏🏻☺☺

[05:10, 10/6/2018] Bu Samaah: Wahai para pujangga

Bolehkah aku minta

Ilmu cara menuangkan rasa penuh makna

Yang cantik dan elok untuk dibaca

Biar ketakutan untuk berbagi aksara

Tak ada lagi dalam dada

[05:16, 10/6/2018] Fitria Linda: Tulisan itu adalah raga

Isi aksara adalah nyawa

 

Jangan ragu torehkan hasrat jiwa

Karena sentuhanya sungguh luar biasa

 

Guratan pena tidak mengikat hasta

Tapi membebaskan inspirasi relung sukma

 

Teruskanlah teruskanlah

Tulis ekspresi tanpa takut salah

Karena dirimu adalah syairnya

Berhembus bebas layaknya udara

 

 

SEMANGAT BUNDA… 💪🏻💪🏻💪🏻😃😃😃

[05:20, 10/6/2018] Bu Samaah: Subhanallah sangat menyentuh rasa dalam dada

Dirimu sahabat penyemangat jiwa

Yang selalu memberiku semangat membara

Tuk torehkan pena

Penuhi lembaran angkasa dengan aksara

Terima kasih sahabat

Dirimu sahabat dunia maya

Yang jauh dimata

Namun dekat dalam kata bermakna

[07:09, 10/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Kisah-kisah jiwa ketika rasa kini telah tiada

Mengapa diriku menyesal selagi muda tak pantas bermuram durja meski Hari ini aku tak lagi bahagia hasratku sepi Anganku berduka

Batinku sengsara

[07:10, 10/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: WhatsApp Bisa Tulisan Pesan Tanpa Ngetik, Cukup Ngomong Tulisan Langsung Terketik Sendiri

[07:11, 10/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: 1. Buka aplikasi WhatsApp,

 

  1. Pilih kontak yang akan diajak berkomunikasi melalui pesan,

 

  1. Ketuk pada papan teks satu kali sehingga muncul deretan keyboard,

 

  1. Tekan atau klik lama ikon mikrofon pada bagian paling bawah, bukan di sebelah atas sejajar dengan papan teks,

 

(Dalam mencari mikrofon tersebut, setiap tipe ponsel memiliki letak yang berbeda-beda, bisa di bagian bawah seperti tutorial, atau menyatu di dalam keyboard spasi).

 

  1. Muncul tanda mikrofon hijau, Moms bisa mulai berbicara.

 

Aplikasi secara otomatis akan menerima input suara dari pengguna,

 

  1. Di papan teks akan muncul teks seperti suara yang dikeluarkan, kemudian tekan tombol kirim untuk mengirimnya.

 

Gimana Moms, mudah dan praktis kan?

 

Selain mempermudah pekerjaan, fitur ini diciptakan agar penggunanya tak perlu repot mengetik.

 

Namun dalam penggunaan aplikasi ini, Moms harus pastikan suara dan artikulasi yang dikeluarkan jelas, dan jauh dari kebisingan agar aplikasi dapat mendeteksi dan menerjemahkan suara dengan tepat!

[07:12, 10/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Jangan lupa setting bahasa Indonesia

[07:19, 10/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Selamat mencoba, Jika jari lelah menari

Biarkan lidah saja berbunyi

Silakan berbagi syair puisi

Aksara indah layak dikreasi

Semoga semua membawa arti

[11:42, 10/6/2018] Erni Ekawati: Deru sang bayu

Meniup mesra

Berbisik lirih kerelung qalbu

Berkecamuk membelainya

Menggugah keresahan jiwa

Memaku mematrinya hingga tak berdaya

 

Secercah nuur membingkai

Tersirat Kalam Illahi

Tumbuh kuat

Mencengkeram erat

Meluluh lantakkan segala gejolak

 

Dalam kelemahanku

Tak mampuku tuk berontak

Hanya kepasrahan

tuk menerimanya

Menyibak mimpi

Memberdaya diri atas ridho Illahi

 

Selamat siang duhai sahabat😍😍😍😍😍

[12:53, 10/6/2018] Dedi Puisi: Satu Malam di SURAMADU

Aku bertemu dirimu

Di jembatan Suramadu

Menjadi saksi bisu

Antara kau dan aku

Tak kan terlupa hingga akhir hayatku

Walau malam yang ku lewati bersamamu

Begitu cepat berlalu

Dari pandanganku

Apakah engkau juga begitu

Ku harap jua sama dgn perasaanku

[13:03, 10/6/2018] Rubaidarose: ☙🍃Rubaidarose☙🍃:

PUPUS SEMASA

Oleh Rubaida Rose

 

Desau Angin

Mengiring desaudesau rindu

Desahmu membuncah menautkan keratan detikku

Seakan ada bilurbilur hampa menyeret ke sisi tak berdaya

Meriak bulir air diindah bola mata

Sekalipun rapat dan erat temali di rumpun moleknya

Tetap saja mendera

Dalam Isyarat tak  bergeming

Tak seindah

Kecubung di ujung senja

Kilaunya lenyap

Hanya debudebu tersisa

Di unggukan buku-buku tua.

 

Kuansing.10062018

[14:10, 10/6/2018] Pak Cholid Emen: Bersama semilir sang bayu

Kutitipkan selaksa rindu

Yang kerap menyiksa kalbu

Hingga lidahku pun jadi kelu

Menanggung kerinduan yang tak berkesudahan

Untuk selalu bercengkerama

Dengan teman yang sudah bagai taulan

[15:00, 10/6/2018] Nasrullah: Cinta Dan Do’a

nasrolnasrullah

 

Dari tasbih di tangan ku

Ku panjatkan do’a di setiap sujud ku

Rintihan air mata waktu malam terjatuh di atas sajadah ku

Cinta ini salalu beriringan dengan do’a ku

 

Cinta akan selalu hidup dengan do’a

Rintihan cinta akan berbicara di waktu tengah malam yang sunyi

Di waktu orang terlelap di dalam tidurnya

Cinta dan do’a akan berbicara di atas sajadah yang terbentang

 

Cinta yang suci akan salalu hidup di dalam do’a ku

Do’a yang suci selalu ku panjatkan dengan tasbih  di tangan ku

 

Aceh Utara,31 Mei 2018

[15:38, 10/6/2018] Pak Cholid Emen: Bersama bus yang membawa kita berdua

Pelan namun pasti melaju berkendara

Bulan malam kelima belas membias sinarnya

Entah rasa apa yang sedang berkecamuk di dada

Kau dan aku malam itu

Sudah tak lagi satu dalam rindu

Bersama rintik hujan yang turun satu satu

Pedih

Perih

Ku tatap punggung bus yang ‘kan membawamu

Jauh pergi menguapkan angan dibalik fatamorgana

Yang pernah singgah di sudut hati kita

[18:54, 10/6/2018] Dedi Puisi: SETAJAM LIDAH

Lebih tajam dari silet

Lebih tajam dari keris

Lebih tajam dari pedang

Lebih tajam dari samurai

Lebih tajam dari parang

Lebih tajam dari cangkul

Lebih tajam dari senapan

Lebih tajam dari belati

Lebih tajam dari kujang

Lebih tajam dari senjata apapun di dunia ini

Karimun,10062018

Pukul 17.45 wib

[19:49, 10/6/2018] Harry Agus Y: DOA

 

Harry Agus Yasrianto

 

Di ujung malam

Angin bergulung lembut

Syahdu

 

Dua sajadah

Terhampar sudah

Bersujudlah

seluruh luruhnya

Mengadu

Mengelilingi cakrawala dosa

Membuka satu pertanda

Mengais ampunan

Sang penguasa jiwa

 

Tetaplah jadi bagian dari tahiyat akhirku

Menyentuh semua amarah

Merekah setiap titik sempurna

 

Ya rabb

Inikah semua rasa MU

Pada setiap makna tersembunyi

Di setiap ayat ayat mulia MU

 

Berau, 10 juni 2018

[20:21, 10/6/2018] Harry Agus Y: CERMIN DIRI

 

Harry Agus Yasrianto

 

Gemerlapkan saja malammu

Dengan dzikir, doa dan semua yang berfaedah

 

Gelar saja sajadahmu

Tidak perlu harga mahal, cukuplah dengan niat yang terbungkus oleh keikhlasan

 

Mampukah kita membuka labirin labirin kejujuran

Di hadapan sang khalik

Mengadu setiap perkara

Atau sekedar mencari titik keseimbangan jiwa

 

Pernahkah melangkahi jiwa kita dengan pola hidup Qurani yang sesungguhnya

 

Seberapa sering kita bertahajud

Dalam khusyu

Atau terduduk diam

Mencermati kelemahan diri

 

Sampai kita tersadar, adzan subuh membawa ke hari yang lain

 

Berau, 10 juni 2018

[21:32, 10/6/2018] Bu Samaah: ” Tunggu aku”

Saamah

Siapa yang dapat menahan kepergianmu

Padahal diri ini masih rindu

Dimalam rembulan berselimut awan

Kudekap engkau dengan sejadah panjang

 

Siapa yang dapat menahan kepergianmu

Waktu tak dapat lagi menunggu

Ku tahan engkau dalam relung kalbu

 

Tunggu . Jangan kau pergi dulu

Dudu k disini bersamaku

Ada sedikit waktu untuk menunggu

Mari mendekatiku

Kan kubacakan ayat-ayat cinta penyejuk kalbu tulisan yang tak ragu

 

Tunggu…jangan kau pergi dulu

Kan kubisikan rahasia diriku

Biar pergi bersamamu

Dengan rindu yang menggebu

Yang kau bawa kembali saat bertemu aku diwaktu muliamu

 

Kan kutunggu kamu

Bersama usiaku yang tak tahu sampai batas waktu

 

Salam sayang mengalir bersama air mata dan doa padaMu ya Rabb

Mohon panjangkan usiaku

Tuk dapat bertemu di bulan Ramadhan tahun depan

 

Cimahi, 9 Juni ’18

[05:42, 11/6/2018] Dedi Puisi: Malam Seribu Bulan

Malam yang dirindukan setiap insan

Insan yang beriman

Malam yang tiada bandingan

Pahala yang melimpah ruah yang Allah berikan

Yakin dengan janji Tuhan

Satu malam yang lebih dari seribu bulan

Jangan sepelekan

Malam seribu bulan

Hanya ada di bulan Ramadhan

Lakukan segala aktivitas yang diridhoi Tuhan

Agar memperoleh keberkahan

Dalam kehidupan sekarang dan kemudian

Karimun,11062018

Pukul 06.00 wib

[05:51, 11/6/2018] Wan Pa: Mengenangmu di ujung senja

 

Masih mematung aku dalam lorong yang silam

Mencari jejakmu dalam rekahan zaman

Mengenangmu dalam pudarnya menghargai

 

Hidup sudah banyak berkisah

Alurnya sudah banyak berubah

Namun ajaran sucimu masih mematri dalam ruang penghargaanku

 

Langkahmu dalam doa alam raya

Harum namamu dalam tasbih semesta

Syurgapun merindu dalam beningnya niatmu

 

Makassar, 10 Juni 2018

[08:24, 11/6/2018] Erni Ekawati: Dirimu

 

Dirimu

Seperti hantu

Makhluk tak kasat mata

Membayangi diri disetiap waktu tanpa rasa ampun

Penebar pesona pengusik sukma

 

Dirimu

Hanya insan biasa

Namun mengapa?

Parasmu bagai magnet yang selalu menarikku

Mengusik ketenangan hati

 

Dirimu

Tiada yang istimewa

Tapi mengapa?

Kau menjadi istimewa

Pengisi kehampaan diri ini

 

Dirimu

Apa yang harus aku luapkan?

Rasa rindu menyibak relung qalbu

Asa ingin bersua mendera begitu hebat

 

Dirimu

Selalu ku kenang

Menemani disetiap kondisi diri

Melintasi lorong waktu menggerusnya hingga cepat berlalu

 

Dirimu

Kapankah tiba waktu itu?

Bersua diwarnai canda tawa

Bertatap muka saling berbagi suka duka

Memadu kisah dan kasih

Diri tergelayuti rindu yang tak bertepi

 

Dirimu

Hanya do’a sebagai penyampai pesan

Pada saatnya kita bersua

Pada waktu dan keadaan terbaik

Asapun menjadi nyata

 

Si Comel Cantiiiik

Yogyakarta, 11 Juni 2018

Selamat Pagiiiiiiii sahabat semuanya

😁😁😁😁😁

Salam dari si Comel

😍😍😍😍😍

[08:30, 11/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Diriku

Bukan sekadar hantu

Reinkarnasi jiwa dari masa lalu

Pengumbar pesona di kehidupanmu

Sukmamu dalam gengaman ilmuku

[10:46, 11/6/2018] Dedi Puisi: Panggilan Allah

Sanggupukah kita

Menolak panggilanNya

Sanggupkah kita

Menafikan ajakanNya

Sanggupkah kita

Meragukan seruanNya

Sanggupkah kita

Menghindari keputusanNya

Sanggupkah kita

Berpaling dariNya

Sanggupkah kita

Karimun,11062018

Pukul 10.48 wib

[11:24, 11/6/2018] Nasrullah: Bingkai Hati

nasrolnasrullah

 

Tidak hentinya ku memandang foto mu

Hati ku seperti terbingkai di dalam foto mu

Kapan kah ku dapat melihat langsung wajah mu yang ayu

 

Apakah tiada kesempatan bagi ku untuk berjumpa dengan mu?

Apakah diri ku tidak pasta untuk mu?

Apakah diri ku ini tidak layak untuk mencintai wanita sebaik mu?

 

Mengapa hal ini harus ku alami di dalam hidup ku?

Apakah diri ku tidak pantas untuk di cintai lelah wanita?

Hal itu semua tidak akan membuat diri ku untuk menyerah

Hal itulah yang membuat diri ku kuat untuk mencari sang pebingkai hati ku

 

Aceh Utara,4 Juni 2018

[11:42, 11/6/2018] Bu Samaah: Dijalan penuh sesak

Deru motor mobil menyeruak dikerumunan

Tak sabar tuk melaju dengan cepat

Apa gerangan yg tersirat

Kutanya tak sempat menjawab

Semua sibuk berjibaku dengan waktu

 

Panas.macet penuh sesak  tak kau hiraukan

Besi beroda menjadi tumpuan

Tuk sampai ke kampung halaman

 

Tumpukan dus, koper keresek bersatu dalam genggaman

Sebagai hadiah rasa sayang

Tuk ibunda tersayang

 

Lebaran oh lebaran

Hari yang dinantikan

Bertemu semua orang

Menguatkan silaturahmi, memanjangkan kawan

Beban berat tak kau hiraukan

Bertemu dalam hari nan Fitri

Bersalaman bersihkan hati

Tuk kembali Suci

 

Wass

Saamah

( Mohon kritik dan sarannya)

[11:49, 11/6/2018] Bu Samaah: ” Lebaran”

 

Dijalan penuh sesak

Deru motor mobil menyeruak dikerumunan

Tak sabar tuk melaju dengan cepat

Apa gerangan yg tersirat

Kutanya tak sempat menjawab

Semua sibuk berjibaku dengan waktu

 

Panas.macet penuh sesak  tak kau hiraukan

Besi beroda menjadi tumpuan

Tuk sampai ke kampung halaman

 

Tumpukan dus, koper keresek bersatu dalam genggaman

Sebagai hadiah rasa sayang

Tuk ibunda tersayang

 

Lebaran oh lebaran

Hari yang dinantikan

Bertemu semua orang

Menguatkan silaturahmi, memanjangkan kawan

Beban berat tak kau hiraukan

Bertemu dalam hari nan Fitri

Bersalaman bersihkan hati

Tuk kembali Suci

 

Wass

Saamah,

Cimahi, 11 Juni 2018

( Mohon kritik dan sarannya)

[12:02, 11/6/2018] Bu Ummi Hidayati: Menanti kekasih

 

Tiga purnama, bibir ini basah dengan harapan tentangmu

Ingatan yang tak pernah lekang

Pada jalan yang dilalui

Pada belukar yang samar

Pada Bara yang mencoba diredam

Pada dahaga yang berujung nikmat

 

Semakin dekat..

Harap cemas bisakah jumpa

Masih tersisakah waktu

Masih tersisakah kekuatan raga

Masih tersisakah tangis bahagia perjumpaan

 

Kekasih,

Tak lelah ku menunggu

Pada putaran waktu yang sama

Pada perjumpaan yang sama

Pada perpisahan menyesakkan yang sama

Pada harapan yang sama

 

Kekasih,

Diakhir jumpa saat ini

Aku bisikkan lembut dalam doaku

Ya..Allah

Panjangkanlah umurku

Untuk bertemu dan menghabiskan waktu

Dengan “Ramadhan”

Kekasihku..

 

Blitar, 10/6/2018

Kampung Coklat

Mohon “Krisan”nya

[13:43, 11/6/2018] Cucu Khodijah: Empat tahun yang lalu kau masih bisa menatapku

Empat tahun yang lalu lenganmu masih bisa memelukku

Empat tahun yang lalu kau masih bisa memanggilku

Empat tahun yang lalu masih bisa katakan rindu….

 

Sekarang tatapan itu kosong dan hampa….

Tanganmu yang dulu kuat kini terlulai lemas tiada daya… Panggilanmu kian lirih dan hampir tak ada suara…..

Entah sampai kapan  Semuanya bias tak nyata

 

Kutatap penuh kabut… Redup dan berembun…. Ku tertatih dalam kesendirian…

Meniti hari penuh harap…

 

Cimahi, 10-6-2018

[13:44, 11/6/2018] Cucu Khodijah: Comel, kak rose, kak ida, mr Dedi nanti saya berikan judul untuk coretan di atas

[13:46, 11/6/2018] Cucu Khodijah: #bantu

[17:19, 11/6/2018] Bu Samaah: Puisi

” Rindu untuk anakku”

Kemarin ia masih disini bersama lagu ibu

Kini tak ada lagi disisiku

Pergi melaju mengikuti angin berbaur debu

Hati tak sempat merayu tuk tetap tinggal bersama ibu

 

Ilmu telah menuntut mu berjibaku dengan buku

Lembaran kitab kuning penuh tuntunan

Membawamu takjub pada perilaku hambaNya yang tetkasih

Rosululloh

 

Tahun 3 kali berlalu

Akankah kau datang memeluk ibu

Hanya sesaat kau bisikkan

“Ibu antar aku mencari pondok nun jauh di sana

Tuk aku mendalami ilmu”

 

Anakku…

Bisakah kau sejenak bersama ibu

Melepas rindu

Yang bergelayut menyesakkan dada

Tuk ucapkan kata

” Tinggallah temani ibumu”

 

Anakku…

Kau hanyalah titipanNya

Meski hati seperti disayat sembilu

Tak bisa ku tahan dirimu

Tuk tinggal sejenak bersama ibu

 

Ya Rabb…

Kutitipkan ia padaMu

Kaulah yang memilikinya

Doaku berbaris dalam rangkaian malam sepi yang bertambah sepi

Saamah

Cimahi, 11 Juni 2018

[17:27, 11/6/2018] Cucu Khodijah: Harapan yang tak pernah sirna

By : Cuho

 

Empat tahun yang lalu kau masih bisa menatapku

Empat tahun yang lalu lenganmu masih bisa memelukku

Empat tahun yang lalu kau masih bisa memanggilku

Empat tahun yang lalu masih bisa katakan rindu….

 

Sekarang tatapan itu kosong dan hampa….

Tanganmu yang dulu kuat kini terlulai lemas tiada daya… Panggilanmu kian lirih dan hampir tak ada suara…..

Entah sampai kapan  Semuanya bias tak nyata

 

Kutatap penuh kabut… Redup dan berembun…. Ku tertatih dalam kesendirian…

Meniti hari penuh harap…

 

Cimahi, 10-6-2018

[18:03, 11/6/2018] Nasrullah: Negeri Yang Indah

nasrolnasrullah

 

Negeri yang indah sekarang sudah tak terlihat lagi

Negeri yang damai sekarang tak terlihat lagi

 

Di negeri yang damai ini sekarang sudah banyak pertumpahan darah

Peperangan terjadi di mana-mana

Orang yang tak berdaya menjadi korban peperangan yang tak berakhir

 

Aceh Utara,6 Juni 2018

[19:06, 11/6/2018] Erni Ekawati: Si Asing di Malam itu

 

Guratan rona jingga

Merias langit kala senja

Di bangsal itu

Kumpulan manusia

Berhias wajah ceria penuh sendau gurau

 

Aku orang asing

Memasuki komunitas mereka

Namun bukan itu yang membuat resahnya hati

Seraya gelap gulita melanda

Petanda malam kelam menyelimuti bumi tempat aku berpijak saat ini

 

Hempasan sang bayu menyapu wajah

Hawa dingin mulai menyelinap menggerogoti tubuh hingga ke tulangtulang disetiap ruasnya

 

Suara desahan dedaunan alamat musik mengiringi jejamuan

Ditambah sumbangan suara nyaring dari si jangkrik

Sungguh malam yang menggoda

Aku mulai terpaku saat satu nama terdengar

dari ucapan para insan yang menyibukkan diri menyambut kedatangannya

 

Entah rasa apa yang membawaku padanya

Aku tak mengenalnya namun rasa penasaran dengannya

Erat kuat mencengkram hati

bergulat dengan pikiran seakan tak percaya dengan yang terjadi

 

Malam semakin larut

Pikiran merajam diri

Penantian pun tiba seorang asing pengusik ketenangan

Akhirnya ku dapati dia seolah siratan takdir

 

Saat mata-mata mulai sayu

Suara dengkuran beriringan

Aku masih kuat menatap si asing

Menatapnya dari kejauhan

Aku merasakan ketenangan dan kedamaian menyelimuti

Menghangatkan diri di tengah malam itu

 

Si Comel Cantiiiik

Yogyakarta, 11 Juni 2018 at 19.05

Selamat malam

Salam cantiiiik dari si Comel Cantiiiik

😍😍😍😍😍

[20:06, 11/6/2018] Endang: Lumut dan Penguasa Negeri

 

By. Endang Puspitasari

 

Wahaiii.. penguasa negeri nun diatas sana.

Tengoklah kami yang merunduk kelu.

Mengais umbi para rerumput.

Turunlah.

Sentuhlah kami si para lumut.

Kami berhati lembut.

Kami pekerja keras.

Kami mampu hidup ditengah keringnya bidang batu yang tumpul.

Tapi sekarang, kami butuh sang penguasa negeri mengucurkan air murni dari pipa-pipa besar berharga mahal yang hanya bisa kami lihat dari bawah sini.

Kami haus, Pak.

Kami tak butuh berdebit-debit air untuk kami teguk setiap harinya.

Kami hanya butuh tetesan air bersihmu, yang membuat tubuh kami tetap segar dan sehat.

Tetesan air itu terasa sangat sangat mahal sekarang, Pak.

Air hujan ditempat kami tak lagi bening dan bersih, karena untuk tiba ditempat kami, sang air harus melewati bertingkat-tingkat gedung yang berderet rapat menutupi mata kami dari indahnya awan dan matahari.

Kami sakit, wahai penguasa negeri.

Lumut tubuh kami tak lagi indah menyejukkan.

Tapi sekarang berubah busuk menjijikan.

Wahaii sang penguasa negeri,

Jangan abaikan kami.

Perhatikan hidup kami.

Kaum lumut yang terus bekerja sepenuh hati di tempat sesulit apa pun.

Temani kami.

Perhatikan hidup kami.

Karena kami bisa membuatmu tergelincir di atas tubuh kami yang licin.

[20:23, 11/6/2018] Endang: Karena tema “lumut dan penguasa negeri” itu jauuuh.. dari dunia pendidikan. Puisi ini tercipta karena jengkel air   banyak ngadatnya daripada lancarnya. Kalo pas hujan malah butek karena bercampur lumpur dari pipa yang mungkin bocor di perjalanan air mengalir.🤪😜☺

[20:45, 11/6/2018] Bu Samaah: Ya bunda sama, saya juga baru belajar, pas dimasukkan k grup SGI seperti mendapatkan tempat untuk berekspresi walau belum tahu tekhnik ataupun cara menulis puisi yg baik, pokoknya menulis saja, maafkan bila banyak salah2 , makasih buat semuanya yg hebat2, sahabat supeeeer zupeeer

[21:19, 11/6/2018] Eulis: Dunia                             Dunia itu penuh warna

Dunia itu ramai

Dunia itu sepi

 

Aku terlempar ke dunia yang sepi

Tenggelam dalam lautan yang dalam

Hanyut terbawa gelombang lautan

 

Dingin menyelimuti ragaku

Menggigil seluruh jiwaku

Mencekam dalam dekapan derunya angin.

 

Aku bersimpuh, sujud dan pasrah

Menunggu Sang Khalik

Membawa raga ini ke dunia yang berbeda.

 

Bandung 2062018

By Eliswahid.

[21:21, 11/6/2018] Dedi Puisi: Aku datang lagi

Bukan aku sembunyi

Tapi aku sedang merenung diri

Karena tadi ada yang mati lagi

Setiap hari ada yang pergi

Memenuhi panggilan Ilahi

Sungguh sebuah misteri

Tapi ia pasti

Tak peduli

Siapa saja yang bernyawa akan mati

Seperti apakah aku mati nanti

Kapankah aku mati

Dimanakah aku mati

Semua rahasia Illahi

Karimun ,11062018

Pukul 21.23 wib

[21:22, 11/6/2018] Dedi Puisi: Mulai kelas puisi after lebaran

Seperþtinya nggak sabar ya

Sabar balasanya surga

[21:23, 11/6/2018] Erni Ekawati: Maafkan diri ini

Mr Dedi yang bercanda kelewatan

Bukan maksud hati berburuk sangka

Cuma mau menghibur handai taulan

Sahabat setia yang sudah kangen sama Masternya

Untuk menikmati karya sang Master🙏🙏🙏

[21:49, 11/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Badai aksara menerpa layar datar

Beribu kata terlepas dari para pembelajar

Berkisah hati saling berbagi ujar

Berbagi rasa  kala mengajar

[22:07, 11/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Genderang terdengar membahana di alam raya

Gemuruh makhluk suci bersayap berlomba menemui kita

Gegap gempita suasana serasa penuh pesta

Gaharu menebar aroma khas nusantara menyertainya

Gelap gulita berubah sekejap menjadi bermandi terang cahaya

Gembira jiwa jiwa tulus ikhlas mendapati malam yang teramat istimewa

[22:24, 11/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Bergetar bumi menerima kehadiranmu

Berkilau cahayamu menerangi malam hariku

Berkumandang tasbih di malam itu

Berkumpullah insan insani pilihan menyambut kehadiranmu

Bersatu padu mereka saling mengekang nafsu

Berkejar kejaran sembari berburu

Berharap mendapatkan bisikan kalbu

Bermunajat di penghujung waktu

Berdoa di depan pintu

[22:29, 11/6/2018] Erni Ekawati: Amazing amazing Mr Pujo👍👍👍👏👏👏

[22:32, 11/6/2018] Fitria Linda: KUMANDANG CINTA

 

Renung sang fajar di penghulu senja

Ketika surau itu indah bergema

Desir sang bayu terhenti karena syahdu

Merayu eloknya iman disetiap qolbu

 

Bila dipertanyakan rindu apa ini

Menjerit dan menikam peradaban hitam hati

Terbawa atau terhenti

Atau menunggu maut untuk menghampiri

 

Kumandang itu terdengar…

Menghalau sedu sedan dari riak gelombang sangar

Menghempas jiwa-jiwa yang haus hingar bingar

Membuang dari pikiran-pikiran yang senantiasa berkoar

 

Kumandang itu…

Lima kali setiap waktu

Kita bersujud kepadaMu

Menahan nanar nyeri dosa tersayat sembilu

Terbuai geliat mencengkram merayu

Dunia telah dibuat buta dan bisu

 

Kumandang cinta…

Masihkah kita hiraukan saat itu jua

Kehidupan yang penuh sia-sia

Berkawan kemunafikan dunia

Menjamu arak-arak memambukan sukma

 

Hingga…

Kita terpasung dunia fana

Meronta tapi tetap menikmatinya

 

Kumandang cinta…

Sampai kapan kita tetap mengeja

Gema asmaNya yang selalu agung untuk semesta

Atau cukup tuli rungu kita

Yang masih melenggang merasa puas akan rupa dosa

Keserakahan yang membabi buta

Perzinahan yang tidak terbedakan antara hewan dan manusia

Fitnah keji antar sesama

Atau…

Bunuh membunuh diri tak tau muka

 

Astaghfirullah…

Astaghfirullah…

Astaghfirullahallazim…

 

Dengar…

Kumandang cinta itu masih terdengar

Jauhkan diri dari hingar bingar

Yang berbisik syetan dan iblis berwujud samar

 

Kumandang cinta…

Sujudmu tiada berupa

Dari maha besarnya Allah Sang Kuasa

Namun munajadmu

Titihan air matamu

Tobat nasuhamu

Telah menggetarkan surga

Dan…

Itulah jawaban asa

Dari zikir dan doa

 

 

 

Fitria Linda_#11-06-2018#

[22:40, 11/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Dewi malam berbagi lagi

Dendangkan syair sambil berbagi

Deru napas seakan terhenti

Demi memahami setiap bait puisi

Dengan haru aku resapi

Doa terpanjat kehadirat Illahi Robi

[22:41, 11/6/2018] Dedi Puisi: Setiap hari

Engkau hadir di sisi

Dari detik demi detik

Melintasi tubuh yang tak lagi

Seperti waktu muda dulu

Tak pernah menyerah atau putus asa

Menggigitku

Lumayan sakit tak terperikan

Walau kecil

Sungguh ingin lari dari dirimu

Tapi ku tak bisa pergi

Engkau selalu membututiku

Semaumu

Tak kenal ruang dan waktu

Malam kian larut

Hanya aku sendiri

Berteman sepi

Menulis puisi

Untuk terus berkarya bagi negeri

Karimun,11062018

Pukul 23.00 wib

[22:46, 11/6/2018] Fitria Linda: Syair ini bukan hanya intuisi

Tapi ini bagian dari makna insani diri

Hidup kita hanya berkutat pada dosa duniawi

Semoga kita segera mendapat rahmat dan hidayah Ilahi

 

 

🙏🏻🙏🏻🙏🏻☺☺☺

[22:48, 11/6/2018] Fitria Linda: Sepi bagi penyair adalah raupan inspirasi

Sepi bagi penyair adalah kanvas kreasi

Sepi bagi penyair adalah menuai panen kata maknawi

 

☺☺☺🙏🏻🙏🏻🙏🏻

[22:49, 11/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Syair pengugah jiwa

Syair penuh rangkaian makna

Syair tercipta ungkapan rasa

Syair terbagi buat sesama

[22:50, 11/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Jangan lupa pengalaman saat mimpi ubah dalam kreasi seni berpuisi

[22:54, 11/6/2018] Harry Agus Y: SEPASANG BAJU PUTIH

 

Harry Agus Yasrianto

 

Sayang

Jangan tanggalkan

Baju putih kita

Meski terkoyak waktu

Meski terhunus ruang

Mereka tetap memiliki lembaran lembaran biru kita

 

Coba duduk di sini

Pandangi sepasang baju putih dari berbagai sisi

Pasti akan selalu mengilhami

Mereka setia mengikuti

Perjalanan detik detik kita

Mengemas kesabaran

Dari satu gubuk ke gubuk lain

Menerima apa adanya

 

Meski sering terlupa

Mereka tak pernah menghujat

 

Keseimbangan adalah makna terdalam

 

Pakailah mereka

Di setiap penghujung malam

Walau hanya sekedar melafadzkan doa doa sederhana

Kenakanlah

 

Karena itu adalah mahar pertama kita

Di antara saksi saksi malaikat

Diantara janji janji kita di bawah langit sang penguasa semua jiwa dan hati manusia

 

Berau. 11 juni 2018

[23:03, 11/6/2018] Dedi Puisi: Mata mulai mengantuk

Rasanya ingin pergi kw pulau kapuk

Walaupun masih sibuk

Tugas masih menumpuk

Tapi harus mengumpulkan energi buat hari esok

Makanya aku harus bobok

Selamat malam

[00:16, 12/6/2018] Bu Samaah: “Harapan dipenghujung malam”

 

Tak seperti biasanya

Ada getaran sedih dalam jiwa

Kala syair indah dibaca dalam dekap mesra para ulama

Kuresapi setiap ayat yang dibaca

Tanpa kutahu arti dan makna

Tak terasa air mata mengalir membasahi kerutan wajah yang semakin menua

Akankah pagi kujelang untuk bersua dihari nan fitri penuh makna

Walau itu berarti suatu pertanda

Saatnya tiba kau kan pergi jua

 

Wahai sang bulan yang penuh barakah

Jangan kau lambaikan tangan tanda berpisah

Jangan kau bisikkan ada kawan baru yang datang

 

Jangan kau tinggalkan kami dalam kesendirian

Biarlah kau tetap disini menemani

Bersama kami para pencari Rido Illahi

Dalam tenggadah tangan-tangan banyak permintaan

Dalam rasa malu memintaMu tuk kabulkan segala keinginan

 

Ya Rabb…

Satu malam mu bagai seribu bulan

Akankah kugapai dalam kesunyian

Bertemankan bintang-bintang

yang bersinar terang

Mengawal datangnya malam Lailatul Qadar

 

Ya Rabb…

Jangan Kau tinggalkan aku dalam kehampaan

Ketuklah pintuku

Tuk menyambut kedatangan

malam indah bertemankan ribuan ampunan dan.maggfirahMu

Banyak harapan kugantungkan

Ya Rabb…

Jangan kau katupkan mata ini

Biarlah ia menunggu diujung waktu yang syahdu

Dengan balutan busana putih yang tak.lagi putih karena dimakan waktu

Dan hamparan sajadah yang memudar tanpa sadar

 

Banyak pesan yang disampaikan padamu

wahai bulan malam bertemankan bintang

Sampaikan salamku pada dia yang mengucapkan kata perpisahan

Salam rindu yang tak kesampaian

Kabarkan aku bilakan datang

Kan kusiapkan aneka hidangan

Tuk menyambutnya di tahun depan

Dengan harapan

Ya Rabb… panjangkan usiaku tuk bersua di Tahun yang akan datang

Aamiin

Saamah, 11 Juni 2018

[00:16, 12/6/2018] Bu Samaah: ” Satu rindu tergantikan”

Kunantikan malam ini datang

Menemani anakku yang pulang malam-malam

Diantar laju kendaraan panjang yang berhenti di setiap perhelatan

Jangan tertidur anakku

Jagalah matamu dari kantuk yang menggelayut

Turunlah tepat dilembaran

ayahmu  menunggu karena rindu

Rasa dingin tak ia hiraukan menjemputmu dengan kepenatan

 

Satu Rindu tergantikan

Dua pergi yang lain datang

Walau tak lama kau berdiam

Menemani ibumu dalam kesepian

 

3 jagoanku tak lagi menggelantung dalam gamis-gamis panjang berwarna kusam

Mereka terbang bersama angan dan harapan

Meraih masa depan

Bersama zaman penuh tantangan

 

Hanya doa yang dapat kulantunkan

Mengiringi jalan penuh rintangan

 

Wahai anakku

Kuatkan iman

Didepan banyak godaan yang menantang

Pegang lah Al Qur’an sebagai pedoman

Agar lurus kau jalan k depan

Saamah, malam 12 Juni 18

( Menunggu kedatangan buah hati kuliah disemarang) maaf curhatan hati yang akan ditinggal 3 jagoannya menuntut ilmu 😭😭😭

[05:28, 12/6/2018] Harry Agus Y: WAKTU

 

Hary Agus Yasrianto

 

Kabut tersebar

Menyusuri lembutnya angin subuh

Disoroti lampu kuda besi

Diantara himpitan sisa sisa kemesraan kita

 

Perlulah pengganggu

Erat pun tak akan ku bertanya

Sembunyikan saja wajah ayu itu di belakang punggungku

Akan aku teorbos

Desau angin jahat yang melintas

 

Starter, gas menderu deru bahagia

Mengejar ryang

Meniti waktu

Subuh belum juga berkumandang

Biar saja

Kita hadirkan sunnah

Berdoa bersambung

Diantara hati yang terjaga

 

tunggulah aku di parkir jiwamu, sayang

Akan ku untai doa doa terbaik

Untuk semua harapan kita

Di waktu Subuh yang segera menentukan

Doa terbaik mana yang diijabah sang pemilik jiwa

 

Berau, 12 juni 2918

Dedi Gdn

Ku tunggu hujan reda

Aku masih di sini saja

Kan ku tunggu untuk berapa lama

Meskipun hingga waktu senja

Alhamdulilah ku punya saudara

Yang sama hobinya

Menulis puisi untuk negeri tercinta

Di kala hujan masih belum reda juga

Terus mengguyuri kota

Kota kelahiran hamba

Di perbatasan Malaysia dan Singapura

Terima kasih telah menjadi penggemar hamba

Hamba pun begitu juga dengan tuan hamba

#sangpenyairberjanggut

Dedi Gdn

Sampai kapan aku menunggu

Untuk tiba di tempat itu

Hujan pun turun dan  berlalu

Untuk aku berangkat ke tempat tugasku

Tapi aku masih sendiri di tempat itu

Sampai kapan aku harus menunggu

Tiada berita atau kabar terbaru

 

Prapto Pujo Yuwono

Menunggu termangu-mangu

Menanti sesuatu akan berlalu

Merindu hadir di tempat kerjamu

Meniti karir demi semua harapanmu

Mengukir prestasi bagi negerimu

Mengais rezeki  untuk keluargamu

Mari sahabat kutemani dirimu

Mengusir risau kalut dan jemu

 

Nurlela S

Terima kasih ku hadirkan buat teman ku

Aku hanya insan biasa

Selalu haus akan cahaya kebaikan

Cahaya yang akan membawa kita ke tempat tujuan yang diidamkan.

Temanku….

Aku penuh kekurangan

Bantulah aku untuk menutupi kekuranganku

Semoga kita selalu bergandeng tangan.

 

Hj Neneng Hen

Waktu belum memberi ruang untukku

Walau keinginan begitu menggebu

Harapan bersatu merangkai kata

Dalam sebait kalimat bicara

Mengungkap asa yang merona…

Eva R joined group via invite link

Bapaky Ivan joined group via invite link

Dek Yuni joined group via invite link

Ririn Nusantari joined group via invite link

Ramilah Rahman changed group photo

 

Ramilah Rahman removed group photo

Ramilah Rahman changed group photo

 

Ramilah Rahman removed group photo

Ramilah Rahman changed group photo

 

Ramilah Rahman changed group photo

 

Yurniati Moenir joined group via invite link

Bu Suprapti Baru joined group via invite link

Mimin Mintarsh changed group photo

 

Pak Rio SDLB joined group via invite link

Ida Ruwaidah joined group via invite link

 

Prapto Pujo Yuwono

Meski Copas, bisa jadi bahan syair juga

Tidak ada

*”orang baik”*

yang tidak punya

*masa lalu*,

Dan tidak ada

*”orang  jahat”*

yang tidak punya

*masa depan*.

 

Setiap orang memiliki

*kesempatan*

yang sama untuk

*berubah menjadi lebih baik*.

 

Bagaimanapun masa lalunya dahulu,

sekelam apa lingkungannya dulu,

dan seburuk apa perangainya di masa lampau.

 

Berilah kesempatan seseorang untuk

*berubah*.

 

Karena,

*”seseorang yang hampir membunuh Rasul pun”*

kini berbaring di sebelah makam beliau. :

*Umar bin Khattab.*

 

Jangan melihat seseorang dari masa lalunya..

*”Seseorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun”*

akhirnya menjadi pedang-nya *Allah Swt* :

*Khalid bin Walid*

 

Jangan memandang seseorang dari

*status*

dan

*hartanya*,

karena

*sepatu emas fir’aun berada di neraka*,

sedangkan

*terompah Bilal bin rabah terdengar di syurga.*

 

*Intinya*,

 

Jangan memandang

*remeh*

seseorang karena

*masa lalu*

dan

*lingkungannya*,

karena

*bunga teratai*

tetap

*mekar cantik*

meski tinggal di air yang kotor.

 

Maka untuk jadi

*hebat*

yang diperlukan adalah

*kuatnya tekad dan keberanian*.

 

Tak perlu pusingkan masa lalu,

tak perlu malu dengan tempat asalmu,

jika kau mau.

 

Kau bisa menjadi laksana

*bunga teratai*

yang tinggal di air yang kotor namun tetap

*mekar mengagumkan*.

 

*Berubah*

dan

*bangkit*

jauh lebih

*indah*

dari pada

*diam*

dan hanya

*bermimpi*

tanpa melakukan tindakan apapun.

 

*INGATLAH!!!*

 

Jika semua yang kita

*kehendaki*

terus kita

*miliki*,

dari mana kita belajar *Ikhlas…*?

 

Jika semua yang kita

*impikan*

segera

*terwujud*,

darimana kita belajar

*Sabar…*

 

Jika setiap

*do’a*

kita terus

*dikabulkan*,

bagaimana kita dapat belajar

*Ikhtiar…*

 

Seorang yang dekat dengan

*Allah*,

bukan berarti tidak ada

*air mata…*

 

Seorang yang tekun

*berdo’a*,

bukan berarti tidak ada

*masa² sulit…*

 

Biarlah

*Sang Penyelenggara Hidup*

yang berdaulat sepenuhnya atas kita,

karena hanya

*Dia-lah/ ALLAH SWT*

yang tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan yang

*Terbaik..*

 

Tetap

*SEMANGAT…*

Tetap

*SABAR…*

Tetap

*IKHLAS…*

Tetap

*SYUKUR…*

Tetap

*BERDOA…*

Karena kamu sedang kuliah di *_UNIVERSITAS KEHIDUPAN…_*

 

Orang yang

*Hebat*

tidak dihasilkan melalui

*Kemudahan, Kesenangan, dan Kenyamanan…*

 

Mereka dibentuk melalui

*KESUKARAN, TANTANGAN*

dan bahkan

*AIR MATA*..

Iin Endang W joined group via invite link

Asep Rudini joined group via invite link

Dewi Astuti joined group via invite link

Min Rosmini joined group via invite link

Sartini joined group via invite link

Odang joined group via invite link

B’Rida joined group via invite link

Septarini joined group via invite link

Dindin/bu Asri joined group via invite link

Astuti Fahruddin joined group via invite link

Faliha Mahnur joined group via invite link

Miftakhul Choir joined group via invite link

Icha joined group via invite link

Farida joined group via invite link

Farida changed group photo

 

Farida removed group photo

Mimin Mintarsh changed group photo

 

IIN MUTMAINAH joined group via invite link

Titin P joined group via invite link

Sam As joined group via invite link

Ayunin joined group via invite link

Rosmini K joined group via invite link

Jamaludin joined group via invite link

Ilangsari joined group via invite link

Ika Endayanti joined group via invite link

Neneng joined group via invite link

Syam TKMS joined group via invite link

Nastang joined group via invite link

MUH. AMIN R joined group via invite link

Ludzfia A joined group via invite link

Ahmad Faozan joined group via invite link

 

Hartini Hamzah

” Pagi ”

Semburat merah merona

Muncul sedikit di balik bukit

Seutas senyum merekah menyapa

Sambut pagi tiba tersekat

Kutatap sejenak sinar merahmu

Kudekap hatiku yang kian merekah

Sambut pagimu  tersenyum padaku

Temani diriku merajut asa tiada keluh

Adakah kawan yang lama tak jumpa

Akan kutemui bersama harapan

Bersama merangkai kata kata

Tersusun rapi penuh ujaran

Yang tak akan pupus oleh tita…

Ronny joined group via invite link

 

Prapto Pujo Yuwono

Sendu

Terlipat wajah penuh haru

Tertunduk saat sang surya bercokol di langit biru

Terkulai lemas di pembaringan kamarku

Teringat pesan terakhir darimu

Terjajar rapi kata mengharu biru

Terbakar api penuh cemburu

Terpesona ujar sosok perayu

Terjebak dalam hubungan semu

Ternyata vonis kau jatuhkan padaku

Terima kasih sayang kau telah mewarnai hidupku

Tersakiti aku tertunduk malu

Terbuai rasa diri merindu

Terjangkiti derita hati nan sendu

Terasa pedih mata semakin sayu

Terbujur badan jiwa semakin layu

Maafkanlah semua kesalahanku

 

Hj Neneng Hen

“Sahabat dan Teman”

 

Sahabat adalah teman

Teman adalah sahabat

Melangkah bersama teman yang jadi sahabat

Di mana?

D mana-mana…

Kala suka

Kala duka

Kala sedih

Kala bahagia

Kala butuh

Kala mau menemani…

 

Sahabat adalah teman

Teman adalah sahabat

Tak kan jauh

Tak kan melupakan

Tak kan meninggalkan

Tak kan pergi

Dia ada

Dia hadir

Dia menemani

Di mana?

Di hati

Di sisimu

 

Sahabat adalah teman

Teman adalah sahabat

Aku butuh kamu

Aku mau kamu

Aku perlu kamu

Aku selalu rindu kamu

D mana?

D hatiku

Di sisiku

 

Teman saling mengisi

Teman takkan melukai

Sahabat tak kan pernah berkhianat

Sahabat akan mengalah

Sahabat akan selalu bersama

Sampai maut memisahkan….

 

(Buat teman dan sahabatku semua)

 

Prapto Pujo Yuwono

Hj Neneng Hen

“Sahabat dan Teman” Sahabat adalah teman Teman adalah sahabat Melangkah bersama teman yang jadi sahabat Di mana? D mana-mana…

Wow, mantap

Sahabat membuat kita makin hebat

Sahabat mampu memberikan banyak semangat

Sahabat bisa membuat kita selamat

Sahabat hadir dengan beribu manfaat

Sahabat solusi masalah saat beda pendapat

Sahabat meski jauh terasa engkau teramat dekat

Sahabat selalu ingin berbagi tempat

Sahabat bersamamu aku bermasyarakat

Sahabat kita berjanji saling bersepakat

Sahabat lindungi aku dari nafsu yang jahat

Sahabat engkau paling terhormat

Darinda Sofia Tanjung joined group via invite link

 

Dewi Astuti

Sahabat adalah teman

Sahabat  mendoakan orang orang dekat kita

Sahabat kapan pun hadir tdk mengenal keadaan

Sahabat adalah jiwa dan ruh

Sahabat abadi selamanya

Sahabat guru ikhlas yang  selal mendoakan dan berbagi kebaikan

Sahabat cita dan cinta *kebersamaan*

Sahabat merindukan kekuatan semua dukungan

*Sahabat* tak ada yg membandingkan

Sahabat pilur doa kebaikan  dan saling dukungan

Sahabat trs terjalin kekeluargaan

Sahabat tiada tara dan jarak

Sahabat mulia hatimu..

:sparkling_heart::bouquet::cherry_blossom::cherry_blossom:

Hasanuddin Daeng Ngeppe joined group via invite link

Fitria Linda

PELANGI DI LADANG RINDU

 

Kusambut rinau hujan di padang penantian

Kala sekar kantil membuai aroma wewangian

Semerbak itu mengingatku akan relung kesunyian

Merenggut erat seluruh senyuman

 

Ilalang itu menjamu sang bayu

Dengan semilirnya lembut mendayu

Menggeliatku dari gerahnya musim tahun lalu

Menimang hasrat untuk bangkit dan memanen madu

 

Rindu…

Diam membungkam rapat dan membisu

Memahat hati dalam lekuk-lekuk sendu

Bersenadung dalam dawai asmara usang beradu

 

Jika kukaramkan bias rasa

Kan kuumpat jerih perih asmara

Mengerat batin yang lebam terluka

 

Pelangi di ladang rindu…

Menyiangi ambang batas sukmaku

Ibarat lembayung senja bernyanyi syahdu

Gemulai manja sang penyair pilu

Menyunting bidadari elok nan ayu

 

Pelangi di ladang rindu…

Bersyair dikala sang prabu rindu sang ratu

Keribaan dua jiwa saling menyatu

Berikhtiar janji seperti sepasang merpati

Menghias istana di samping rinjani

 

Pelagi di ladang rindu…

Kumohon denting kidung kinanthi

Bersama perahu asmara dan bawa aku pergi

Mempersunting sang pemuja hati

 

Pelagi di ladang rindu…

Biarlah ronamu hiasi kanvas jingga

Memainkan harpa beriringan sayap-sayap dewa

Menabur benih segala rasa

Mengecup lembut harapan dan asa

Bercengkrama bersama imaji tetembangan cinta

 

 

 

Fitria Linda K_#28^05^2018#

Dedi Gdn

Malam ini

Hamba bersilaturahmi

Bersama rekan2 alumni

Sewaktu menjadi siswa dan siswi

Ketika dahulu

Karena sudah lama tidak bertemu

Tersimpan rasa rindu di dalam kalbu

Tak terasa waktu cepat berlalu

Ketika bertemu

Banyak cerita mengalir saat itu

Sungguh berubah dari penampilan dan tingkah laku

Walaupun begitu

Silaturahmi tetap terjaga setiap waktu

Itulah harapku

Karimun ,29052018

Pukul 21.30 wib

Sam As

Renungan pagi

 

Sodaraku ingat HIKMAH berikut ini:

 

Yang singkat itu WAKTU

Yang dekat itu AJAL

Yang berat itu AMANAH

Yang sulit itu IKHLAS

Yang terindah itu SALING MEMAAFKAN

 

Prapto Pujo Yuwono

Sam As

Renungan pagi Sodaraku ingat HIKMAH berikut ini: Yang singkat itu WAKTU Yang dekat itu AJAL Yang berat itu AMANAH Yang sulit i

HIKMAH

H idayah  Yang Maha Esa

I lmu bakal para manusia

K halifah pilihan pengguna dunia

M akhluk pilihan calon pengguna surga

A mal baik jadikan pahala

H amba mulia yang senang berdoa

Gita Ast joined group via invite link

 

Prapto Pujo Yuwono

Karena kita masih menjadi manusia, betapa kesalahan kata atau ucap mengundang salah paham, terkadang menjadi bibit terbitnya dendam, benih perbuatan kesukaannya setan, akar dari berbagai masalah, batang dari beragam amarah, berdaun penyesalan, berbuah penderitaan.

Dedi Gdn

Literasi Tiada Batas

Membaca dan menulis

Selagi masih bernyawa

Selagi masih berada di alam buana

Selagi masih diberi nafas oleh yang Maha Esa

Selagi masih menjadi manusia

Literasi tak kenal siapa atau rupa

Literasi tak kenal suku bangsa

Literasi ukuran standar sebuah negara

Marhani Andis joined group via invite link

St Hasriany joined group via invite link

Ratna Sari Dewi joined group via invite link

Padiah joined group via invite link

Verawati Vera joined group via invite link

Lastri sumbawa joined group via invite link

Firdausiyah Abushiri joined group via invite link

Yuliaf joined group via invite link

Christina Damayanti left group

Musyarofah Rofah joined group via invite link

Sartini left group

Ani Puji Astuti joined group via invite link

Neneng Rohani joined group via invite link

Marlina Abdullah-180 joined group via invite link

Rurun Bariroh joined group via invite link

Desi Wulandari joined group via invite link

Chichi joined group via invite link

 

Prapto Pujo Yuwono

COMMITMENT

 

C intai dunia karena kita manusia biasa

O bat derita dunia cuma materi saja

M anusia biasa berakhir sengsara

M erajakan nafsu manusiawi juga

I nsan biasa yang selalu merasa  kurang saja

T iada guna hidupnya sia sia pula

M enghamba Yang Maha Esa

E konomi bukan lagi masalah utama

N afsu tiada pernah jadi rajanya

T akwa pada Nya jadi jalan utama

 

M anusia khalifah dunia

A manah memegang janjinya

N amanya terkenal pula

U sianya meski sebentar saja

S iapapun senang dengannya

I barat sosok paling mulia

A llah menyertai dunia akhiratnya

 

Pujo jenggot

Melani Hafizah joined group via invite link

Tika joined group via invite link

Mazdaru joined group via invite link

Binti Masruroh joined group via invite link

Endang S joined group via invite link

Dedi Gdn

SEBELUM DAN SESUDAH

Menulislah engkau

Sebelum engkau tak bisa lagi menulis

Membacalah engkau

Sebelum engkau tak bisa lagi membaca

Mendengarlah engkau

Sebelum engkau tak bisa lagi mendengar

Berbicaralah engkau

Sebelum engkau tak bisa lagi berbicara

Karimun,03062018

Pukul 11.28 wib

 

Prapto Pujo Yuwono

Sesudah

Sesudah kau tahu menulis aksara

Segeralah kau buat sebuah karya

Sesudah kau tahu membaca

Secepatnya kau suarakan pada dunia

Sesudah kau bisa berbicara

Syukurilah dengan lantunan doa

 

ROSE

Apa kabar hai tuan guru?

Rindu lama tak berbagi ilmu

Termanggu dan pilu

Menunggu kabarmu

Semoga ceria menyergap mu

Berbingkai senyuman syahdu

Dalam iringan memenjara ragu

Melewati hari sepi itu senyumanmu

Candamu

Tawamu

Menyatu dalam balutan waktu

Salam semangat buat mu

Tuan guru:blush:

Alhamdulillah

Hadirmu hilangkan resah dan lelah

Senyumu merekah indah

Sapamu menambah berkah

Hilang asa mendesah

Yang tersisa rasa ingin bermesrah

Bersama mu adik ku yang penuh dengan hikmah

Ririn Majore joined group via invite link

 

ROSE

Tuan guru

Kami menamai mu

kupatri dalam balutan  waktu

Meski berlalu tak akan jemu di relung hati ku

Menemukan mu

Anugerah terindah dalam hidup ku

Kemana lagi akan membuang sisa waktu

Buatku hanya menerbangkan pena bersama mu

Bingkai ilmu akan kusatupadu

Kuserakan dalam bentuk terindah dalam buku

Dunia akan tau siapa  diri muu

 

Binti Masruroh

ROSE

Alhamdulillah Hadirmu hilangkan resah dan lelah Senyumu merekah indah Sapamu menambah berkah Hilang asa mendesah Yang tersisa ra

Alhamdulillah aamin

Hilangku dirindukan

Oleh kakak tersayang

Meski belum pernah bertemu pandang

Serasa dekat dihadapan

Terimaksih kakak

Hati rasa tersanjung

Oleh untaian kata

Kata yg indah

Semuanya menjadi berkah

 

Prapto Pujo Yuwono

SESAL

Karya : Pujo jenggot

 

Sedih

Mengapa mulutku tak terkontrol

Meski sekadar terucap kata hambar

Serasa lenyap seketika tanpa kuduga

Senyum manis berubah muka masam

 

Luka

Mungkin kataku membuatmu terluka

Luka batin seorang wanita

Menu istimewa tercemar saat berbuka

Sungguh engkau sangat berduka

 

Sesak

Selera hilang suasana pun rusak

Terdiam tanpa berkata  kata

Tersudut di bangku pojok

Termanggu sambil membisu

 

Sakit

Jiwa tergores tanpa sengaja

Batin merintih tiada terkira

Pikiran melayang entah kemana

 

Maaf

Hanya ini yang mampu kuucap

Hapuslah rasa sedihmu sayang

Hambar, bukan maksudku mencela masakanmu

Hanya lidahku terlampau jujur saja sayang

Hilangkan asam raut mukamu sayang

Hentikan rasa kesalmu bersandarlah padaku sayang

Hatiku selalu abadi untukmu

Hari tuaku juga untuk bersamamu

 

Probolinggo, 3-06-2018

Lena joined group via invite link

B Rumini joined group via invite link

Muhammad Nur joined group via invite link

Dedi Gdn

Menanti berbuka di sore hari

Ku tuangkan curahan hati

Lewat rangkaian kata2 dalam puisi

Menyapa sahabat guru di kala ini

Semoga sehat selalu dibawahan lindungan Illahi Robbi

Selalu begitu setiap hari

Hingga sampai waktu ajal menghampiri

Yusmawati Tim GGDN :tulip: invited Selamet Nurjaya

Dian Marlianti joined group via invite link

 

Chichivia @like

ANTALOGI RAMADHAN

 

:leaves::star2:BILA WAKTU :star2::leaves:

By.@ChichiePapua

 

Andai waktu bisa ku atur

Maka kan ku atur kembali waktu engkau suarakan kumandangmu

 

Akan ku tunjukkan pada dunia bahwa akulah orang yang paling bahagia

Yang bisa mengisi hari mu

 

Bila waktu bisa ku putar

Maka aku akan meminta Mu

Tuk bawa aku slalu dalam Ramadhan Mu

 

Bila waktu bisa meuntunku pada cinta

Mencintaimu akan mengalahkan egoku

Mencintaimu mengalahkan logikaku

Mencintaimu mengalahkan nafsu duniaku

 

Bila waktu bisa bicara

Kan ku bisikkan dalam desahku

Ijinkan ku mencintaimu dalam hayal dan anganku

Ijinkan ku mencintaimu dalam diam seribu rasa

 

Bila waktu memilihku dengan seribu cinta

Menyelam dalam lautan jiwa

Jiwa yang penuh dosa

Ijinkanku bersimpuh meluruhkan segala dosa

 

Nabire, 04 Juni 2018

@MyInspiration21

 

Rasidin Doeany

Chichi

ANTALOGI RAMADHAN :leaves::star2:BILA WAKTU :star2::leaves: By.@ChichiePapua Andai waktu bisa ku atur Maka kan ku atur kembali waktu engkau

[👍 Sticker]

[💪 Sticker]

 

Hartini Hamzah

” Pagi ”

Semburat merah merona

Muncul sedikit di balik bukit

Seutas senyum merekah menyapa

Sambut pagi tiba tersekat

Kutatap sejenak sinar merahmu

Kudekap hatiku yang kian merekah

Sambut pagimu  tersenyum padaku

Temani diriku merajut asa tiada keluh

Adakah kawan yang lama tak jumpa

Akan kutemui bersama harapan

Bersama merangkai kata kata

Tersusun rapi penuh ujaran

Yang tak akan pupus oleh tita…

Ronny joined group via invite link

 

Prapto Pujo Yuwono

Sendu

Terlipat wajah penuh haru

Tertunduk saat sang surya bercokol di langit biru

Terkulai lemas di pembaringan kamarku

Teringat pesan terakhir darimu

Terjajar rapi kata mengharu biru

Terbakar api penuh cemburu

Terpesona ujar sosok perayu

Terjebak dalam hubungan semu

Ternyata vonis kau jatuhkan padaku

Terima kasih sayang kau telah mewarnai hidupku

Tersakiti aku tertunduk malu

Terbuai rasa diri merindu

Terjangkiti derita hati nan sendu

Terasa pedih mata semakin sayu

Terbujur badan jiwa semakin layu

Maafkanlah semua kesalahanku

 

Hj Neneng Hen

“Sahabat dan Teman”

 

Sahabat adalah teman

Teman adalah sahabat

Melangkah bersama teman yang jadi sahabat

Di mana?

D mana-mana…

Kala suka

Kala duka

Kala sedih

Kala bahagia

Kala butuh

Kala mau menemani…

 

Sahabat adalah teman

Teman adalah sahabat

Tak kan jauh

Tak kan melupakan

Tak kan meninggalkan

Tak kan pergi

Dia ada

Dia hadir

Dia menemani

Di mana?

Di hati

Di sisimu

 

Sahabat adalah teman

Teman adalah sahabat

Aku butuh kamu

Aku mau kamu

Aku perlu kamu

Aku selalu rindu kamu

D mana?

D hatiku

Di sisiku

 

Teman saling mengisi

Teman takkan melukai

Sahabat tak kan pernah berkhianat

Sahabat akan mengalah

Sahabat akan selalu bersama

Sampai maut memisahkan….

 

(Buat teman dan sahabatku semua)

 

Prapto Pujo Yuwono

Hj Neneng Hen

“Sahabat dan Teman” Sahabat adalah teman Teman adalah sahabat Melangkah bersama teman yang jadi sahabat Di mana? D mana-mana…

Wow, mantap

Sahabat membuat kita makin hebat

Sahabat mampu memberikan banyak semangat

Sahabat bisa membuat kita selamat

Sahabat hadir dengan beribu manfaat

Sahabat solusi masalah saat beda pendapat

Sahabat meski jauh terasa engkau teramat dekat

Sahabat selalu ingin berbagi tempat

Sahabat bersamamu aku bermasyarakat

Sahabat kita berjanji saling bersepakat

Sahabat lindungi aku dari nafsu yang jahat

Sahabat engkau paling terhormat

Darinda Sofia Tanjung joined group via invite link

 

Dewi Astuti

Sahabat adalah teman

Sahabat  mendoakan orang orang dekat kita

Sahabat kapan pun hadir tdk mengenal keadaan

Sahabat adalah jiwa dan ruh

Sahabat abadi selamanya

Sahabat guru ikhlas yang  selal mendoakan dan berbagi kebaikan

Sahabat cita dan cinta *kebersamaan*

Sahabat merindukan kekuatan semua dukungan

*Sahabat* tak ada yg membandingkan

Sahabat pilur doa kebaikan  dan saling dukungan

Sahabat trs terjalin kekeluargaan

Sahabat tiada tara dan jarak

Sahabat mulia hatimu..

:sparkling_heart::bouquet::cherry_blossom::cherry_blossom:

Hasanuddin Daeng Ngeppe joined group via invite link

Fitria Linda

PELANGI DI LADANG RINDU

 

Kusambut rinau hujan di padang penantian

Kala sekar kantil membuai aroma wewangian

Semerbak itu mengingatku akan relung kesunyian

Merenggut erat seluruh senyuman

 

Ilalang itu menjamu sang bayu

Dengan semilirnya lembut mendayu

Menggeliatku dari gerahnya musim tahun lalu

Menimang hasrat untuk bangkit dan memanen madu

 

Rindu…

Diam membungkam rapat dan membisu

Memahat hati dalam lekuk-lekuk sendu

Bersenadung dalam dawai asmara usang beradu

 

Jika kukaramkan bias rasa

Kan kuumpat jerih perih asmara

Mengerat batin yang lebam terluka

 

Pelangi di ladang rindu…

Menyiangi ambang batas sukmaku

Ibarat lembayung senja bernyanyi syahdu

Gemulai manja sang penyair pilu

Menyunting bidadari elok nan ayu

 

Pelangi di ladang rindu…

Bersyair dikala sang prabu rindu sang ratu

Keribaan dua jiwa saling menyatu

Berikhtiar janji seperti sepasang merpati

Menghias istana di samping rinjani

 

Pelagi di ladang rindu…

Kumohon denting kidung kinanthi

Bersama perahu asmara dan bawa aku pergi

Mempersunting sang pemuja hati

 

Pelagi di ladang rindu…

Biarlah ronamu hiasi kanvas jingga

Memainkan harpa beriringan sayap-sayap dewa

Menabur benih segala rasa

Mengecup lembut harapan dan asa

Bercengkrama bersama imaji tetembangan cinta

 

 

 

Fitria Linda K_#28^05^2018#

Dedi Gdn

Malam ini

Hamba bersilaturahmi

Bersama rekan2 alumni

Sewaktu menjadi siswa dan siswi

Ketika dahulu

Karena sudah lama tidak bertemu

Tersimpan rasa rindu di dalam kalbu

Tak terasa waktu cepat berlalu

Ketika bertemu

Banyak cerita mengalir saat itu

Sungguh berubah dari penampilan dan tingkah laku

Walaupun begitu

Silaturahmi tetap terjaga setiap waktu

Itulah harapku

Karimun ,29052018

Pukul 21.30 wib

Sam As

Renungan pagi

 

Sodaraku ingat HIKMAH berikut ini:

 

Yang singkat itu WAKTU

Yang dekat itu AJAL

Yang berat itu AMANAH

Yang sulit itu IKHLAS

Yang terindah itu SALING MEMAAFKAN

 

Prapto Pujo Yuwono

Sam As

Renungan pagi Sodaraku ingat HIKMAH berikut ini: Yang singkat itu WAKTU Yang dekat itu AJAL Yang berat itu AMANAH Yang sulit i

HIKMAH

H idayah  Yang Maha Esa

I lmu bakal para manusia

K halifah pilihan pengguna dunia

M akhluk pilihan calon pengguna surga

A mal baik jadikan pahala

H amba mulia yang senang berdoa

Gita Ast joined group via invite link

 

Prapto Pujo Yuwono

Karena kita masih menjadi manusia, betapa kesalahan kata atau ucap mengundang salah paham, terkadang menjadi bibit terbitnya dendam, benih perbuatan kesukaannya setan, akar dari berbagai masalah, batang dari beragam amarah, berdaun penyesalan, berbuah penderitaan.

Dedi Gdn

Literasi Tiada Batas

Membaca dan menulis

Selagi masih bernyawa

Selagi masih berada di alam buana

Selagi masih diberi nafas oleh yang Maha Esa

Selagi masih menjadi manusia

Literasi tak kenal siapa atau rupa

Literasi tak kenal suku bangsa

Literasi ukuran standar sebuah negara

Marhani Andis joined group via invite link

St Hasriany joined group via invite link

Ratna Sari Dewi joined group via invite link

Padiah joined group via invite link

 

Hartini Hamzah

Alhadulillah…..

Walau di dunia maya

Kutemui dalam satu masa

Tiada terlihat tapi nyata

Seakan nyata hadirmu ada

Walau hanya lewat dunia maya

Mengurai kata tidaklah mengapa

Mewakili diri datang menyapa

Salam semangat buat semua

Jumpa di sini saling tatap muka

Lewat kata kata pemuja

Pengobat hati pelipur lara

 

Lutim cerah

28052018

Dedi Gdn

Saban hari

Hujan membasahi bumi

Rasa syukur tak terhingga dalam jiwa ini

Doa selalu ku panjatkan kehadirat Illahi

Jangan mengeluh karena kondisi seperti ini

Jari jemari

Terus menulis puisi

Agar bersinar kehidupan yg fana ini

Sebelum mati

Verawati Vera joined group via invite link

Lastri sumbawa joined group via invite link

Firdausiyah Abushiri joined group via invite link

Dedi Gdn

Berpuisi

Tak kenal siapa diri

Berpuisi

Tak kenal rupa atau budi

Berpuisi

Tak kenal asal usul pribadi

Berpuisi

Hanya kenal siapa dan karya untuk ibu pertiwi

 

Prapto Pujo Yuwono

Patidusa (4321)

 

Makhluk ciptaan Sang Pencipta

Khalifah penghuni dunia

Insan mulia

Manusia

 

Tempatnya

Surga neraka

Vonis akhir manusia

Hasil sidang pengadilan karma

 

ROSE

Bulir melayu

Berlayar bersama sang bayu

 

Menepi disisi pohon gaharu

Menanti kehadiran sang pembaharu

 

Bersama arungi samudera biru

 

Prapto Pujo Yuwono

K Ros:

Bulir melayu

Berlayar bersama sang bayu

 

Menepi disisi pohon gaharu

Menanti kehadiran sang pembaharu

 

Bersama arungi samudera biru

Bersenandung nyanyian merdu

 

Menguak kisah di masa lalu

Mengais sisi sisa kelabu

 

ROSE

Prapto Pujo Yuwono

K Ros: Bulir melayu Berlayar bersama sang bayu Menepi disisi pohon gaharu Menanti kehadiran sang pembaharu Bersama arungi sam

Iyaaa

 

Mengharu biru dalam temanggu

Tertulis di buku biru diary usangku

Kisah dua tanda cinta merah hati  menghitung waktu

Dalam degupan langkah di hari minggu

Mengantar  kotak putih berpita abuabu

Berat melangkah dan menumpuk rindu

Antar kau dan aku

 

Hihihi

 

Prapto Pujo Yuwono

K Ros:

Iyaaa

 

Mengharu biru dalam temanggu

Tertulis di buku biru diary usangku

Kisah dua tanda cinta merah hati  menghitung waktu

Dalam degupan langkah di hari minggu

Mengantar  kotak putih berpita abuabu

Berat melangkah dan menumpuk rindu

Antara kau dan aku

Bersama bersatu padu

Mengurai beragam ilmu baru

Meniti karir sebagai guru

 

Nadiyah

K Ros:

 

Mengharu biru dalam temanggu

Tertulis di buku biru diary usangku

Kisah dua tanda cinta merah hati  menghitung waktu

Dalam degupan langkah di hari minggu

Mengantar kotak putih berpita abuabu

Berat melangkah dan menumpuk rindu

Antara kau dan aku

Dan kubiarkan kata2ku mengalir jauh …

Nadiyah:

K Ros:

 

Mengharu biru dalam temanggu

Tertulis di buku biru diary usangku

Kisah dua tanda cinta merah hati  menghitung waktu

Dalam degupan langkah di hari minggu

Mengantar kotak putih berpita abuabu

Berat melangkah dan menumpuk rindu

Antara kau dan aku

Dan pada akhirnya

kubiarkan kata2ku mengalir jauh …

 

Nadiyah

Nadiyah:

Nadiyah:

K Ros:

 

Mengharu biru dalam temanggu

Tertulis di buku biru diary usangku

Kisah dua tanda cinta merah hati  menghitung waktu

Dalam degupan langkah di hari minggu

Mengantar kotak putih berpita abuabu

Berat melangkah dan menumpuk rindu

Antara kau dan aku

Dan pada akhirnya

kubiarkan kerinduanku melangkah jauh …

Yuliaf joined group via invite link

Christina Damayanti left group

Musyarofah Rofah joined group via invite link

Dedi Gdn

Perut melilit

Rasa ingin pamit

Pulang ke rumah di gang sempit

Perut melilit

Bukan sembelit

Tapi aku nggak pelit

Kepalaku rasa agak sakit

Tubuh mulai bergerak utk bangkit

Di hari panas yg terik di hari yg terjepit

Sam As

KEKALAHAN DAN KEGAGALAN ADALAH GURU YANG KERAS NAMUN JUGA GURU YANG BAIK

Sartini left group

 

Prapto Pujo Yuwono

Melambai tangan terbuka jari

Merembih airmata basahi pipi

Menangis sedih pilu di hati

Menatap kekasih ketika pergi

 

Prapto Pujo Yuwono

Gerimis sepanjang sore ini

Guntur menyambar hamparan padi

Gegap gempita katak berpesta lagi

Gembira bersama menari nari

Gemuruh suaranya kala bernyanyi

Gelap gulita tiada mereka peduli

 

Nadiyah

Sedikit pak Master … saya hanya browsing dan memperhatikan beberapa tulisan2 dari penulis ..

 

Satu kata adalah kunci pembuka rahasia

Ingin rasanya aku membukanya

Tapi sayang tak satu kuncipun aku punya …

 

Saya pikir pak Master mempunyai banyak kunci!

Ok saya menyimak!

 

Prapto Pujo Yuwono

Nadiyah

Sedikit pak Master … saya hanya browsing dan memperhatikan beberapa tulisan2 dari penulis .. Satu kata adalah kunci pembuka

Kalo master Dedi, mungkin iya, kalo saya belum banyak faham tentang bidang ini

 

Prapto Pujo Yuwono

Tersusun aksara indah

Hasil karya berfaedah

Saat hati bersedekah

Senyum ikut merekah

 

Hilangkan keluh kesah

Tiada kata lelah

Tiada perlu susah

Cuma sedikit basah

 

Prapto Pujo Yuwono

Simpati kupersembahkan

Pada sosok yang kesulitan

Terbenam dalam kubangan

Terperosok tak berkesudahan

Tersesat tak tahu jalan

Terkhianati dalam kerumunan

Tersakiti teman  sekawan

Bangkitlah sosok rupawan

Jadikan hidupmu nyaman

Jadilah wanita idaman

Dedi Gdn

Ku semai kasih di halaman rindu

Namun tiada satu pun yang datang bertamu

Di malam yang sedang kelam dan pilu

Harus sampai kapankah aku menunggu

Menunggu yang tak tentu

Menghabiskan waktu

Tanpa berbuat sesuatu

Menghitung bayang2 semu

Kunci rahasia

Aku hanyalah insan biasa

Tidak mengada-ada

Tiada berpura-pura

Bahkan dusta

Aku tidak memiliki kunci rahasia

Semua datang dari dalam jiwa

Ungkapkan dengan kata-kata

Apa adanya fan sederhana

Jujur itu mahal harganya

Hanyalah surga jaminannya

Itulah tempat terakhir kita semua

Semoga

Dedi Gdn

Percaya diri

Percaya kemampuan diri

Percaya pada Illahi

Percaya kreativitas sendiri

Percaya bisa membuat sendiri

Percaya akan mandiri

Percaya untuk berdikari

Percaya dengan diri sendiri

Ani Puji Astuti joined group via invite link

Dedi Gdn

Jangan biarkan waktu berlalu

Tanpa berbuat sesuatu

Lakukanlah itu

Jangan menyesal dan malu

Sebelum malaikat maut menjemputmu

Tanpa ada warisan tulisan

Untuk anak anak dan cucumu

Agar kelak ada kenangan dan pahala mengalir untuk mu

Walàupun engkau tiada lagi di dunia yg fana itu

Jangan ragu atau jemu

Lakukan dan tuliskan semampu

Itulah yg terbaik daripada duduk diam membisu dan termangu-mangu

Neneng Rohani joined group via invite link

Ani Puji Astuti

Waktu terus berjalan

Tanpa bisa dihentikan

Tapi diri serasa termatikan

oleh rasa

tiada kepercayaan

Berat melangkah tertindih beban

Hanya bayangan tanpa tindakan

Hidup bertumpu pada kepasrahan

Semua hanya angan

Kapan hidup akan tergantikan

Mengisi hari dengan asa Juga harapan

Tentunya bukan cuma sekedar keinginan

Tetapi langkah nyata dan kemampuan

Dedi Gdn

Elegi Senja

Tujuh tahun lamanya

Telah ditinggal ayah mertua

Ayah mertua yg bersahaja

Orangnya sederhana

Cukup lama aku mengenalnya

Sekitar delapan tahun lamanya

Ia pergi membawa duka nestapa

Bagi keluarga kami semua

Orangnya tak banyak bicara

Banyak sekali pengalaman yg ku dapatkan darinya

Entah bila

Dapat berjumpa

Semoga saja di surga

Hanya doa ku kirimkan untuknya

Tempat terbaik di surga

Tempàt terakhir kita

 

Sam Badar

Yang ke 4. Menarik perhatian siswa dengan daya kreasi. ini agak unik tapi menyenagkan.

Bisa dipahami?

Bu Efa : sama Persis bu

 

Genderang terdengar membahana di alam raya

Gemuruh makhluk suci bersayap berlomba menemui kita

Gegap gempita suasana serasa penuh pesta

Gaharu menebar aroma khas nusantara menyertainya

Gelap gulita berubah sekejap menjadi bermandi terang cahaya

Gembira jiwa jiwa tulus ikhlas mendapati malam yang teramat istimewa

[11/6 22.24] PUJO: Bergetar bumi menerima kehadiranmu

Berkilau cahayamu menerangi malam hariku

Berkumandang tasbih di malam itu

Berkumpullah insan insani pilihan menyambut kehadiranmu

Bersatu padu mereka saling mengekang nafsu

Berkejar kejaran sembari berburu

Berharap mendapatkan bisikan kalbu

Bermunajat di penghujung waktu

Berdoa di depan pintu

Fitria Linda

KUMANDANG CINTA

 

Renung sang fajar di penghulu senja

Ketika surau itu indah bergema

Desir sang bayu terhenti karena syahdu

Merayu eloknya iman disetiap qolbu

 

Bila dipertanyakan rindu apa ini

Menjerit dan menikam peradaban hitam hati

Terbawa atau terhenti

Atau menunggu maut untuk menghampiri

 

Kumandang itu terdengar…

Menghalau sedu sedan dari riak gelombang sangar

Menghempas jiwa-jiwa yang haus hingar bingar

Membuang dari pikiran-pikiran yang senantiasa berkoar

 

Kumandang itu…

Lima kali setiap waktu

Kita bersujud kepadaMu

Menahan nanar nyeri dosa tersayat sembilu

Terbuai geliat mencengkram merayu

Dunia telah dibuat buta dan bisu

 

Kumandang cinta…

Masihkah kita hiraukan saat itu jua

Kehidupan yang penuh sia-sia

Berkawan kemunafikan dunia

Menjamu arak-arak memambukan sukma

 

Hingga…

Kita terpasung dunia fana

Meronta tapi tetap menikmatinya

 

Kumandang cinta…

Sampai kapan kita tetap mengeja

Gema asmaNya yang selalu agung untuk semesta

Atau cukup tuli rungu kita

Yang masih melenggang merasa puas akan rupa dosa

Keserakahan yang membabi buta

Perzinahan yang tidak terbedakan antara hewan dan manusia

Fitnah keji antar sesama

Atau…

Bunuh membunuh diri tak tau muka

 

Astaghfirullah…

Astaghfirullah…

Astaghfirullahallazim…

 

Dengar…

Kumandang cinta itu masih terdengar

Jauhkan diri dari hingar bingar

Yang berbisik syetan dan iblis berwujud samar

 

Kumandang cinta…

Sujudmu tiada berupa

Dari maha besarnya Allah Sang Kuasa

Namun munajadmu

Titihan air matamu

Tobat nasuhamu

Telah menggetarkan surga

Dan…

Itulah jawaban asa

Dari zikir dan doa

 

 

 

Fitria Linda_#11-06-2018#

Dedi Gdn

Setiap hari

Engkau hadir di sisi

Dari detik demi detik

Melintasi tubuh yang tak lagi

Seperti waktu muda dulu

Tak pernah menyerah atau putus asa

Menggigitku

Lumayan sakit tak terperikan

Walau kecil

Sungguh ingin lari dari dirimu

Tapi ku tak bisa pergi

Engkau selalu membututiku

Semaumu

Tak kenal ruang dan waktu

Malam kian larut

Hanya aku sendiri

Berteman sepi

Menulis puisi

Untuk terus berkarya bagi negeri

Karimun,11062018

Pukul 23.00 wib

Hikmah Thya left group

 

Sam Badar

Renungan pagi :

 

Membangun Kepercayaan Diri

 

Keprcayaan Diri memiliki korelasi dengan kesuksesan. Percaya Diri bisa dibangun. Ada dua(2) hal yang menjadikan kita bisa percaya diri:

  1. Self effective /Efektifitas dir iyaitu cara kita memandang diri kita sendiri maupun orang lain dalam hal melakukan sesuatu untuk menggapai tujuan.Sejauh mana efektifitas kinerja kita sendiri dalam menggapai tujuan. Orang expressive biasanya lebih banya percaya dirinya dari pada orang yang diam.
  2. Self esteem/ Harga diri. Diri kita bernilai yang sangat tinggi, olehkarenanya kita memilki hak untuk sukses besar. Jangan pernah bermimpi sukses besar kalo kita tidak punya harga diri. Dalam diri kita memilki harta karun.

Ciri-ciri orang yang Percaya Diri

  1. Memilki keyakinan kuat ats suksesnya sesuatu yang dikerjakan
  2. Bersedia melakukan sesuat yang lebih untuk menggapai hasil (extra kerja)
  3. Berani mengambil risiko
  4. Mengakui kesalahannya jika salah
  5. Cool/tenang pribadinya

 

“Orang yang biasa-biasa saja tidak pernah menggunakan  potensi dirinya yang luar biasa”.

 

Hartini Hamzah

# Subhu #

Berat mata masih terkatup

Kukecek agar tdk lagi terlelap

Selimut selimut tersingkap

Berdiri tegap dengan singap

Berwudhu basuh muka

Sucikan hati menghadap-Nya

Ilahi robbbi tempat meminta

Memohon ampun atas segala dosa

tengada wajah hanya pada sang pencipta

Ya Ilahi Robbi…….

Kuhadapkan muka  senantiasa melihat yang tak pantas

Sucikan hati senantiasa tak berbelas

Bersihkan tangan tak halal mengais

Luruskan langkah kaki yang pantas

Hanya padamu ya Allah tempatku meminta

Terangi malam gelap gulita

Agar terampuni khilaf segalanya

Biar diri berlapang dada

Engkaulah tempat harapan segalanya….

Aamiin ya Robbal Aalamiin….

 

Lutim, 12062018

DI KURSI INI

 

HARRY AGUS YASRIANTO

 

Duduklah

Seperti biasa

Kita bercerita

Di sini

Kursi di sudut ruang ini

 

Meretas cerita

Tentang hidup dan kehidupan

Atau tentang dunia

Atau tentang apa saja

 

Angkat saja setengah kakimu

Melingkari separuh kursi pun tak mengapa

 

Ayo temani aku

Mengisi waktu

Menguras solusi

Berbagi imaji

Di sini

Di Kursi yang dulu pernah kita perdebatkan

 

Biarkan aku bersila

Di atas kursi

Seperempat abad tak terasa

Begitu mudahnya kenangan terbentuk

 

Tetaplah berkisah

Tentang hati yang gelisah

Hingga ujung usia

Karena hanya kesetiaan yang masih kita miliki

 

Kursi di sudut ruang dan waktu

Bersamamu

Ya hanya bersamamu

 

Berau,  09 juni 2018

[12:29, 9/6/2018] Wan Pa: Puisiku yang aneh! 😃😃😃😃

 

Seperti cahaya racun jingga

Mengusir malam pada lembah yang ditinggal sunyi

Gelap yang ditinggal ngeri

 

Pagelaranya dihayati bukan untuk dicaci

Sebab memang bukan ruangnya untuk memaki

 

Alurnya untuk dilakoni sebab itulah wasilah menggapai kesejatian fitrah

 

Gelap-terang adalah wujudnya

Sebagai ujian menjemput ridha-Nya

[12:33, 9/6/2018] Bu Etty: Biar nggak Alzhemeir .asah otak terus🙏🏻

[12:45, 9/6/2018] Erni Ekawati: Berubah Haluan

 

Langit yang sama

Tepat tahun lalu

Penerimaan raport

Namun bumiku berpijak sudahlah beda

 

Tahun lalu aku masih di sekolah umum

Bergulat dengan raport

Selain guru mapel aku mendapat sampiran

Guru Bahasa Jawa, guru kelas

Pastinya raport dan embel-embel lainnya pun dobel

Dan itu wajib dikerjakan

 

Tahun ini bak dunia terbalik

Dari mengabdi di sekolah negeri

Aku memutuskan untuk menjadi guru luar biasa

Mengabdi di sekolah swasta

Bersama anak-anak yang istimewa

 

Banyak yang bertanya dan menanyakan

Kenapa? Mengapa?

Bukankah sudah lama engkau di sana

Memaku tahun sudah 8 tahun

Apa yang membuatmu mengubah haluan?

Bukankah itu impianmu jadi guru SD

Atau masalah upah di sana lebih besar dari di sini?

Apa kamu tidak menunggu pengangkatan PNS?

Bukankah mengabdi di negeri lebih mudah jadi PNS?

 

Tersenyumlah saya untuk menjawabnya

Bukankah setiap hidup pasti ada pilihan?

Ataukah

Anda anda tidak pernah merasakan punya pilihan?

 

Di sini aku lebih tenang

Pintu rezeki segala penjuru selalu datang tanpa aku sangkakan

Untuk upah tak pernah aku permasalahkan

PNS pun bukan tujuan utama

Aku senang jadi guru

Itu saja cukup

Untuk meraihnya penuh dengan perjuangan

Dan tak semudah membalikkan telapak tangan

 

Di sini setiap hari penuh warna

Tingkah polah mereka jadi mengundang gelak tawa

Ekstra tenaga untuk yang benar-benar istimewa

Banyak hal yang mengharuskan untuk belajar

Belajar dan belajar lagi

 

Tak lupa satu ungkapan rasa syukur selalu

Atas ciptaan sempurna dari sang Khaliq

Walau berbeda dan istimewa mereka selalu menjadi pelangi dalam kehidupan

Mewarnai indahnya dunia

Tenang dan bahagialah aku saat ini

😍😍😍😍😍

😁😁😁😁😁

[12:46, 9/6/2018] Erni Ekawati: Lintang Merinduku

 

Kubuka HPku

Terdapat pesan dari nomor tak dikenal

Kulihat fotonya

Gadis berparas cantik nan rupawan

 

Masih ingatlah aku akan si dia

Lintang namanya

Bertanya kabar padaku,

gurunya sewaktu SD

Aku tinggalkan dia setelah kenaikan kelas tahun lalu

3 tahun menjadi guru kelasnya

Dan hafal betul aku tentang anaknya

Di kelas 6 kita berpisah

Dia masih 1 tahun lagi merajut asa di sekolah itu

Dan aku pergi meninggalkannya

 

Lintang

Kulit putih bersih milikmu

Kamu termasuk bintang kelas

Akhlaq mu juga baik

Tutur kata lembut dan sopan

 

Kau kirim pesan kerinduan

Rindu padaku gurumu tersayang

Aku kangen Bu Erni

Aku ledek saja kangen aku galakin?

Dikirimnya emoji tertawa

Aku mau Bu Erni jadi guruku lagi

Aku mau Bu Erni yang mengajariku

Rengeknya dipesan itu

 

Senyuman emoji aku kirim

Bu Erni dah punya pilihan, nduk

Kalau kamu kangen main saja ke rumahku, nduk

Cuma berapa kilometer saja kok dekat kan?

 

Dibalasnya pula

Aku mau main kalau aku sudah kerja dan sukses

Nanti ibu kubawakan oleh-oleh

Apa yang ibu inginkan?

Bertanyalah dia padaku

 

Tak pelak aku kagum, bangga pada Lintang sembari membalas

Yang ibu inginkan nantinya kamu tetap jadi Lintang

Berbudi baik dan jaga kehormatan

Tetap menjadi anak Sholihah tidak neko-neko

Jadi kebanggaan dan bermanfaat

Ibu juga selalu mendoakan kamu, nduk

Agar sukses baik untuk duniamu maupun akhiratmu

😍😍😍😍😍

😁😁😁😁😁

[12:46, 9/6/2018] Erni Ekawati: Rindu Cantikku

 

Setiap pagi kuantarkan anakku

Merajut asa tuk meraih cita di bangku SD

Bangku SD yang sama dan penuh kenangan

Sekolah yang sama dimana aku pernah duduk sebagai murid

Dan pernah pula aku duduk sebagai guru di situ

 

Salam sapa murid masih tertuju pula padaku

Mantan guru mereka

 

Cinta, Zara, Dini dengan penuh semangat berebut mencium tangan ini

Bu Erni kembali ke sini ya Mendidik dan mengajari kami lagi

Aku kangen kecantikan Bu Erni

Aku kangen keceriaan Bu Erni

Wajah lugu seraya merayu diriku

 

Rasa senang menggelayut di hati

Ternyata aku masih dirindukan

Aku masih di hati mereka

Dan belum tergantikan walau sudah ada guru pengganti

 

Beberapa berkeluh kesah padaku enakan Bu Erni

Kalau mengajar kami langsung bisa

Mereka memang selalu memperhatikan aku

Tingkah lakuku pakaianku penampilanku cara aku mengajar

Selalu ada semangat untuk mengajar mereka

Bu Erni Cantiiiik selalu setiap hari jadi pembakar diri dan membuat berbunga-bunga

 

Ketika aku tugas di luar

Disampaikannya rasa rindu mendalam untukku

Bu Erni aku kangen banget sama Bu Erni

 

Walaupun aku merasa hanya guru biasa

Sama halnya dengan guru lainnya

Tapi bagi mereka aku punya tempat di hati mereka

Dan mereka tak terlupakan walau raga gurunya sudah di tempat yang berbeda

😍😍😍😍😍

😁😁😁😁😁

 

[08:27, 7/6/2018] Harry Agus Y: Di Bawah Langit Pusara

 

Oleh Harry Agus Yasrianto

 

Eyang,

Ingatkah perkataanmu

 

Tinggalkanlah aku

Engkau akan berakhir sama dengan mereka

Meninggalkanku

Di tempat sunyi itu

Sendirian

 

Saksikanlah nanti

Benarkah ucapanku ini

 

Setelah terbujur kaku,

Nadiku tak berdenyut

Darahku terhenti

Kabar akan terserak

Menyeruak

Menembus ujung ujung pengeras suara mesjid

 

Rangkaian bunga tersusun rapih

Ucapan bela sungkawa berjejer sampai ke teras jalan raya

Atas nama pimpinan

Atas nama redaksi

Atas nama direktur

 

Supir supir sibuk mengatur ritme langkah langkah pembesar mereka

Para pemuka asik menjaga image

Para pesohor nampak mengatur gaya duduk mereka

 

Buka matamu lebar lebar

 

Di sana akan terlihat jelas

Makna keikhlasan dan kepura puraan

 

Ada segelintir manusia yang ikhlas  memandikanku, tanpa jijik masuk ke liang lahatku

Inilah sahabat sahabat terbaikku

 

Sementara

Akan lebih banyak orang yang bersyukur akan kematianku

Merekalah musuhku di dunia yang sesungguhnya

 

Doakan saja diriku

Semoga bumi menerima semua ilmu yang aku abdikan kepada negeri dan keturunanku ini

 

Eyang,

Ternyata benar semua katamu

 

Aku saksi

Dari segala yang nyata

 

Berau, 06 juni 2018

[23:39, 7/6/2018] Fitria Linda: BELUKAR HATI

 

Sesangguh nanar diri

Bergulat hidup penuh ambisi

Sibuk hanya ingin mengisi perut ini

Hingga lupa akan dahaga hati

 

Elok terbinar dunia fana

Terbentang serunai nyanyian surga

Tapi nyatanya hanya fatamorgana

 

Terakhir hari kita terpejam

Hanya sedikit yang menghias malam

Racun dunia telah membuat semua kelam

Hingga waktu terbuang dan terkaram

 

Kita semua hanya musafir

Mengais sesuatu bagai orang fakir

Seandainya semua umat berfikir

Pasti kita akan ingat suatu saat ada hari akhir

 

Belukar hati…

Serumpun belukar tiada arti

Dimata Sang Pencipta semesta ini

Kita mengemis pada Ilahi

Karena waktu yang buat kita antri mati

 

Belukar hati…

Hikayat cintamu usai kini

Saat Allah cabut seluruh urat nadi

Bermain hati hanya menjadi penyiksa akhirat nanti

Tobatlah sebelum malaikat maut menghampiri

 

Belukar hati…

Jangan pernah engkau ingkari

Firman Allah dan sabda Nabi

Hidup jangan berkutat pada ambisi

Redup hidupmu suatu saat akan kau tangisi

 

Belukar hati…

Syafa’at Allah tak kan berhenti

Saat hati mengalir cahaya imani

Sangga waktu sebelum esok hari

Sebelum malaikat kubur menghabisi

 

 

 

Fitria Linda_#07-06-2018#

 

[07:28, 4/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Sam Badar:

Renungan pagi

 

Tak terhitung rasanya kita semua sebagai muslim dan muslimah mengucapkan Takbir yang berbunyi Allahu Akbar. Secara tulus kita mengakui Maha besar Allah. Kata takbir juga bisa menjadi kan kita belajar ilmu Hikmah.

 

Taat terhadap apa yang telah digariskan oleh Sang Maha Pencipta, merefleksikan kemuliaan pada dirinya dan seluruh aspek kehidupan nya.

 

Anugrah dari Sang Pencipta kepada kita, semestinya dijadikan simbol kebaikan, kebijakan dan keteladanan bagi diri sendiri maupun orang lain.

 

Kehancuran moral pada seseorang adalah bukti dari kelemahan iman pada dirinya.

 

Berfikir terhadap apa yang ada di Bumi dan di Langit sebagai tanda kebesaran Sang Khalik, semestinya dapat menghantarkan kita pada pencapaian tingkat keimanan yang tinggi.

 

Ikhlas dalam segala perbuatan semata hanya karena Nya adalah bukti mengharap Rahmat dan anugerah Nya.

 

Rela berkorban untuk kebaikan merupakan kesempurnaan iman seseorang.

 

Prapto Pujo Yuwono:

ANUGERAH

Karya : Pujo jenggot

 

I nsan insani selalu mencari

L autan tiada ragu diseberangi

M encari siapa sosok jatidiri

U mat manusia yang hakiki

 

H anya pada Illahi saja

I man dipatri pada dirinya

K epada Allah Yang Maha Esa

M eminta ridha atas takdirnya

A lam semesta dunia fana

H anya tempat sementara saja

 

S elalu takwa sepanjang hayat

A llah disembah di saat sholat

N yawa bertubuh cuma sesaat

G elorakan shalawat agar selamat

P ada Allah hamba memuja

E nergi Nya penuhi semesta

N yawa kita jadi milik Nya

C iptaan Nya seisi dunia

I krarkanlah syahadat semata

P erintah bagi insan manusia

T untunan dari nabi mulia

A gar selamat dunia akhiratnya

 

Probolinggo, 4-6-2018

[04:44, 5/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Sam Badar:

Renungan

 

Konflik

 

Konflik disebabkan oleh perbedaan cara pandang terhadap sesuatu. Jika kita mau menelusuri dan memahami, Perbedaan adalah Rahmat.Wajar dalam keseharian kita, ada yg suka dengan konflik ada juga yang tidak. Namun dengan adanya konflik sesuatu bisa tumbuh. Lebih jauh diera yang mengandalkan kreatifitas perbedaan adalah berkah.

Cara menangani konflik yaitu dengan :

1.Kompromi

  1. Kolaborasi
  2. Kompetisi.

 

Prapto Pujo Yuwono:

KONFLIK

karya : Pujo jenggot

 

M asalah tiada kunjung usai

A da muncul sepanjang hari

N yata hadir silih berganti

A llah senantiasa menguji

J anganlah pernah kita sesali

E mosi hanya merusak diri

M ari sama sama kita pahami

E go boleh asal tidak lupa diri

M anusia mesti manusiawi

 

K ompromi kolaborasi  kompetisi

O bat bagi setiap masalah kini

N iatkan diri kala mencari solusi

F akta 3K akan segera terbukti

L antunkan doa puji Illahi

I man dipatri di dalam hati

K ebahagiaan bagi insan insani

 

Probolinggo, 5-6-2018

[05:04, 6/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Sam Badar:

Renungan

 

Pengaruh Istiqomah dalam kehidupan.

 

Istiqomah dalam melakukan sesuatu sesuai syariat adalah alat pengangkat martabat manusia untuk mampu sampai pada puncak kesempurnaan. Pelindung akal dan hati dari kerusakan. Imbasnya kehidupan akan baik dan lurus dalam segala urusan yang pada akhirnya tercipta rasa aman dan damai.

 

” Istiqomah sesungguhnya adalah perwujudan dari karomah Sang Pencipta”.

 

Prapto Pujo Yuwono:

ISTIQOMAH

Karya : Pujo jenggot

 

Istimewa tak semua bisa

Senantiasa disiplin menjalaninya

Teramat sulit bukan mustahil pula

Ibarat awal belajar baca musti terbata bata

Qodrat manusia terlahir di dunia

Olah rasa penting dijalaninya

Menjalankan segala perintahNya

Al Quran sebagai pedoman hidupnya

HidayahNya berbalas surga

 

Ilmu agama jangan lupakan

Tanda bagi kaum beriman

Umat manusia di akhir jaman

 

Keberkahan hidup manusia

Allah telah mengaturnya

Rangkaian mukjizat bagi hambanya

Obat derita kala sengsara

Mujarab tiada duanya

Asal mau mempercayainya

Hidup bahagia aman sentosa

 

Probolinggo, 6-6-2018

[06:17, 6/6/2018] Harry Agus Y: RIEN ….

 

oleh Harry Agus Yasrianto

 

Senja menyelinap

Gelisah

Tulip Keukenhof

Lisse meretas chiaroscuro dalam tinta rapuh

 

Rien terduduk

Lemas

Dalam kanvas

Sang maestro

 

Menuju Leidsplein

Di sudut

Temaram membuncah ujung senja

 

Kening itu masih bening

Menyeruak menelisik bathin

 

Suara itu lembut

Tersapu jubah malam Paleis Op De Dam

 

Sendiri

Menyusuri Leidsestraat

Melongok ke dalam jiwa

 

Rien

Masih terduduk

Lemas

Alun alun Spui

Terkesima

Di atas sisa sisa senja

 

Oranje tulip

Muram

Semi berakhir

Kanal terlewati

 

Schiphol

Kosong

Rien

Usah berdiri

 

Mengungguli selaput kegelapan

Menunggu

Menunggu

 

Kanvas yang saling beterbangan

Layu

Diantara Paragraf Paragraf yang terlupa

[13:03, 6/6/2018] Fitria Linda: PERANTAUAN RINDU

 

Sang bayu merambat pilu

Membawa secarik puisi rindu

Tetembangan asmaradana mengalun disetiap desau nafas memburu

Sesak menahanku memcengkram dan memasungku

 

Secawan rindu…

Menjamu bersama perahu

Perahu kertas terbawa sungai berlalu

Mengusik jemari untuk menggurat syair kalbu

 

Kumohon…

Jangan berhenti

Setiaku ini tiada mati

Walau ragaku terlepas nanti

Hayal dan mimpi hanya milik sang pujaan hati

 

Wahai sang perantau rindu…

Dengar desahku yang bergelayut sendu

Remuk menahan serpihan asmara terpaut syahdu

 

Wahai sang perantau rindu…

Kemelut hatiku semakin tersulut

Saat beban rasa cinta erat mengikat

Tertopang arumnya kayu cendana

Berhias indah sayap peri mayapada

 

Perantauan rindu…

Tak mungkin hati membeku

Ketika gamelan asmara memainkan lagu

Gemulai sampur selendang sang ratu

Mengusik rindu dalam buai bertandu

 

Perantauan rindu…

Tiada sesal ku mencumbu

Menahan getir jauh dari sang prabu

Nanarku menggeliat menahan sendu

Ketika dirimu jauh dari jangkauan kalbu

Kuharapkan riak gelombang samudera kan segera membawamu

Kembali dalam pelukanku

 

 

Fitria Linda^06-06-2018*

KEDAI SENJA DI UJUNG DESA

 

Setapak jalan menjulang diujung senja

Kujejaki terkagum akan cipta sang Kuasa

Rimbunan illalang bergumul dengan rerumputan di sana

Seberkas cahaya dikemukus senja masih hangat terasa

 

Hemmm…

Seakan sedu sedan tertepis

Seakan menghalau seluruh tangis

Dari segala peradaban yang bengis

Merampas paksa dengan tragis

 

Hemm…

Nyanyian senja sesaat meluluhkan kerisauan

Melodinya bersiul akan kerinduan

Heningkan waktu akan segala kemunafikan

 

Aku cuma wanita desa

Bergumul pada hembusan udara

Semerbak bersama arum bunga seroja

Membangun kinanti kasih dalam pelukan jiwa

Berharap akan ada asa mampu gubah dunia

 

Aku cuma wanita desa

Menikmati kecup mesra semesta

Memetik rekah bunga-bunga

Menuai rimbunan rumpun padi saat panen raya

 

Di ujung sana ada kedai senja

Terbuka tirai dari bilah bambu sahaja

Aku selalu melihatnya

Orang-orang senantiasa berkumpul di sana

Bicara tentang hidup sejahtera

 

Di ujung sana ada kedai senja

Membangun ikatan bagi para pemuda

Hendak mendulang rezeki rantau di kota

 

Kedai senja…

Dalam secangkir kopi hitam penuh makna

Makna hidup ala orang desa

Sederhana tanpa berhias megah dunia

 

Kedai senja…

Bersama kue ala kadarnya

Bercengkrama merasakan makna cinta

Ingatkan akan masa

Sewaktu kecil membolang ria

 

Kedai senja

Bertahan dalam kerontang arogansi

Arogansi yang terpaut dalam rumbai-rumbai keserakahan hati

 

Kedai senja…

Aku ingat dekat dengan mushola

Bersih dan arif sebagai penebusan dosa

Dari kami para orang-orang desa

Karena kami hanya manusia

Yang tak cukup sempurna dan berat memikul bebannya

 

 

 

Fitria Linda_{03-06-2018}

 

[17:38, 3/6/2018] Dedi Puisi: Menanti berbuka di sore hari

Ku tuangkan curahan hati

Lewat rangkaian kata2 dalam puisi

Menyapa sahabat guru di kala ini

Semoga sehat selalu dibawahan lindungan Illahi Robbi

Selalu begitu setiap hari

Hingga sampai waktu ajal menghampiri

[18:38, 3/6/2018] Cucu Khodijah: Tanpa judul

 

Ingin aku berlari mengejar mimpi

Sebelum mimpi terenggut pagi

Ingin kugapai wajah-wajah suci

Bagai putri penghias hati

 

Aku takut tak sempat lagi

Genggam erat jemari

Kuberharap wajah mentari

Datang menyibakan tirai hati

 

Kududuk menyendiri

Menepis lara dan sunyi

Melepaskan belenggu hati

Dari kepastian cinta yang kunanti

 

By; cuho

03-6-2018

[22:46, 3/6/2018] Fitria Linda: KEDAI SENJA DI UJUNG DESA

 

Setapak jalan menjulang diujung senja

Kujejaki terkagum akan cipta sang Kuasa

Rimbunan illalang bergumul dengan rerumputan di sana

Seberkas cahaya dikemukus senja masih hangat terasa

 

Hemmm…

Seakan sedu sedan tertepis

Seakan menghalau seluruh tangis

Dari segala peradaban yang bengis

Merampas paksa dengan tragis

 

Hemm…

Nyanyian senja sesaat meluluhkan kerisauan

Melodinya bersiul akan kerinduan

Heningkan waktu akan segala kemunafikan

 

Aku cuma wanita desa

Bergumul pada hembusan udara

Semerbak bersama arum bunga seroja

Membangun kinanti kasih dalam pelukan jiwa

Berharap akan ada asa mampu gubah dunia

 

Aku cuma wanita desa

Menikmati kecup mesra semesta

Memetik rekah bunga-bunga

Menuai rimbunan rumpun padi saat panen raya

 

Di ujung sana ada kedai senja

Terbuka tirai dari bilah bambu sahaja

Aku selalu melihatnya

Orang-orang senantiasa berkumpul di sana

Bicara tentang hidup sejahtera

 

Di ujung sana ada kedai senja

Membangun ikatan bagi para pemuda

Hendak mendulang rezeki rantau di kota

 

Kedai senja…

Dalam secangkir kopi hitam penuh makna

Makna hidup ala orang desa

Sederhana tanpa berhias megah dunia

 

Kedai senja…

Bersama kue ala kadarnya

Bercengkrama merasakan makna cinta

Ingatkan akan masa

Sewaktu kecil membolang ria

 

Kedai senja

Bertahan dalam kerontang arogansi

Arogansi yang terpaut dalam rumbai-rumbai keserakahan hati

 

Kedai senja…

Aku ingat dekat dengan mushola

Bersih dan arif sebagai penebusan dosa

Dari kami para orang-orang desa

Karena kami hanya manusia

Yang tak cukup sempurna dan berat memikul bebannya

 

 

 

Fitria Linda_{03-06-2018}

[22:57, 3/6/2018] Ababnkz: Malam semakin larut

Kantuk tak jua menjeputku

Malam-malamku tak lagi bermimpi indah

Terbelenggu dengan kerinduan yang teramat sangat

Indahnya rembulan tak mampu menghibur diriku

Hanya bayangan wajah nan jelita yang ada di pelupuk mataku.

 

Dewi malam.. Jemputlah diriku

Tak sanggup rasanya selalu dilanda rasa suntuk yang berkepanjangan

 

Nabire: 040618 – 00:57

[23:08, 3/6/2018] Fitria Linda: Salam sahaja dari hamba

Sang abdi setia aksara

Beriring sekoci menghantar melodi

Hanya secarik puisi

Tuk hantarkan sepi

 

Salam hamba dalam sahaja

Cukup seroja yang mampu hias asa

Dan wulan merindu kecupan sang surya

 

 

#pasti tadi mampi di kedai kopi dan minum lebih dari bergelas2 kopi#

 

Selamat malam sahabat Nabire…🙏🏻🙏🏻🙏🏻☺☺☺

[23:47, 3/6/2018] Ababnkz: Malam kian larut

Dalam gelap dan sunyi aku menguntai rindu

Meski hatiberkabut

Teramat ingin untuk tetap berlabuh

 

Jiwa mematung

Raga menghening

Dimana hati selalu bertanya dalam ketidakmenentuan

Tak ada jawab…

Sendu dalam kelambu rindu

[23:51, 3/6/2018] Fitria Linda: Jangan bergeming dalam malam

Katup netra tak mampu terpejam

Secawan rindu memeluk impian

Semoga esok kan temukan harapan

 

 

*Kopiiinya mana Kak Ros… Abang belum pulang…

 

🤭🤭🤭🙏🏻🙏🏻🙏🏻

[00:00, 4/6/2018] Rubaidarose: Secawan madu masih tersisa

Kopi pahit tak lagi ada

Andai ada yang meminta

Relaku cari dalam gulita

Bersama malam yang mampir sirna

 

 

Buat mu tak kuupaya

Meski tak lena tetap kuusaha

Meramu dua gelas kopi mengobat lara

 

Lara yang tertinggal dari kelana

Di ufuk barat ku bermuram durja

Menepis rasa takut yang merajalela

 

Jika bu khadijah membuka rencong nya

Pak yudi siap dengan gantungan kelambunya

Dek fitri menyibak kain canvasnya

Pak pujo asik dengam pistol mainnya

 

Maka tambah indahlah

Malam bersama cintaa

 

 

Love u all💝

[00:34, 4/6/2018] Cucu Khodijah: Belenggu Cinta

 

Ingin aku berlari mengejar mimpi

Sebelum mimpi terenggut pagi

Ingin kugapai wajah-wajah suci

Bagai putri penghias hati

 

Aku takut tak sempat lagi

Genggam erat jemari

Kuberharap wajah mentari

Datang menyibakan tirai hati

 

Kududuk menyendiri

Menepis lara dan sunyi

Melepaskan belenggu hati

Dari kepastian cinta yang kunanti

 

By; cuho

03-6-2018

[00:36, 4/6/2018] Rubaidarose: Hahahahhahaha

[00:42, 4/6/2018] Rubaidarose: Belenggu Cinta

Oleh Cucu Khodijah

 

Ingin aku berlari mengejar mimpi

Sebelum mimpi terenggut pagi

Ingin kugapai wajah-wajah suci

Bagai putri penghias hati

 

Aku takut tak sempat lagi

Genggam erat jemari

Kuberharap wajah mentari

Datang menyibakan tirai hati

 

Kududuk menyendiri

Menepis lara dan sunyi

Melepaskan belenggu hati

Dari kepastian cinta yang kunanti

 

 

Ibu kota, 03-6-2018

[00:42, 4/6/2018] Cucu Khodijah: Belenggu Cinta

 

Ingin aku berlari mengejar mimpi

Sebelum mimpi terenggut pagi

Ingin kugapai wajah-wajah suci

Bagai putri penghias hati

 

Aku takut tak sempat lagi

Genggam erat jemari

Kuberharap wajah mentari

Datang menyibakan tirai hati

 

Kududuk menyendiri

Menepis lara dan sunyi

Melepaskan belenggu hati

Dari kepastian cinta yang kunanti

 

By; cuho

03-6-2018

[00:44, 4/6/2018] Rubaidarose: Belenggu Cinta

Oleh Cucu Khodijah

 

Ingin aku berlari mengejar mimpi

Sebelum mimpi terenggut pagi

Ingin kugapai wajah-wajah suci

Bagai ( sebagai )putri penghias hati

 

Aku takut tak sempat lagi

Genggam erat jemari

Kuberharap wajah mentari

Datang menyibakan tirai hati

 

Kududuk menyendiri

Menepis lara dan sunyi

Melepaskan belenggu hati

Dari kepastian cinta yang kunanti

 

 

Ibu kota, 03-6-2018

[00:59, 4/6/2018] Rubaidarose: Met malam semua😁

[01:25, 4/6/2018] Ababnkz: @Mayasari Athari : sumedang

@May : polewali mandar: sulbar

@Risa : subang

@Rita Nurunnisa  kota Bandung, @Mimin Mintarsh : cimahi, @Hj Neneng Hen : sukabumi, @Alia N  n @Rifka I : makassar

[04:54, 4/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Sam Badar:

Renungan pagi

 

Tak terhitung rasanya kita semua sebagai muslim dan muslimah mengucapkan Takbir yang berbunyi Allahu Akbar. Secara tulus kita mengakui Maha besar Allah. Kata takbir juga bisa menjadi kan kita belajar ilmu Hikmah.

 

T aat terhadap apa yang telah digariskan oleh Sang Maha Pencipta, merefleksikan kemuliaan pada dirinya dan seluruh aspek kehidupan nya.

 

A nugrah dari Sang Pencipta kepada kita, semestinya dijadikan simbol kebaikan, kebijakan dan keteladanan bagi diri sendiri maupun orang lain.

 

K ehancuran moral pada seseorang adalah bukti dari kelemahan iman pada dirinya.

 

B erfikir terhadap apa yang ada di Bumi dan di Langit sebagai tanda kebesaran Sang Khalik, semestinya dapat menghantarkan kita pada pencapaian tingkat keimanan yang tinggi.

 

I khlas dalam segala perbuatan semata hanya karena Nya adalah bukti mengharap Rahmat dan anugerah Nya.

 

R ela berkorban untuk kebaikan merupakan kesempurnaan iman seseorang.

 

Prapto Pujo Yuwono:

ANUGERAH

Karya : Pujo jenggot

 

I nsan insani selalu mencari

L autan tiada ragu diseberangi

M encari siapa sosok jatidiri

U mat manusia yang hakiki

 

H anya pada Illahi saja

I man dipatri pada dirinya

K epada Allah Yang Maha Esa

M eminta ridha atas takdirnya

A lam semesta dunia fana

H anya tempat sementara saja

 

S elalu takwa sepanjang hayat

A llah disembah di saat sholat

N yawa bertubuh cuma sesaat

G elorakan shalawat agar selamat

P ada Allah hamba memuja

E nergi Nya penuhi semesta

N yawa kita jadi milik Nya

C iptaan Nya seisi dunia

I krarkanlah syahadat semata

P erintah bagi insan manusia

T untunan dari nabi mulia

A gar selamat dunia akhiratnya

 

Probolinggo, 4-6-2018

[05:08, 4/6/2018] Suyono Spda: Suyono Spda:

Sore ini gerimis menghiburku

Nyanyian tik tik air hujan diatas genting mendayu

Sirami kalbu nan pilu

Sesaat termangu dalam rindu

Awan merana  bersama lara nan jiwa

Sapuan untaian kata

Menyejukkan jiwa nestapa

Adakah desiran rana rindu

Membelenggu jiwa

Merajut asa di atas faktamurgana

Deretan kata selalu terpatri  dalam relung hati yang dalam

[04:41, 5/6/2018] Erni Ekawati: Aku masih stay di sini

Menikmati kelelahan diri

Turun dari singgasana tenagapun terurai

Hingga jemari tak mampu melukiskan Puisi

Hehe Good Morning

😁😁😁😁😁

Bunda Cucu

😍😍😍😍😍

[04:43, 5/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Sam Badar:

Renungan

 

Konflik

 

Konflik disebabkan oleh perbedaan cara pandang terhadap sesuatu. Jika kita mau menelusuri dan memahami, Perbedaan adalah Rahmat.Wajar dalam keseharian kita, ada yg suka dengan konflik ada juga yang tidak. Namun dengan adanya konflik sesuatu bisa tumbuh. Lebih jauh diera yang mengandalkan kreatifitas perbedaan adalah berkah.

Cara menangani konflik yaitu dengan :

1.Kompromi

  1. Kolaborasi
  2. Kompetisi.

 

Prapto Pujo Yuwono:

KONFLIK

karya : Pujo jenggot

 

M asalah tiada kunjung usai

A da muncul sepanjang hari

N yata hadir silih berganti

A llah senantiasa menguji

J anganlah pernah kita sesali

E mosi hanya merusak diri

M ari sama sama kita pahami

E go boleh asal tidak lupa diri

M anusia mesti manusiawi

 

K ompromi kolaborasi  kompetisi

O bat bagi setiap masalah kini

N iatkan diri kala mencari solusi

F akta 3K akan segera terbukti

L antunkan doa puji Illahi

I man dipatri di dalam hati

K ebahagiaan bagi insan insani

 

Probolinggo, 5-6-2018

[04:53, 5/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Menanti sopir ambulan yang tepar

Didera lelah badan kini terkapar

Sepanjang malam tergeletak di atas tikar

Lemas badannya seharian menahan lapar

Tubuh mungilnya kini tak lagi kekar

Semalam menghilang tak bisa berbagi kelakar

Semoga pagi ini badannya kembali segar

Menanti pujaan hadirkan sekuntum bunga mawar mekar

[05:49, 5/6/2018] Cucu Khodijah: Pagi bunda rose….

Pagi yang terkapar…

Bunga pun tak jadi mekar

Kumbangpun enggan berkelakar

Diam tak lagi berujar

 

Salam pagi,,,selamat beraktifitas….

[06:20, 5/6/2018] Rubaidarose:   tambah cantiiikk kalo cemberut.

Membahana

Yang masih tiduran pada terpana

Bangun segera🤣

[06:24, 5/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Ayo, berangkat kerja

[06:24, 5/6/2018] Cucu Khodijah: Heuheuheu…😀

[06:24, 5/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Iyaaaaaa

[06:49, 5/6/2018] Rubaidarose: 🙄🙄🙄🙄

[06:55, 5/6/2018] Dwi Farida: Hai..hai..selamat pagi bunda cuho.

Jangan gundah jangan galau kami tetap ada di sini.

Ayo bersama nikmati hari yang Tuhan beri.

Dengan hati penuh syukur pada Ilahi.

😘😘😘selamat beraktfts..

[07:32, 5/6/2018] Pak Cholid Emen: Pagi yang cerah

Hadirkan mawar yang merekah

Singkirkan semua gundah, resah, gelisah

 

Pagiku yang tak lagi sunyi

Gelak tawa dan kelakar mengiringi

Bersama para sahabat sejati

Tak ada lagi nestapa menghampiri

[11:17, 5/6/2018] Fitria Linda: Maaf kusambut kawan saat siang ini

Karena menumpuknya beban kerja hari

Namun jangan risau hati

Kami sahabat sejati siap menemani

Gurat aksara sampai terbentuk karya yang diwarisi

 

Siang Bapak Cholid Emen.

 

Jadi ingat sinetron “Si Emen Anak Pesantren”

 

🙏🏻🙏🏻🙏🏻☺☺☺

[12:21, 5/6/2018] Dedi Puisi: Hujan turun lagi

Di kotaku siang ini

Lebat sekali

Lupa bawa jas hujan

Basahlah diri

[12:26, 5/6/2018] Rubaidarose: Apa daye dan kuasee

Dah tibe dari diee

Yang maha agung dan kuasee

Semoga mobil kan tibee

Biar tak penat kene rintik nyee

[12:27, 5/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Menjadi orang parlente

Memang apa susahnye

Melancong sendirian aje

Menikmati indah duniye

Meski basah kuyup tak ape ape

Menemui sanak saudare

Mengenapi semua janjinye

[12:33, 5/6/2018] Rubaidarose: Mr da lihat kee ada orang hansome di video ini☝

[12:34, 5/6/2018] Dedi Puisi: Delapan tahun sudah

Pulang pergi

Pergi menyebrang ke pulau destinasi

Tunaikan bakti untuk negeŕi

Ku ikhlaskan diri

Ku rela dan pasrah

Utk menghidupi anak dan istri

Yg penting baik dan halal

Bukan hasil korupsi

[12:48, 5/6/2018] Dedi Puisi: Hujan

Engkau datang lagi

Membasahi kota kecilku

Sangat lebat sekali

Basah tak ku hiraukan

Hingga ke tulang2ku

Ku duduk sejenak di emperan hotel

Ku ketik puisi di hp

[12:53, 5/6/2018] Dedi Puisi: Hujan belum reda lagi

Ingin aku lekas kembali

Ke rumah menemui anak dan istri

Sungguh ku nikmati

Karunia Illahi kali ini

[12:55, 5/6/2018] Rubaidarose: Sambil hujan pergi

Berzikir berjuta kali

Semoga doa kuat di uji

Penuh pesonalah lewati hari ini

Anak istri tambah d kasihi

Kami semua juga ingin begini

Saling berbagi

Indah untaian aksara dunia puisi

 

💪💪

[12:59, 5/6/2018] Erni Ekawati: Beruntunglah yang mendapati hujan

Kami di sini merindu akan hujan

Terik panas tak terelakkan

Namun nikmat syukur tak kan terputuskan

[13:02, 5/6/2018] Dwi Farida: Sebutan itu tak di ragukan lagi..

Asyiknya punya duo..penyair berdedikasi tinggi.

Pak jenggot pujo dan pak jenggot dedi..

 

Haaaa..tema jenggot kembali lagi.🤭😊🙏

[13:04, 5/6/2018] Rubaidarose: Jeng jeng dua setali

Mau meramu cover siang ini

Kami jeng jeng jadi iri

Tak ada symbol buat di beri

Jeng jeng

Mari berpuisi😂

[13:04, 5/6/2018] Dwi Farida: Panas dan terik tak jadi penghalang.

Karena semangat ada di badan.

Bayangkan hujan khan datang.

Bagai merindukan si adik comel khan datang.

[13:14, 5/6/2018] Cucu Khodijah: Di cimahi udara panas…

Tak ada hujan deras

[13:20, 5/6/2018] Dedi Puisi: Deru Bafas Yang Memburu

Nafas-nafas yang terus berpacu

Dari insan-insan pemburu waktu

Nafas-nafas yang saling berlomba

Untuk menjadi sang penentu

Aku dan dirimu

Bersatu serta berpacu dengan masa yang tak menentu

Pasti ada rasa membuncah didalam kalbu

Terciptalah nafas-nafas  yg menderu yang harus diburu

Bersamamu

Selagi masih ada waktu

[13:38, 5/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Duhai awan mega kelabu

Tersibaklah engkau

Seiring desah napas doaku

Segeralah engkau berlalu

Kembalilah esok di langit kotaku

Ijinkan aku menemui keluargaku

Agar lengkap saat berbukaku

[13:52, 5/6/2018] Pak Cholid Emen: Siangku sudah datang

Dan sore pun mulai menjelang

Meski panas mentari ‘buat kulit bak terbakar

Bersama sahabat sehati

Tetap riang berkelakar🙏

[20:34, 5/6/2018] Dwi Farida: Dunia puisi penuh aksi.

Tempat orang mencurahkan isi hati.

Di sinilah tempat yang pasti.

Untuk belajar mengembangkan diri.

Bersama teman teman yang sangat peduli.

😘😘😘

[20:56, 5/6/2018] Rubaidarose: Haiii bunda salam satu hati

Mari kita merapal mantra

Merajut aksara

Mengusir gundahgulana

Dengan tarian aksara

Secangkir copi bercita rasa

 

😊💝

[21:00, 5/6/2018] Dwi Farida: Bunda rose selalu penuh ceria.

Dalam segala suasana.

Akupun bangga padanya.

Memberi rasa bahagia.

[21:01, 5/6/2018] Erni Ekawati: Pasti nanti ketarik bak magnet

Langsung meletup menggerakkan jemari

Melukis aksara dalam puisi

Aku awal2 cuma nyimak n malu2 lama2 gregetan n ikutan😊

[21:02, 5/6/2018] Rubaidarose: Hadir bundaaa

Ada tawa ada canda

Hati luka jadi bahagia

Copi yang pahit manis jadinya

Wajah muram jadi cerita

Balutan waktu mengukir namamana kita

Selalu berbagi ilmu bersama

 

 

Selamat malam cinta💝

[21:04, 5/6/2018] Dwi Farida: Janganlah malu untuk mencoba.

Lihatlah si comel sedang bergaya.

Luncurkan aksara penuh makna.

Untuk kawan kawan semua.

 

😘😘😘 adik..comel..lv you

[21:04, 5/6/2018] Rubaidarose: Bunda farida indah parasnya

Baik budi elok mempesona

Siapa yang tak suka

Semangatnya mengumbar aksara

Hati ku hatimu penuh cerita

Dalam dunia puisi ala kita

[21:05, 5/6/2018] Cucu Khodijah: Rasa syukur tiada terperi

Disapa bunda canti ini

Salam yang sama malam ini

Semoga bunda selalu ada disini

 

Selamat malam lagi buat say….😘

[21:05, 5/6/2018] Siti Aminah: Bunga mawar bunga dahlia

Indah dipandang di kala merekah

Trimakasih untuk semuanya

Aku hadir diantara teman teman yang luar biasa..🙏

[21:05, 5/6/2018] Fitria Linda: Seruput jangan sembarang sruput

Karena ilmu tidak pernah keriput

Mari bersyair dan saling bersahut

Agar malam ini semakin yahut

 

 

Salam Pak Cholid 🙏🏻🙏🏻☺☺

[21:06, 5/6/2018] Rubaidarose: Salam kenal bunda berjasa

Sambut hangat peluk bahagia

Mau kopi udah tersedia

Mau ambulance juga ada

Tapi supir kelana entah kemana

Nanti kusisir jalan menemukannya

Agaknya lagi sibuk kerja

 

💝

[21:08, 5/6/2018] Dwi Farida: Sang supir tidak berkelana.

Dia hanya sedang bekerja.

Panggilah dengan segera.

Pastilah duo jenggot orangnya..

 

😊😊😊 ayo para pujangga berjenggot..😊

[21:14, 5/6/2018] Rubaidarose: Ambil kain dan pelita

Menuju kota pekanbaru hari raya tiba

Apakata hati didalam bunda

Tiket ke jawa da habis semua

Tunggulah nanti kita bersua

Dalam mimpi kita bercerita

Sambil berbisik berkatakata

Siang malam terasa hampa

Aksara ini kuuntai buat semua

Kapan kapan kita berjumpa

Insyall di syurga

 

 

💝

[21:16, 5/6/2018] Cucu Khodijah: Aku bahagia ada di kelas ini

Aku bebas berekspresi

Ditambah hangatnya para penghuni,,,

Sapa, senyum, selalu dikasihi

Membuat aku jd percaya diri….

 

Terima kasih mr. Dedi,bunda rose, aki, comel cantik, bunda farida, dan semuanya…😘😘

[21:19, 5/6/2018] Rubaidarose: Nirwana oh nirwana

Paras mu sungguh cantik jelita

Sejagat raya kami terpesona

Langit runtuh saat tertawa

Langit lupa akan tiangnya

 

…….sambung

[21:20, 5/6/2018] Dwi Farida: Bermakna atau tidak bukanlah penghalang.

Untuk mencurahkan semua yang di pandang.

Ayo segeralah datang.

Dengan berbagai kiasan yang menantang.

😘😘😘

[21:21, 5/6/2018] Fitria Linda: Sungguh gegayuhmu anggun kan rasa

Hingga sang dewa gandrung asmaradana

Oleh rayuan Kak Ros di seberang sana

Kan kuantar sekoci rindu buatnya

 

 

😍😍😍😘😘😘

[21:26, 5/6/2018] Cucu Khodijah: Ada rindu yang menggebu

Ada cinta yang menderu

Ada gejolak rasa yang beradu

Bersatu dalam satu kata aku rindu kamu

[21:32, 5/6/2018] Fitria Linda: Sungguh…

Aku keluh

Dari desah nafasmu yang semakin berpengaruh

Akan rasa rindu kugayuh

 

Andai rembulan mampu memeluk sang surya

Tentu kan tercipta dua kehidupan nyata

Namun cukup bias cahaya sang surya

Mampu membuat senyum untuk rembulan di sana

 

😍😍😍

[21:32, 5/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Cinta

Cerita kisah umat manusia

Indah senantiasa selalu didamba

Nyawa terkadang jadi taruhannya

Tiada hari tanpa berdua

Akhirnya pengin menikah juga

[21:32, 5/6/2018] Ummi Azizah: Secangkir kopi dan sepotong kue

Menemaniku malam ini yang menyimpan rindu

Rindu dalam pelukan hangatmu lima belas tahun yang lalu

Rindu usap lembut tanganmu ibu…

[21:34, 5/6/2018] Erni Ekawati: Kuintip fotonya sebagai obat penasaran

Wajahnya yang mana sungguh buatku menerka

Kulihat dia berkaca mata

Sungguh pose yang mengasyikkan saat selfie

Aduhai cantik nian yang punya

Ternyata setelah kenal via WA kecantikan nya bukan saja dari parasnya

Budi baik dan supportnya membuat aku terbuai

😍😍😍

[21:36, 5/6/2018] Dwi Farida: Ku panggil panggil sedari tadi..duo jenggot.

Tapi hanya manggut manggut.

Pertanda akan turut.

Kelas puisi sungguh yahut.

 

😊😊

[21:37, 5/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Sayang

Senandung ungkapan mesra

Asa ingin kekal selamanya

Yakin tiada pernah berpisah pula

Asmara turut menyertainya

Niatan hidup cukup berdua

Gerbang surga jadi impiannya

[21:37, 5/6/2018] Cucu Khodijah: Wahai angin sampaikan rinduku

Dedaunan lambaikan tanganmu

Sepoi angin bisikan lirih rinduku

Malam sepi teriakan aku rindu….

Pada bunda rose nun jauh disana

[21:38, 5/6/2018] Dedi Puisi: Tunggu aku

Dimalam ini yg kelabu

Apakah dirimu masih disitu

Jangan tidur dahulu

Sebelum cuci kakimu

Sebelum ambil air wudhumu

Introspeksi dirimu

Merenung apa yg telah kau perbuat demi cita2mu

[21:38, 5/6/2018] Erni Ekawati: Kak Ida ku sayang

Ketika kuunggah dan kuungkap hasil ketikan jemari

Dia yang support aku untuk terus berpacu berduka cita dalam aksara puisi

Kakak yang cantik terlihat diparasnya walaupun fotonya blur tapi terlihat dia penuh kasih dan sayang

Ketulusan pun dia miliki

😍😍😍

[21:41, 5/6/2018] Erni Ekawati: Tak usah menyesal segala yang terjadi

Karena menyesal rusaklah hati

Membuat gusar gundah gulana

Pasti yang terjadi itu terbaik sebagai takdir sang Kuasa

😍😍😍

[21:43, 5/6/2018] Endang: Aku yang tak ahli memilih kata

Apalagi bermain kata

Yang kulakukan hanyalah menguntai kata menjadi bermakna

Wujud cintaku pada aksara

😚

[21:44, 5/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Kasih

Kesan hati tiada mudah sirna

Anak jadi pengikat jiwa

Semangat hidup ingin bahagia

Impian bersama menuju surga

Hari hari saling bercanda mesra

[21:47, 5/6/2018] Rubaidarose: Kemana kan ku bawa

Entah apa kan kukata

Kala pinta menyergap jiwa

Akankah kusimpan saja

Saat bersama di dua dunia

Ingatan mematri setiap asa

Hanya doa yang kupinta

[21:51, 5/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Mesra

Merenda kata ungkapkan manja

Emosi tiada pernah menyertainya

Senyum manis tersebar pula

Rayuan indah rapi tertata

Asmara dara dengan perjaka

[21:52, 5/6/2018] Erni Ekawati: Mr Pujo berjenggot berseragam Pramuka

Kakak Pembina berjiwa Pancasila

Tacipaparerahedibesu dan trisatya melekat kuat di sanubari tertuang dalam perilakunya

Sungguh sang maestro yang pandai melukis aksara tuk puisi nan elok

Eh dia mirip almarhum guru matematika

Orang bijak rendah hati n sederhana

[22:00, 5/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Ibarat kata

Kuterbangkan kau setinggi angkasa

Kuhiasi dirimu dengan batu permata

Kupamerkan pada masyarakat dunia

Kuumumkan kau telah tiada

Kenanganmu tersimpan di dada

[22:05, 5/6/2018] Ababnkz: Persib vs Medan

 

Imajinasiku terdiam

Bak, tendangan pinalti yang gagal jadi goal

Kecewa yang semakin dalam

Sorak penonton yang tadinya riuh  akhirnya terdiam

 

Babak pertama 2:0

Nabire: 6 juni – 00:03

[04:03, 6/6/2018] Cucu Khodijah: Salam pagi untuk semua

Kala embun pagi mulai menetes

Kabutpun terlihat pekat

Udara pagi menusuk relung hati

Dan jemaripun mulai menari……

[04:12, 6/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Embun menetes mentari menyembul

Langit timur mulai merona

Duhai sahabat mari sini berkumpul

Kita bersama mulai berkarya

[04:29, 6/6/2018] Erni Ekawati: Dingin menyeruak tubuh ini

Seakan tak mau lepas dari balutan selimut

Mata yang sayu pun tak mau kalah

bak diperangko rapat menutup

Namun panggilan Illahi  dengan lantunan adzan diikuti sapaan hangat sahabat mampu menggugah diri

Mempersiapkan bertemu sang pencipta bersujud syukur atas nikmat yang telah diberi

Say hello dengan sahabat pun tak terlupa

Selamat pagi sahabat semua

Salam cantiiiik di pagi ini

Dari si Comel

😍😍😍😍😍😁😁😁😁😁😘😘😘😘😘

[04:34, 6/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Salam hangat kuterima dengan semangat

Berharap kita semakin hebat

Bersama menguntai kata sapa bagi sahabat

Semoga hidup kita jadi bermanfaat

Menjadi manusia yang bermartabat

Senantiasa sehat wal afiat

Bisa selamat dunia akhirat

[04:42, 6/6/2018] +62 895-3673-92692: Tanpa sengaja kita bertemu dalam aksara puisi

Memadu tiap nafas dalam bait

Menyapa dalam jalinan fiksi

Menyemai hati yang selalu terkait…

[04:45, 6/6/2018] Eulis: Aamiin allahuma aamiin

[05:05, 6/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Sam Badar:

Renungan

 

Pengaruh Istiqomah dalam kehidupan.

 

Istiqomah dalam melakukan sesuatu sesuai syariat adalah alat pengangkat martabat manusia untuk mampu sampai pada puncak kesempurnaan. Pelindung akal dan hati dari kerusakan. Imbasnya kehidupan akan baik dan lurus dalam segala urusan yang pada akhirnya tercipta rasa aman dan damai.

 

” Istiqomah sesungguhnya adalah perwujudan dari karomah Sang Pencipta”.

 

Prapto Pujo Yuwono:

ISTIQOMAH

Karya : Pujo jenggot

 

Istimewa tak semua bisa

Senantiasa disiplin menjalaninya

Teramat sulit bukan mustahil pula

Ibarat awal belajar baca musti terbata bata

Qodrat manusia terlahir di dunia

Olah rasa penting dijalaninya

Menjalankan segala perintahNya

Al Quran sebagai pedoman hidupnya

HidayahNya berbalas surga

 

Ilmu agama jangan lupakan

Tanda bagi kaum beriman

Umat manusia di akhir jaman

 

Keberkahan hidup manusia

Allah telah mengaturnya

Rangkaian mukjizat bagi hambanya

Obat derita kala sengsara

Mujarab tiada duanya

Asal mau mempercayainya

Hidup bahagia aman sentosa

 

Probolinggo, 6-6-2018

[10:36, 6/6/2018] Endang: Aku itu setia dengan yang ada.

Jadi kuterima saja apa adanya.

Tak usah kau risau, aku takkan mencarimu lagi.

 

Begitu sibuknya waktu menyita.

Membuatku mawas diri.

Tak etis menuntut kamu selalu ada.

Karena kamu berbeda.

 

Jikalau kamu mendekat nantinya,

Aku siapkan diri agar kau nyaman untuk merapat.

 

Apapun, kita tetaplah dekat.

[13:03, 6/6/2018] Fitria Linda: PERANTAUAN RINDU

 

Sang bayu merambat pilu

Membawa secarik puisi rindu

Tetembangan asmaradana mengalun disetiap desau nafas memburu

Sesak menahanku memcengkram dan memasungku

 

Secawan rindu…

Menjamu bersama perahu

Perahu kertas terbawa sungai berlalu

Mengusik jemari untuk menggurat syair kalbu

 

Kumohon…

Jangan berhenti

Setiaku ini tiada mati

Walau ragaku terlepas nanti

Hayal dan mimpi hanya milik sang pujaan hati

 

Wahai sang perantau rindu…

Dengar desahku yang bergelayut sendu

Remuk menahan serpihan asmara terpaut syahdu

 

Wahai sang perantau rindu…

Kemelut hatiku semakin tersulut

Saat beban rasa cinta erat mengikat

Tertopang arumnya kayu cendana

Berhias indah sayap peri mayapada

 

Perantauan rindu…

Tak mungkin hati membeku

Ketika gamelan asmara memainkan lagu

Gemulai sampur selendang sang ratu

Mengusik rindu dalam buai bertandu

 

Perantauan rindu…

Tiada sesal ku mencumbu

Menahan getir jauh dari sang prabu

Nanarku menggeliat menahan sendu

Ketika dirimu jauh dari jangkauan kalbu

Kuharapkan riak gelombang samudera kan segera membawamu

Kembali dalam pelukanku

 

 

Fitria Linda^06-06-2018*

[20:56, 6/6/2018] Dedi Puisi: Kekasih

Malam telah larut

Gelap hitam yang pekat

Tiada sinar mentari

Hanya  bulan dan bintang

Bertaburan di langit tinggi

Istirahatkanlah diri

Sebelum fajar menampakkan diri

Bermimpilah

Agar terlelap sepasang mata indahmu

Jangan lupa bermunajat

Pada Sang Maha Pemberi

[22:40, 6/6/2018] Dedi Puisi: Datang dan pergi

Itulah lumrah dunia

Tidak usah dipikirkan sekali

Nanti makan hati

Meranalah diri

Jadi sakit hati

Siapa yang rugi

Pasti diri sendiri

[22:43, 6/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Tragis

Mencerai aksara

Membunuh kata

Memendam makna

Sirna karya

Batin tersiksa

Dunia berduka

[22:55, 6/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Ironis

Dendam kesumat

Membakar nadi

Meracuni hati

Menghantui jiwa

Mimpi buruk

Mengaburkan asa

Menebar petaka

Menguncang mayapada

[06:39, 7/6/2018] Cucu Khodijah: UDARA PAGI

 

Pagi yang indah sekali

Kuhirup udara pagi ini

Begitu indah ciptaan Illahi

Ku bersyukur segenap hati

Padamu ya robbul izati

 

Usiaku sudah sampai hari ini

Lima puluh tahun Kau beri

Tanpa terasa semuanya sudah kulalui

Semoga sisa usiaku diberkahi

 

Terimakasih ya Alloh…..

[08:09, 7/6/2018] Erni Ekawati: Kususuri jalan di pematang sawah

Hijaunya padi membuat mata kembali hidup

Hari sudah siang

Terik mentari di rumah sudah terasa

Namun sawah itu masih diselimuti halimun pekat

Dinginnyapun terasa menusuk tulang Pada badan yang tak berlindung jaket

Burung-burung mengitari seputaran sawah

Sungguh nikmat yang kurasa

Pak tani dengan sigap mengairi sawahnya

Agar subur kembali si tanaman pagi

Tak lupa hati selalu berdzikir atas takjubnya ciptaan Tuhan

Marilah kawan selalu memuji pada Ilahi yang telah mempercayakan kita sebagai Khalifah di bumi tercinta ini

 

Selamat pagi salam dari si Comel Cantiiiik 😍😘😘😘😘😍

Mata saya sudah segar kembali

Tidurnya pulas Alhamdulillah

[17:42, 7/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Hampa

Karya : Pujo jenggot

 

Putaran gerigi belum terhenti

Deru udara membawa awan ke arah senja

Sepi seribu kata terbang engan terucap

Misteri datang bagaikan mimpi

Masa ini terlampau singkat

Tadi berlalu cepat sulit  terulang lagi

Rona merah memedar di ufuk barat

Bersemayamlah raja terang diiringi ribuan kelelawar

Jiwa terombang ambing dihempas kegalauan

Kenapa waktu sulit terhenti barang sekejap

Lelah hayati bergumul peluh diterjang surya

Mereda hasrat angkara di ujung senja

Merenda kisah pengembala aksara

Terpenjara di balik jeruji hitam pekat

Kehampaan menerpa belum pula usai

 

Probolinggo, 7-6-2018

[18:16, 7/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Walah sudah jenuh menu rumah

Berpesiar keluar rumah

Bersama keluarga sejenak tinggalkan rumah

Berburu menu buka yang tak sama dengan di rumah

Cari saja restoran mewah

Duduk di meja berwarna merah

Mewah mepet dengan sawah

Merah menanti sambil ramah tamah

[18:43, 7/6/2018] Fitria Linda: SECANGKIR KOPI

 

 

Kopi…

Panasnya harus pasti

Agar tidak menyiksa perut ini

 

Kopi…

Manisnya menurut selera hati

Atau juga bergantung permintaan pembeli

 

Kopi…

Secangkir untuk di pagi hari

Suntuk pun bisa dinikmati lagi

 

Kopi…

Teman baik saat sendiri

Atau dikala bercengkrama dengan sahabat sejati

 

Kopi…

Itu juga makna filosofi

Bergantung siapa sang ahli

Memberi nasehat dan petuah yang dinanti

 

Secangkir kopi…

Siapa yang tak inginkan ini

[19:56, 7/6/2018] Rubaidarose: Sihitam manis kupuja ku damba

Pagi petang menghiasi meja

Persegi panjang kecoklatan

Gemericik suara menahan aroma

Sedap nian menyerah asa

[19:59, 7/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Simfoni Sungai

Karya : Pujo jenggot

 

Senyumlah jangan sungkan bagai sapa mentari pagi

Sirna lelah raga lenyap tersapu deras keringat bumi

Simfoni alam teramat syahdu takjub jiwa memuji

Buih bersorak kegirangan teramat ramai

Hantaman demi hantaman di luas muka keras silih berganti

Jejak jejak lubang membekas di sana sini

Citra pesona alam duniawi sungguh memikat hati

Pengembara bergulat di alam sunyi bersama kawanan saling berkreasi

Mengurat tinta emas atas nama prestasi

Bakti pribadi pada negeri yang dicintai

 

Probolinggo, 7-6-2018

[23:39, 7/6/2018] Fitria Linda: BELUKAR HATI

 

Sesangguh nanar diri

Bergulat hidup penuh ambisi

Sibuk hanya ingin mengisi perut ini

Hingga lupa akan dahaga hati

 

Elok terbinar dunia fana

Terbentang serunai nyanyian surga

Tapi nyatanya hanya fatamorgana

 

Terakhir hari kita terpejam

Hanya sedikit yang menghias malam

Racun dunia telah membuat semua kelam

Hingga waktu terbuang dan terkaram

 

Kita semua hanya musafir

Mengais sesuatu bagai orang fakir

Seandainya semua umat berfikir

Pasti kita akan ingat suatu saat ada hari akhir

 

Belukar hati…

Serumpun belukar tiada arti

Dimata Sang Pencipta semesta ini

Kita mengemis pada Ilahi

Karena waktu yang buat kita antri mati

 

Belukar hati…

Hikayat cintamu usai kini

Saat Allah cabut seluruh urat nadi

Bermain hati hanya menjadi penyiksa akhirat nanti

Tobatlah sebelum malaikat maut menghampiri

 

Belukar hati…

Jangan pernah engkau ingkari

Firman Allah dan sabda Nabi

Hidup jangan berkutat pada ambisi

Redup hidupmu suatu saat akan kau tangisi

 

Belukar hati…

Syafa’at Allah tak kan berhenti

Saat hati mengalir cahaya imani

Sangga waktu sebelum esok hari

Sebelum malaikat kubur menghabisi

 

 

 

Fitria Linda_#07-06-2018#

[00:08, 8/6/2018] Dwi Farida: Malam kian sepi mencekam.

Semakin hati ini tenggelam.

Oleh angan dan harapan yang semakin lama hilang.

Dan tak mampu ku kendalikan.

 

Ku bertanya berbalut diam.

Sampai kapan rindu ini mencengkeram.

Terpasung dalam kubangan berwarna hitam.

 

Ku tanya pada malam.

Tak ada jawaban.

Kutanya pada waktu

Dan waktupun memberi jawaban yang sama.

Tetap tersiksa dalam kerinduan

 

Seandainya aku bisa.

Akan ku pasang tanda larangan .

Seandainya aku bisa.

Akan ku buang semua kenangan

 

Siapakah yang mampu menolong.

Dari sakit asmara yang begitu kejam.

Hanya Tuhan .

Ya.hanya Tuhan saja.

Yang dapat menghentikan .

Karena ku tak sanggup melakukan.

 

🤩🤩🤩🤩

Pak pujo..pak dedi..bunda fitri..adik comel..krisan dong..haa

[00:22, 8/6/2018] Dwi Farida: Dia adalah yang terindah yang pernah ada.

Dia adalah cerita cinta di masa muda

Dia adalah yang termanis di kala bercanda tawa

 

Sekarang…

Dimanakah dia?

Entahlah..

Pernah tersiar kabar

Dia jadi yang istimewa di antara bunga bunga

Pernah terdengar berita

Dia menjadi yang terhebat di antara koleganya

 

Dia tak pernah ku temukan lagi

Dia sudah tak bersamaku lagi

Dia sudah punya dunia yang jauh lebih indah .

Dan..

Dia adalah separuh jiwaku.

Dia dan aku berbahagia

Dengan kisah yang berbeda.

 

🤭🤭🤭..krisan..krisan..ayo bantu krisan..

[00:38, 8/6/2018] Dwi Farida: Terhempas dalam kelemahan diri

Berlari dan terus berlari

Semakin jauh. Jauh..kaki tertatih tatih

Terseok seok dan akhirnya jatuh tersungkur

 

Tak peduli

Semakin kencang berlari

Terjerembak dalam lubang yang sama

 

Haruskah terus begini

Usia tak muda lagi

Bila waktunya nanti

Pasti akan terjadi

Maut datang tak ada yang mengetahui

 

Ku sadarkan diri

Mohon pengampunan Ilahi

Atas segala dosa yang pernah aku lalui

Sampai saatnya nanti aku berpasrah diri

Dengan tersenyum senang hati

Bertemu dengan sang pencipta abadi

 

😘😘😘 kk ida

# 80618 pukul 00.45 #

[00:53, 8/6/2018] Dwi Farida: Saat ini pukul 00.50 dini hari

Semua sudah terlelap dalam hangatnya selimut malam

Entah mengapa mata ini tak mau terpejam

 

Tubuh layu sudah mendera

Banyak hal berkecamuk di dalam kepala

Satu persatu ku cernah

Terbersit dalam hati untuk memuja

 

Terimakasih Tuhan

Sepanjang hari sudah Kau beri segala nikmat

Terimakasih Bapa

Sepanjang kehidupan tak sekalipun Engkau tinggalkan

Ku hujani ucap syukur dari mulutku

Ku berkidung pujian akan kebesaran nama_Mu

 

Perlahan kantukpun mulai merayap

Dan tiba saatnya aku istirahat

 

😘😘😘 selamat malam semua sahabat..berkat Tuhan selalu untukmu.

 

Kk ida # 8 06 18. Pukul 01.00 dini hari

[04:58, 8/6/2018] Cucu Khodijah: Kulihat pelangi sore hari

Indah lukisan illahi

Kutatap mensyukuri diri

Tuhan sungguh indah yang Kau beri

 

 

 

Salam pagi

[05:10, 8/6/2018] Endang: Di penghujung malam.

 

Seorang wanita  mengusap peluh di kerut dahinya.

Dua karung cabe masih tergeletak serampangan.

Diusapnya tetes keringat bercampur hujan.

Kakinya bergetar menahan dingin dan lelah tak terhingga.

Dipeluknya karung cabai berharap hangat pedas menular pada ringkih tubuhnya.

 

Lamat terdengar ayat suci Al Quran berkumandang dari musholla di seberang pasar pagi.

Perih hatinya.

Rindu diri agar menua dalam kenyamanan damai bersama anak dan cucu.

 

Hujan semakin deras.

Alunan suara itu menyentuh hati.

Disudut gelap dinding pasar yang kumuh dan becek,

Wanita itu menengadahkan wajah dan kedua tangannya berapit dua karung cabe, berdoa untuk kedamaian anak, menantu dan cucunya yang lebih dulu menjemput Rahmat Sang Illahi.

Mereka pergi setelah tak kuasa menahan panasnya wabah demam berdarah.

 

Air mata menetes semakin deras saat lantunan doa itu berpadu dengan suara adzan subuh dan derasnya hujan.

 

Kerasnya hidup di penghujung malam.

[10:13, 8/6/2018] Dwi Farida: Tak pernah sesal sedikitpun ku terima

Bersama teman semua aku jadi bisa

Menjadi saudara walau tak bersua.

Nimati kebersamaan di satukan oleh sebuah karya

[10:35, 8/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Sahabat baru selamat bersua

Kehadiranmu di sambut terbuka

Kami tunggu untaian kata

Karya sahabat sebagai awal pembuka

[11:37, 8/6/2018] Erni Ekawati: Saya hadir penuh keceriaan

Di tengah panas peluhnya udara

Amanah baru t’lah kujalani

Sembari menunggu nahkoda yang baru

Alhamdulillah salam sapa dari sahabat baru

Kubaca satu persatu semoga bisa belajar bersama

Dihiasi senyum tawa

Tak ada OSPEK seperti Kak Rose bilang

Dan aku pun bukan orang kejam

Pokoknya salam cantiiiik dari si Comel Cantiiiik

Adiknya Kak Ida yang baik hati dan selalu disayang😍😍😍😁😁😁

[12:46, 8/6/2018] Harry Agus Y: Rahayu

 

Oleh Harry Agus Yasrianto

 

Coba rasakan terik

Di sana

Mereka berjejal tanpa alas

Hanya bersendikan tulang

Tanpa suplemen merek wahid, mereka tetap mengayun lutut agar tetap bisa merasakan nasi busuk

 

Di warung padang

Di warung tegal

Di warung tenda

 

Sisa nasi semalam tidak pernah mereka bertanya

Tentang kadaluarsa

Tentang bau tengik

 

Perut mereka sudah terlalu kebal

Dengan formalin

Dengan zat pewarna

 

Lihat di sana

Betapa lincah

Tubuh itu meliuk ke muka

Berebut nasi yang sudah mereka ketahui basi

 

Lihat diriku

Cek darahku

Terlalu takut

Akan serangan jantung

Memilah kandungan mengukur tensi

Setiap jam

Menambah daftar herbal

 

Merasakan cenat cenut di sendi kaki

Aku panik

Asam urat begitu mengikat

Aku gelisah

Mengurangi jam tidurku

Berfikir keras

 

Kepala pusing

Aku resah

Kolesterol mengencangkan saraf otakku

 

Coba lihat,

Betapa bahagia mereka

Tanpa beban

Di tengah terik yang begitu menusuk kulit

 

Sementara aku di sini

Sejuk di bawah deraan AC Yang terus memanjakanku

 

Sampai ujung maghrib memanggil

Untuk selalu bersyukur dan bersyukur

 

Kenikmatan mana lagi yang hendak aku dustakan

 

Berau, 08 juni 2018

[12:55, 8/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Sudah saatnya aksara kembali terangkai

Bertaburan kata kata mengusung beragam makna

Memang tiada sempurna pada awalnya

Memang kurang memikat saat dibaca

Memang sulit kadang dicerna

Namun ini tetap sebuah karya

Meski tiada pernah dipinta

Hadir tampil kemuka

[12:56, 8/6/2018] Kang Khasan: Rahayu tetap melangkah

Tak peduli cercaan, hardikan…

Tp kekebalan tubuhnya pelan pelan terhempas bayu

Dan membawanya entah kemana…

 

Rahayu dulu ayu.

Kini menjadi layu…

Termakan pikiran berat mengganggu

Akibat Perbuatan tabu…

[13:25, 8/6/2018] Fitria Linda: Judul pasti ada maksudnya

 

Rahayu diambil makna dari arti bahasa jawa

 

Sehat, selamat sejahtera.

 

Dari puisi tsb sudah pas.

 

Kita butuh keselamatan dg menyelamatkan tubuh kita dari makan2an luar yg liar akan kandungannya bahkan racun bagi tubuh kita.

 

 

☺☺👍🏻👍🏻👍🏻

[13:29, 8/6/2018] Fitria Linda: Bebaskan saja Pak.

 

Kalau saya membuat puisi menentukan judul dahulu karena dg judul kita tau tema apa yg akan kita usung.

 

Yang terpenting dari puisi adalah pesan dari yg kita harapkan dari para penikmatnya.

 

Bagus sekali Pak. Teruslah berekspresi jangan ragu untuk terus bereksperimen tentang diksi.

Saya mengusung diksi juga sebagian ambil dari bahasa daerah.

 

Semangattt…💪🏻💪🏻💪🏻☺☺☺

[13:49, 8/6/2018] Hartini Hamzah: Aksara di rangkai dengan rapi

Terbaca curahan penuh arti

Kini aku datang kembali

Menulis syair isi hati

Terangkai manis penuh makna

Lama hilang entah ke mana

Walau sekarang tak bersua

Ku kirim doa buat semua

Semoga sehat senantiasa

Pada ilahi robbi memohon doa

Kita semua selalu dalam lindungan-Nya

 

Lutim, 07-06-2018

[17:00, 8/6/2018] Dwi Farida: Betina tangguh

 

Terbangun di pagi buta

Sementara sang penghuni lainya masih berbalut selimut hangat

Tiada mengeluh

 

Jari jemari beradu saling berbenturan untuk menyiapkan segala yang di butuhkan seisi rumah

 

Pikiran berkecamuk memilih yang terbaik untuk hidangan makan.

 

Hatinya tenang melihat tata rumah indah di pandang

 

Hatinya senang makanan siap di meja makan

 

Hatinya pun riang melangkah meninggalkan rumah untuk membantu menimbun pundi pundi uang untuk bekal masa depan

 

Semua di lakukan dengan satu tujuan

Rumah tangga tetap terjaga dwngan aman

 

Tak di hiraukan peluh meleleh di keningnya

Tak di pedulikan hijan dan panas menemani hari harinya

 

Semua untuk anak anak yang di sayang

Semua untuk masa depan gemilang

[17:27, 8/6/2018] Fitria Linda: Dirimu adalah wonder woman

Tiada henti siap sedia jadi pelayan

Pelayan keluarga juga pelayan kemasyarakatan

Demi semua kehidupan agar nyaman

 

Dirimu adalah wonder woman

Sekelas dengan para pahlawan

Lebih kuat dari ironman

Lebih hebat dari superman

 

Dirimu adalah wonder woman

Laksana matahari sebagai idaman

Dan rinai hujan yang selalu dirindukan

 

 

We are wonder woman

 

SDWW.com ☝🏻😃

[19:42, 8/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Superman kalah dari wonder woman

Di medan mana terjadi persaingan

Jurus apa yang boleh digunakan

Berapa ronde terlaksanakan

Tak mungkin menang jago pejantan

Meski pakai senjata  pinjaman

Apalagi didukung setan

Sungguh superman tak ada kesempatan

Duduk termenung di perempatan

Menunggu datang bala bantuan

Demi sebuah kebanggaan

Mengalahkan sang wonder woman

Saat lomba menu masakan

Cepat tanggap mengoreng ikan

[19:46, 8/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Menanti suster keliling bawa ambulan

Sopir termenung duduk sendirian

Mendongak tampak muncul rembulan

Sungguh aku didera kesepian

[19:55, 8/6/2018] Fitria Linda: Jangan risau supermen

Pria adalah bagian penting elemen

Elemen kehidupan yang permanen

Menabur hidup rumah tangga dan menuai panen

Panen menuju surga manisnya melebihi permen

 

 

 

🤭🤭🤭

 

Cari ambulan Kak Rosss @Rubaidarose…

 

🚑🚑🚑Ui… ui… ui…

[21:24, 8/6/2018] Harry Agus Y: Diantara Sepotong Senja

 

Oleh Harry Agus Yasrianto

 

Duduklah di sini

Nikmati detik detik yang tersita

Sisa keberadaan kita

 

Dengarkan

Gesekan jeruji besi yang berputar

Melingkari rantai yang menjuntai lemah

 

Dengarkan saja

Helaan nafas si pengais besi berjalan

Terasa berat

Seberat beban nyata hidupnya

 

Berharap penuh pada setiap kocek rupiah kita

Biarkanlah ia seperti itu

Membaca setiap tikungan, lampu merah dan lorong lorong gang sempit

 

Mendekatlah padaku

Dekap sesuka hatimu

Ini waktu terakhir kita

Seperti yang engkau pinta

 

Terpisah

Seperti sebuah gunting engkau bersikap

Tajam

Memisahkan dua hati yang sebelumnya menyatu

 

Bicaralah semampumu

Atau marah

 

Karena esok tak akan ada lagi debat panjang

 

Tak akan ada lagi besi karat yang berjalan

 

Yang tersisa

Hanya sepotong senja

Di ujung hatiku yang terkoyak, nyata

Tanpa mu

Tanpa pak tua pengayuh becak tua

 

Berau, 08 juni 1999

[23:54, 8/6/2018] Nasrullah: http://mynewbiogdde.blogspot.com/2018/06/puisi_24.html

[00:07, 9/6/2018] Pak Cholid Emen: Di penghujung malam yang makin sunyi

Pelan kurebahkan raga ini

Hanya kepasrahan terdalam yang sekarang bergelayut

Diantara hiruk pikuk altar kehidupan

 

Tuhan…

Lirih kubisikkan

Izinkan ku ketuk pintuMu

Dan biarkan aku nikmati hidangan yang Engkau sajikan

[03:41, 9/6/2018] Bu Samaah: Puisi

” Kepadamu kuhaturkan”

Terima kasih

Kepada siapa kan kuhaturkan

Kepadamu yang tak lelah mengajarkan

Kepada siapa ku harus menghamba

 

Tetima kasih

Kepada siapa kan kuhaturkan

Kepadamu yang tak lelah mengajarkan

Pada kami anak-anak yg haus ilmu pengetahuan

 

Terima kasih Kepada siapa kan kuhaturkan

Kepadamu yang telah sabar

Menunjukkan jalan tuk meraih kebaikan

 

Terima kasih

Kepada siapa kan kuhaturkan

Kepadamu yang tak lelah menunjukkan jalan tuk meraih cita dan harapan

 

Guruku tersayang

Terima kasih Kepadamu kuhaturkan

 

Guruku

Hanya doa yang bisa kulantunkan

Bersama air mata perpisahan

 

Guruku tersayang

Doamu kupinta

Tuk luruskan jalan

 

 

Guruku tersayang

Jasamu kan kukenang dan terpatri dihati paling dalam

 

Doa kami untukmu

Semoga keberkahan selalu menyertai langkahmu

 

– mohon kritik dan sarannya, baru belajar”

Wass Saamah

 

 

 

 

 

 

Kami anak-anakmu

[04:36, 9/6/2018] Bu Samaah: Hatur nuhun sarannya ‘ siap untuk belajar”

[04:37, 9/6/2018] Bu Samaah: Puisi

” Terima kasih guruku”

Terima kasih

Kepada siapa kan kuhaturkan

Kepadamu yang tak lelah mengajarkan

Kepada siapa ku harus menghamba

 

Tetima kasih

Kepada siapa kan kuhaturkan

Kepadamu yang tak lelah mengajarkan

Pada kami anak-anak yg haus ilmu pengetahuan

 

Terima kasih Kepada siapa kan kuhaturkan

Kepadamu yang telah sabar

Menunjukkan jalan tuk meraih kebaikan

 

Terima kasih

Kepada siapa kan kuhaturkan

Kepadamu yang tak lelah menunjukkan jalan tuk meraih cita dan harapan

 

Guruku tersayang

Terima kasih Kepadamu kuhaturkan

 

Guruku

Hanya doa yang bisa kulantunkan

Bersama air mata perpisahan

 

Guruku tersayang

Doamu kupinta

Tuk luruskan jalan

 

 

Guruku tersayang

Jasamu kan kukenang dan terpatri dihati paling dalam

 

Doa kami untukmu

Semoga keberkahan selalu menyertai langkahmu

 

– mohon kritik dan sarannya, baru belajar”

Wass Saamah

 

Kami anak-anakmu

[05:27, 9/6/2018] Hartini Hamzah: Yak pandai aku menilai

Karena diriku masih dini

Sama belajar benahi diri

Sedikit sedkit beranikan tulisi

Ungkap semua isi hati

Tak beraturan sama terangkai

Setiap baris dikaulah memakanai

Apa harus kuucap

Tiada bisa kusadap

Hanya bisa prnuh harap

Bersama belajar saling ungkap

Semasa silau tatap mata

Tiada terlihat gelap gulita

Hitam pekat akan warnanya

Kita berbuat apa adanya

 

Salam sahabat,selamat berkarya sukses tuk semuanya

Lutim, 09-06-2018

[05:38, 9/6/2018] Bu Etty: 😁😁😁 masih malu2 takut salaah

[06:14, 9/6/2018] Dedi Puisi: Ku lihat di langit

Awan mendung kembali

Sepertinya hujan akan turun lagi

Tapi

Diri sedang mencuci

Pakaian sudah tiga hari

Belum dicuci

Ku basahi tangan ini

Dengan air guna mencuci

Pakaian yg sudah tiga hari

Belum juga dicuci

Karena saban hari

Hujan membasahi bumi

[06:31, 9/6/2018] Harry Agus Y: DARI BALIK JEBDELA

 

Oleh Harry Agus Yasianto

 

Bolehkah

Aku meminjam bayang bayangmu

Sesaat saja

Hanya untuk menghapus debu debu luka di rinduku

 

Agar jarak pandang hatiku

Tidak terhalang

Oleh dinding jendela cemburu

 

Apa aku harus berlari

Melepaskan kotoran kotoran yang menempel di teras hatimu

 

Walau hanya untuk mengusap setitik noda

Yang pernah aku torehkan di serambi jiwamu

 

Maafkan saja

Atau hapus segalanya

Jika itu memang mampu membungkus kebahagiaanmu

 

Aku pergi dari bilik jendela

Yang pernah engkau buka untukku

 

Depok, 26 januari 1998

[06:33, 9/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: PUISI

 

P aparan ekspresi isi hati

U ntaian kata kata  dalam kreasi

I ndah bentuknya padat berisi

S enandung kiasan penuh arti

I ngin selalu dibagi bagi

[06:37, 9/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Semakin ke belakang semakin bersinar

Tak pelak mantap berkilauan

Tak salah tempat berbagi

Mari kita menyalaminya

Kita timba pengalamannya

[06:55, 9/6/2018] Dwi Farida: Ku asah dan selalu ku coba

Ku ingin serba bisa seperti pak dedi sang pujangga

Ku tak akan menyerah belajar dengan teman tercinta

Semangat terus berkarya

Sampai ajal tiba

Memberi diri

Untuk negri tercinta

Indonesia raya

[07:08, 9/6/2018] Dedi Puisi: Jangan terlalu memuji

Kepada diri yg lemah ini

Takut nanti

Takabur dan sombong atau lupa diri

Aku terus memacu diri

Belajar tiada henti

Menulis puisi

Setiap hari

Harus sudah menjadi tradisi

Yang tak pernah terbayangkan oleh seorang Dedi

Terjun secara totalitas

Harus dikerjakan hingga tuntas

Karena banyak pekerjaan yang sudah menunggu untuk dilakukan dengan pantas dan lekas

[07:37, 9/6/2018] Cucu Khodijah: Salam pagi untuk sahabat pena

Selamat menjalankan puasa

Tak lupa untuk selalu berkarya

Sahabat kutunggu selalu untaian kata pena

[08:08, 9/6/2018] Bu Samaah: Salam hangat untuk sahabat

Sahabat pena yang bertemu di dunia maya

Salam kenal dari saya

Yang masih malu dan ragu menguntai kata

Apalagi dibaca oleh para pujangga

Tapi hati tak kuat tuk berbagi rasa

Biarlah sahabat yg membaca

Berharap saran penuh makna

Cimahi, juni”18

[08:17, 9/6/2018] Hj Neneng Hen: Untaian katamu sangat memikat

Membuat hati selalu teringat

Kita sudah menjadi sahabat

Semoga langgeng sampai akhirat….

Dan Allahpun tetap memberi berkat

Kepada kita semua yang punya niat….

Menulis mengembangkan bakat….

 

SMI, 09-06-18

[08:18, 9/6/2018] Dewi#perpus: Susunan aksara penuh makna

 

Oleh kustriana dewi

 

Derap deru dinding dada

Cerita cita cinta cemara

Gadis galau gundah gulana

Ketika kaidah kata kurang

Lalu lalang lalu lintas

Terik terus tak terasa

Fantasi family fana fatamorgana

Aku antara aman aral

 

KD, 090618, 08.15

[08:41, 9/6/2018] Dwi Farida: Salam sapa teruntuk bunda cuho

Udara pagi terhembus ringan di sela sela pori

Langit terlihat gagah membentang

Di hiasi awan yang berarak menantang

 

Ku percaya hati begitu tenang

Seperti bunda cuho tersayang

Nikmati anugrah pagi bunda cuho

Dan tak jua lupa ku ucap salam bua adik comel seorang

 

😘😘😘 kk ida

[08:52, 9/6/2018] Endang: Gede Rumongso

 

By. Endang Puspitasari

 

Kukira dirimu mengerti, kawan.

Setelah sekian lama kita selalu bersama.

Berbagi cerita tentang apa yang kita rasakan.

Bebas bergerak mengikuti arah angin yang meniup.

Terbang mengkhayal seakan tak menjejak bumi lagi.

 

Bersamamu aku bahagia.

Menikmati dan merasakan denyut jantung dan iba rasa sesama.

Kita bergerak dan berempati dalam aksi yang nyata.

 

Kukira kamu paham, kawan.

Betahnya aku selalu disisimu tak cuma hanya organisasi.

Kuserahkan seluruh waktu dan pikiranku itu hanya untukmu, sebenarnya.

 

Kukira kau merasakan, kawan.

Bahwa aku tak setulus yang kau kira.

Aku berbuat karena aku mengharapkan mu,

Sungguh mengharapkan mu,

 

Untukmenjadi imamku.

 

Harapanku pupus terbang seperti khayalku yang tak berjejak bumi.

 

Undangan bersampul kuning, ini sungguh membuatku cemburu.

Aku tak pernah paham, mengapa dirimu memilih proses ta’aruf yang membuatmu bertemu dengan orang jauh yang tak kau kenal dengan dekat.

Aku sedih tak terkira,

Batinku menangis, perih.

 

Aku kira dirimu paham sekarang.

Mengapa aku pergi.

 

Selamat kawan.

Selamat berbahagia.

Semoga aku juga bisa sebahagia dirimu nanti.

[08:53, 9/6/2018] Endang: ☺

[09:41, 9/6/2018] Bu Etty: Pemanjat Kelapa.        Kau ikat pinggangmu kuat dg tali panjang.     jari tangan dan kakimu lincah memanjat pohon kelapa tinggi…            Rasa ngeri dan takut tiada kau punya.         Demi Sesuap nasi dan si buah hati hilangkan semuanya..                       Dg lincahnya sampai dipucuk pohon kelapa. Satu demi satu kau pilih kelapa muda pesanan tuk buka puasa..  Setandan kau turunkan hati hati dg tali panjangmu biar tak pecah dan dikomplain pelanggan setiamu. Senyuman manismu selalu terukir dibibirmu terbayang sudah rupiah demi rupiah ada kantongmu..  Kau turun pohon bak seluncuran.  Mataku tak pernah lepas menatapmu.. Kagum dg semangatmu dan keberanianmu… Ketangkasanmu dan kasihmu pd keluargamu yg selalu menantimu dg penuh doa keselamatanmu  wahai ibu pejuang tangguh pemanjat kelapa🙂

 

[04:04, 30/5/2018] Eulis: Buku usang

 

Ku buka lembaran buku yang telah usang

Penuh warna yang kulihat namun tak seindah pelangi

Aku tertegun seakan tak percaya Tergores tulisan  yang membuat batin ini menangis,

Dan tak terasa air mata mengalir begitu deras.

Tuhan inikah scenario yang Kau berikan kepada hambaMu…

Cerita yang begitu apik, indah dan mempesona.

Walaupun buku ini telah usang namun tersimpan sejuta kenangan.

 

Bandung 2018              -elis wahid

[04:11, 30/5/2018] Prapto Pujo Yuwono: Mantap, memori terpenjara dalam rangkaian kata, menyeruak hadir kala terbaca, menyentuh batin menguak duka, membekas jejak” peristiwa lama, mengharap pinta pada  Yang Esa, mensyukuri nikmat yang telah diterima, memori nostalgia penuh cerita.

[04:31, 30/5/2018] Cucu Khodijah: 👍👍

[04:58, 30/5/2018] +62 812-2239-5251: Ya, sajaknya

[06:06, 30/5/2018] +62 812-2239-5251: Sahabat sejati yg hebat

Sy pamit undur

Karena ada nomor yg baru🙏😊

[06:35, 30/5/2018] Dedi Puisi: Literasi Tiada Batas

Membaca dan menulis

Selagi masih bernyawa

Selagi masih berada di alam buana

Selagi masih diberi nafas oleh yang Maha Esa

Selagi masih menjadi manusia

Literasi tak kenal siapa atau rupa

Literasi tak kenal suku bangsa

Literasi ukuran standar sebuah negara

[15:08, 30/5/2018] Rachmat: Renjana Serat Saujana

 

Ke barat kita makin tuju

tapi jalan tak satu, kian membelan

liku memisah titian kita bersarak

Kita tak padu tawang,kerap cewang

gubuk-gubuk pudar dari andang

awan-awan menghitam kelam

lau hilang

 

Kirana kembali singgah, gelisah

Enggan aku merayu lewat belaian

tak kuasa menimang dengan buaian

lelah sayap patah gelepur

jalanan makin garang

siang, malam lamban berbincang

awan-awan menghitam kelam

lalu hilang

 

Kirana kembali pergi, resah

kusirat hati merentet dedaunan

kukait cinta rajut dahan-dahan

lantas kutitip renjana pada sang luna

disana, engkau pasti nyenyak pirsa

sekilas roman setitik terbayang

bermuka-muka di cermin terawang

awan-awan menghitam kelam

kembali hilang

[15:24, 30/5/2018] Rubaidarose: 👍

[15:30, 30/5/2018] Ustadzah Miftah: ROB

 

Kusaksikan indah di tepi laut

Ombak bergoyang melandai di pantai

Indah nian bikin mata terpaut

Irama merdu  mengalun damai

Namun…

Begitu gelombang pasang membesar

Tiada yg bisa di sasar

Aneka benda  terbawa

Hanya selamatkan nyawa

Ya… air rob

Genangan airmu

Jadikan perjuangan tiada henti

Banyak hati menuai  syahdu

Mencari tambatan hati

Di mana harus di cari…..

Hanya pada Mu Ilahi

Sujud pasrah atas kehendakmu

Tiada di dunia yg abadi

Hanya cinta kasih Mu

 

Pekalongan; Miftah, 14.51

[16:39, 30/5/2018] Prapto Pujo Yuwono: Jika percakapan itu olah pikiran

Gosip itu latihan lidah

Lantas berpuisi itu apa?

[18:10, 30/5/2018] samanibadar123: Berpuisi itu expresi suara hati

[18:13, 30/5/2018] Nik Bu: Setuju Pak Sam

[18:23, 30/5/2018] Cucu Khodijah: Puisi adalah permainan kata yg indah,ungkapan hati para pujangga,buah pikiran para sastrawan

[18:25, 30/5/2018] Nik Bu: Puisi adalah sebuah pesan yang indah berbalutkan diksi yang mengandung simbol dan lambang

[18:26, 30/5/2018] Dwi Farida: Puisi adalah hasrat hati. Yang mengandung berbagai berpesan

[18:27, 30/5/2018] Ummi Azizah: Puisi adalah sebuah ungkapan keresahan hati yang tertuang melalui gaya bahasa yang penuh makna

[18:28, 30/5/2018] Dwi Farida: Puisi adalah bagian dari hidup pribadi orang. Itu sendiri d mn di dalamnya ada. Keluh kesah harapan.kebahagiaan yg semuanya itu dapat melegakan.

[18:42, 30/5/2018] samanibadar123: Kutuangkan segelas air hangat tuk padamkan dahaga raga

 

Kupanjatkan seuntai kata doa tuk sirami dahaga jiwa.

 

Kudekap kata suka cita tuk dapat kan pahala

 

Kugenggam kata rela tuk dapat kan kesabaran jiwa dan raga.

 

Kubuat semua menyapa kebesaran Nya.

[19:06, 30/5/2018] Fitria Linda: Alhamdulillah…

Untaian senadung untuk Sang Pencipta

Yang selalu turunkan air untuk pelepas dahaga

Meniupkan nafas untuk detak jantung kita

Menguntai masa untuk pertobatan manusia

 

Karena suatu saat akan tiba masanya

Semoga kita tidak hanya menjadi sahabat dan saudara di dunia

Tapi berharap kita bisa saling bertegur sapa di surga

[19:30, 30/5/2018] Padiah: 👍👍

[19:30, 30/5/2018] Diahnst: Mewakili sukacita tatkala berbuka puasa..

[19:37, 30/5/2018] Prapto Pujo Yuwono: Bakat terpendam semakin kuat hadir seiring pinta dan kesempatan

Berderet aksara berjajar rapi saling berdekatan

Berbagai makna kata terbentuk bertautan

Berbaris baris tiada saling bersikutan

Bait tersusun saling berpatutan

Berbuah syair indah jadi panutan

[20:10, 30/5/2018] Rubaidarose: Wah wah…mantapp

[20:42, 30/5/2018] Nik Bu: Cakep puisinya

[20:45, 30/5/2018] Prapto Pujo Yuwono: Terima kasih bu

[20:45, 30/5/2018] Nik Bu: Sama2 Pak

[20:47, 30/5/2018] Mimin Mintarsh: Keluarkan dong puisi cantiknya😘

[20:50, 30/5/2018] Nik Bu: Haaa, masih belum ketemu ilham Say

[20:50, 30/5/2018] Mimin Mintarsh: 😱😱🤣🤣

[20:50, 30/5/2018] Mimin Mintarsh: Biasanya jurus Puisi cantiknya selalu hadir😘😘

[20:51, 30/5/2018] Nik Bu: Iya ntar dulu hi hi😘😍

[20:51, 30/5/2018] Mimin Mintarsh: Lg sibuk bisnis yaa

[20:52, 30/5/2018] Nik Bu: Sibuk gak puguh De 😊

[20:53, 30/5/2018] Mimin Mintarsh: 😱🤣

[20:53, 30/5/2018] Mimin Mintarsh: Sama dong

[20:53, 30/5/2018] Nik Bu: Haha asyik sama

[20:53, 30/5/2018] Mimin Mintarsh: 🤣🤣🤣

[20:55, 30/5/2018] Prapto Pujo Yuwono: Patidusa (4321)

 

Makhluk ciptaan Sang Pencipta

Khalifah penghuni dunia

Insan mulia

Manusia

 

Tempatnya

Surga neraka

Pilihan akhir manusia

Karma perbuatan pria wanita

[20:55, 30/5/2018] Nik Bu: Mantap Pak Pujo 👍🏻👍🏻

[20:57, 30/5/2018] Prapto Pujo Yuwono: Di baca dari atas ke bawah atau sebaliknya tiada banyak berubah maknanya, mari sahabat berlatih olah kata

[20:58, 30/5/2018] Nik Bu: Saya lagi mati rasa 😃

[20:59, 30/5/2018] Mimin Mintarsh: 🤣🤣🤣

[21:06, 30/5/2018] Nik Bu: Sahabatku De Mimin

 

By : Nik Sumarni

 

 

Perjumpaan kala itu bagai mimpi

Kau indah, mungil, imut

Nampaknya kau juga pemalu

 

Aku yakin hatimu mulia

Bagai mutiara yg tak terjamah

Di dasar samudera

Indah sorot matamu

Aku terpana budi bahasamu

 

Aku yakin kau calon penghuni Firdaus

Pasti Tuhan sangat sayang padamu

Terlalu manis perjumpaan waktu itu

Semoga terulang kembali

Dindaku Mimin Mintarsih

[21:08, 30/5/2018] Mimin Mintarsh: Aamiin ya rabbal aalamiin😘😘

Jzkllh Khoiron katsiiroo

Semoga Alloh hadirkan bisa ketemu kembali

 

 

Aiiih saya g bisa balas dengan puisi 😘😘🙏🙏🤣🤣

[21:09, 30/5/2018] Nik Bu: Puisinya di save ya De

Dibingkai 😃

[21:11, 30/5/2018] Mimin Mintarsh: Pastinya siyaap oke😘😘

[21:12, 30/5/2018] Fitria Linda: RELUNG SANUBARI

 

Rimbun ilalang menggeliat dalam hembusan sang bayu

Lembayung rona senja menoreh dalam kanvas cakrawala sendu

Sendu menghantar waktu

Saat surya tenggelam bersama alam menyatu

 

Remuk dalam sapuan jiwa

Bergemuruh dalam geram alam mayapada

 

Jika seroja bersanding mayang

Tikam cercah jiwaku dengan Penguasa yang agung

 

Senyap alunan angin mengibas peraduan malam

Menandu kilau rembulan dalam pelukan langit kelam

 

Desir…

Menggema menggerogoti risau kerinduanku

Kerinduan yang kugores dalam sebongkah pualam rindu

Mengadu dan mengusik setiap detak sanubariku

 

Ya Allah…

Jika cinta ini menggema sampai langit sana

Ijinkan setiap nafasku membuai alunan asmaMu dengan jemari zikir doa

 

Ya Allah…

Jika lebur jagat Kau porak porandakan saat akhir masa

Cukupkan sukmaku utuh memeluk hati terukir namaMu dan asma utusanMu kan kau persatukan

 

Hening malamku…

Akan selalu kusebut namaMu…

[21:14, 30/5/2018] Nik Bu: Puisinya Joos banget 👍🏻👍🏻

[21:16, 30/5/2018] Fitria Linda: 🙏🏻🙏🏻🙏🏻☺☺☺

[21:36, 30/5/2018] Prapto Pujo Yuwono: Belum sempurna

[21:36, 30/5/2018] Prapto Pujo Yuwono: REVISI

Patidusa (4321)

 

Makhluk ciptaan Sang Pencipta

Khalifah penghuni dunia

Insan mulia

Manusia

 

Tempatnya

Surga neraka

Vonis akhir manusia

Hasil sidang pengadilan karma

[21:40, 30/5/2018] Nik Bu: 👍🏻👍🏻😊

[22:46, 30/5/2018] Fitria Linda: IKRAR CINTA

 

Kusambut kanvas cakrawala di hias warna pelagi

Membentang bagai selendang para bidadari

 

Sang pemuja telah berada di peraduannya

Memadu aksara rindu asmara

Meminang bidadari berselendang jingga

 

Cinta…

Sudah tiba di dermaga asa

Bernaung indah di tepi telaga

Membasuh gundah dan segala muram durja

Membuai bagi penikmat sucinya

 

Cinta…

Secawan rindu melepas dahaga

Yang terpasung dari emosi jiwa

Manja merayu bagi jiwa yang merana

Menyungging senyum senada dawai sang dewa

 

Cinta…

Kubaringkan keabadian tanpa raga

Menghias rumbai-rumbai surga

Yang bergelayut penuh makna

Seelok titah Sang Pencipta

 

Ikrar Cinta…

Sumpah diagungnya mayapada

Menggenggam erat seluruh rasa

Menelan getir candu asmara

 

Ikrar Cinta…

Penobat titah janji palawa

Tertulis dedaunan lontar arjuna

Bertandu elok warna kencana

Inilah singgasana megahnya

 

Ikrar cinta…

Bersemayam dalam relung dalam samudera

Begitu luas dan dalamnya

Hingga hamba mencarinya tak kuasa

Ijinkan asmara tetap memanggul keabadian

Memikul beratnya kadar kemurnian

Sehingga tak sebatas imaji kesunyian

 

 

 

Fitria Linda#30-05-2018#

[22:49, 30/5/2018] Hj Neneng Hen: Permohonan

By: hjnenenghendrayati

 

Aku bertanya pada rembulan

Tentang sebuah pertanyaan

Aku bicara pada sang awan

Tentang sebuah angan-angan dan pengharapan….

 

Angin gemersik dibalik hujan

Memberi arti dengan senyuman

Keluh kesah berkepanjangan

Berselebung…

Tertutup bersembunyi tak punya arti….

 

Aku berdiri menghitung jari

Telapak melangkah setapak

Aku berkhayal dalam kerinduan

Rinduku yang penuh arti

Bertemu sepenggal ridho Illahi

Untuk mewujudkan satu pinta

dengan kekuatan do’a…

Ya Rabb kabulkanlah….

 

SMI, 30-05-18

[22:49, 30/5/2018] Rubaidarose: 👏👏👏👏👏👏👏👏

[22:50, 30/5/2018] Rubaidarose: Tambah😊😊😊😊

[22:58, 30/5/2018] Ababnkz: Ketika kamu  memecutku dengan duri cambukmu

aku akan tersenyum menahan perihnya Ketika kamu  menorehku dengan tajam sembilumu

Aku akan tersenyum menahan sayatannya

Ketika kamu merajamku dengan hujanan batumu

aku akan tersenyum menahan lukanya

Bahkan Ketika kamu menancapkan pedangmu di ulu hatiku,  silakan lakukan saja!

Aku mau lihat sampai dimana kekejamanmu!

 

Nabire, 31 Mei 2018# 00:58WIT

[23:02, 30/5/2018] Fitria Linda: Jangan menyerah dikau saudara

Manusia bukan semuanya durjana

Jika Allah hendak merubah jiwa

Pastilah pertobatan dari segala dosa

 

Hidup janganlah hanya menerima luka

Tapi lawanlah segala dengan doa

Yakin pada yang kuasa

Akan ada perubahan yang nyata

 

 

Salam rinjani utk saudaraku di Nabire.

🙏🏻🙏🏻🙏🏻☺☺

[23:09, 30/5/2018] Ababnkz: Mulakala dari sebuah kenisbian…

[23:35, 30/5/2018] Erni Ekawati: Malam ini

 

Malam yang syahdu dan aku masih terjaga

Dalam alunan simfoni kehidupan

Tanpa hidangan ataupun segelas kopi

Entah sampai jam berapa lagi harus menemanimu

Seharusnya enak menikmati kamar begitu luas

Serasa kasur memanggil-manggil mata ini

Untuk bersua memadu kasih

Menikmati si Bintang Lima

Namun tahukah ini masih tugas

Demi mutiara yang tak pernah terlihat kilaunya

Apakah kamu akan menyerah

Setelah sampai sini dalam anyaman bingkai perjuangan

Apakah kamu rela mereka tak mendapatkan haknya

Ohhh bersabarlah dan bagilah setiap kemanfaatan darimu

Tersenyumlah dan tunjukkan kamu bisa

Merajut mimpi-mimpimu untuk memperjuangkan mereka

Anak-anak yang luar biasa

Yang dipandang dengan pandangan mata tertutup

Dibilanglah tidak waras

Ah andai mereka mau bercengkerama betapa nikmatnya hidup untukmu

😅😅😅😅😅✌

[23:36, 30/5/2018] Prapto Pujo Yuwono: Ketika kau acuhkan diriku, aku mulai menderita

Ketika kau campakkan kehadiranku, aku mulai sengsara

Sampai ketika kau diamkan aku, serasa aku kini tiada

[23:38, 30/5/2018] Cucu Khodijah: 👍👍👍

[23:40, 30/5/2018] Ababnkz: Mulakala dari sebuah kenisbian rasa

Kemunafikan itu datang

Hinadina tak lagi jadi tabu

Membuat menumpuknya sebuah kenistaan

[23:52, 30/5/2018] Prapto Pujo Yuwono: Waspada akan membawa keselamatan

Rela hati saat menerima semua ujian

Tulus ikhlas dalam setiap tindakan

Bertanggung jawab atas semua keputusan

Pribadi bijak jadikan tujuan

Selamat bertugas untukmu kawan

[00:00, 31/5/2018] Erni Ekawati: Tengkyuuu Mr Pujo🙏👍

[00:04, 31/5/2018] Prapto Pujo Yuwono: Sama” jeng

[03:50, 31/5/2018] Dedi Puisi: Selamat semua

Semua bisa

Itulah karya kita

Jangan pernah putus asa

Jangan pernah berpuas diri itu hanya sementara

Teruslah berkarya

Sampai nyawa tiada

[04:11, 31/5/2018] Rita Nurunnisa: Subhanalloh

[11:27, 31/5/2018] Nasrullah: http://mynewbiogdde.blogspot.com/2018/05/puisi_28.html

[07:37, 1/6/2018] Fitria Linda: DALAM PELUKAN IBU

 

 

Seandainya aku mengingat saat itu

Tak ingin aku membuang waktu

Merangkai hari bersama ibu

 

Seandainya aku mengingat saat itu

Kau dicipta untuk membuaiku

Bermunajad untuk halau rasa sendu

Bagi aku anakmu

 

Seandainya aku mengingat saat itu

Aku bersemayam dalam ragamu

Menahan berat beban tubuhku

Yang semakin besar dan mendesak perutmu

 

Seandainya aku mengingat saat itu

Merasakan derita melahirkanku

Menitihkan tangis bahagia melihat kemunculanku

Dan merasakan peluk pertama darimu

 

Ibu…

Bila aku mampu

Kan kuuntai kata dan jutaan ucap terima kasihku

Memelukmu selalu

Berucap maaf untukmu

 

Ibu…

Selalu kau gantung senandung doa

Sejengkal nafas agar aku bahagia

Kau selalu dan selalu menahan derita

 

Ibu…

Andai saja aku bisa

Ku gores dengan pena

Dari seluruh samudera tinta

Kan kutulis aksara di lembar muka alam semesta

 

Ibu…

Kau tertatih karena renta

Gurat keriput di ujung senja

Namun kau selalu hadirkan surya

Menjinjing surya untuk anakmu mengukir asa

 

Ibu…

Sujudku

Pelukku

Senyumku

Untukmu

 

Ya Allah…

Berikan titian mengantar surga

Untuknya yang selalu menghujani doa

 

Ya Allah…

Peluklah selalu dengan cinta

Agar ibu selalu bahagia

Dan ijinkan aku selama bernyawa

Menjaga dan menerima titah untuk membalas jasa

Walaupun sebesar gunung intan permata

Tak cukup untuk membalas seluruh bakti jiwa raga

Bagi aku anaknya

 

 

Fitria Linda#01-06-2018#

[08:32, 1/6/2018] Nik Bu: Kerren 👍🏻👍🏻

[08:34, 1/6/2018] Fitria Linda: Terima kasih Bunda 🙏🏻☺

[08:37, 1/6/2018] Nik Bu: Kembali kasih 😊

[08:39, 1/6/2018] Dedi Puisi: Elegi Senja

Tujuh tahun lamanya

Telah ditinggal ayah mertua

Ayah mertua yg bersahaja

Orangnya sederhana

Cukup lama aku mengenalnya

Sekitar delapan tahun lamanya

Ia pergi membawa duka nestapa

Bagi keluarga kami semua

Orangnya tak banyak bicara

Banyak sekali pengalaman yg ku dapatkan darinya

Entah bila

Dapat berjumpa

Semoga saja di surga

Hanya doa ku kirimkan untuknya

Tempat terbaik di surga

Tempàt terakhir kita

[08:40, 1/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Ibumu bukan ibuku

Ibuku juga bukan ibumu

Tapi kita sama sama beribu jari

Tapi kita sama sama satu ibu pertiwi

Ibu bagi anak anak negeri

[08:49, 1/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Ayah, rama, bapak, abi, papa

Alias sama semuanya

Pada akhirnya tinggal nama saja

Pada akhirnya tiada juga

Saat ini mungkin semua punya

Saat ini sebutannya berbeda

Tapi kita punya satu nama yang sama

Tapi kita berasal dari yang sama

Adam as bapak umat manusia

Asal muasal kita semua

Kecuali tiga yang tidak sama

Adam, Hawa dan Isa

[08:50, 1/6/2018] Dedi Puisi: 👍👍👍

[09:47, 1/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Selamat hari Pancasila

 

Haiku Pancasila

 

Sekarang ini

Bangga falsafah negri

Pancasilais

 

Patidusa cemara Pancasila

 

Pancasila

Pandangan hidup

Pedoman warga negara

Panutan kita rakyat Indonesia

 

Berbeda tetapi  satu jua

Bhineka tunggal ika

Semboyan bangsanya

Indonesia

[13:12, 1/6/2018] Rubaidarose: Tetap di sini bersama ambulance

 

Banyak hati yang bakal menikmati

Asiknya dalam ambulance

Biar bebas dari bahaya opname

Mari mari siapsiap di kamar emergence

 

 

 

Hahhahahaha

Buat yang hanyut

 

Ambulance siap menanti😂

[13:18, 1/6/2018] Fitria Linda: Semoga…

Kita tetap berada di bumi

Saat puisi Pak Jeng-got membuai kami

 

Ayo siap2 kuatkan kini

Agar tidak rontok dan luluh hati

Menahan derai indah puisi para sahabat sejati

 

Termasuk dikau

Wahai Kak Rose-ku

 

😍👍🏻

[13:19, 1/6/2018] Dwi Farida: Bagai panas terik matahari menjalar sampai ke muka.

Pak jenggot membawa kesejukan dalam dahaga.

Tersebar kabar berita.

Kelas puisi akan di buka.

Semua teman menyambut dengan bersuka.

Selesai lebaran itulah waktunya

 

😘😘😘

Kk ida

[13:24, 1/6/2018] Dedi Puisi: Aku hanya manusia biasa

Dengan jurusan yang tak  sama

Sewaktu di bangku kuliah zaman dahulu kala

Aku bukanlah apa-apa

Tidak punya ilmu seperti sastrawan ternama

Aku terus berkarya

Aku tak peduli orang berkata apa

Berkarya hingga nyawa tiada

Itu saja

[13:28, 1/6/2018] Dwi Farida: Selalu khan ku rindu.

Bujuk rayu untukmu sayangku.

Selalu khan ku tunggu.

Nafas hidupmu melalui alunan syairmu.

Terimalah kasih ku padamu.

 

😘😘😘

[13:35, 1/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Apalah dayaku

Aku bukan yg lalu

Asal kau tahu

Alam hatiku untukmu

[14:09, 2/6/2018] Rubaidarose: ☙🍃Rubaidarose☙🍃:

☙🍃Rubaidarose☙🍃:

💝 Tahi lalat 💝

Oleh : Rubaida Rose

 

Hitam pekat

Bulat memikat

Merekat di tempat berpusat

Kadang berderet, berserak, dan rapat

 

Mencatut

Asal muasal tahi lalat

Menyergap belasan tempat

Sebagai  isyarat cerminan sifatsifat

 

 

Bersikut

Di atas  mulut, tumit dan perut

Mematri pasti mengikat erat

Tak mampu menyulut

menahan rasa menyerat hebat

 

 

Tahi lalat

Mendera penuh tanda tanya

Terkadang merengut jiwa tanpa katakata

 

Segera meredam asa

Melerai  tandatandà dihitam pekat merona

Nervus pigmentosus

Dokter menyapanya

 

 

Kuansing.01062018

[15:12, 2/6/2018] Fitria Linda: PARA ARJUNA DI ANTARA SRIKANDI PENCIPTA AKSARA

 

Gegayuh kami sama

Melangkahkan kaki merangkai mimpi

Mencari berkah di ladang ibadah

Mengenadah tangan menanti ilmu tiada gundah

 

Gurindam ini bukan hanya sebuah elegi

Bukan pula sebuah intuisi

Tapi kami di sini berikhrar janji

Mengais ilmu yang akan kita dapati

 

Aksara kami adalah percikan jiwa

Jiwa seorang pengabdi aksara

Diantara jutaan bahkan milyaran manusia

Yang hanya diam tak melahirkan karya

 

Kami para arjuna…

Perbusur kertas beranak panah pena

Hendak kutembus cakrawala

Hingga jauh di seluruh penjuru dunia

 

Kami para srikandi

Dengan tekad dan berani

Menggurat pena sebagai panah kami

Siap melintasi seluruh negeri

 

Kami berikhrar janji

Sebagai para putra putri pertiwi

Tidak hanya berpuas hati

Sampai kutorehkan pena emas atas nama kami

 

 

Fitria Linda#02-06-2018#

[15:41, 2/6/2018] Dwi Farida: Aku di sini hanya menyapa.Hai adik comel yang aku suka.Selalu berhayal tiada tara.tentang indahnya dunia.Adik comel yang aku suka .Selalu belajar tentang bahasa cinta.Dan kakak ida pendukungnya.😘😘😘

[15:44, 2/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Aselole

[15:46, 2/6/2018] Dwi Farida: Berkerudung menambah cantik parasmu.

Gincu merah merona menghiasi senyum manismu.

Suka beecelotek itulah dirimu.

Si comel cantik. Orang memanggilmu.

 

KICSM..😘😘😘

[16:26, 2/6/2018] Dwi Farida: Mr Dedi..

Ki pujo jeng..got

Kalian satria perkasa.

Yang mengusung aksara menjadi bermakna.

Dan kami pun terkesima.

Trimakasih tak terhingga.

Dari kami semua untuk sobat berdua.

 

😊😊😊🙏

[16:29, 2/6/2018] Cucu Khodijah: Sapa hangat menyertai parasmu

Semakin besar hasrat mengenalmu

Jumpa daratpun kuharap selalu

Semoga tuhan mengabulkan doaku

[16:29, 2/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Tiada kata terangkai sempurna

Tiada bait tersusun rata

Tiada syair hadir tercipta

Tanpa restu sahabat semua

[16:33, 2/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Aduhai srikandi pujaan hati

Asa menanti sepanjang hari

Akan kusemai cinta di hati

Aku pertahankan sampai mati

[16:36, 2/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Senyum manismu mengundang jiwa

Selalu terbayang di kala senja

Sembari sembahyang aku meminta

Segenap hati aku memuja

[16:38, 2/6/2018] Cucu Khodijah: Waaaaww…..rayuan mulai menggoyang pena

Membuat hati terbawa suasana

Entah mengapa hati terasa

Bagai melayang ke udara

 

 

 

#baper

[16:41, 2/6/2018] Dwi Farida: Bagai menari nari di taman bunga.

Bekejar kejaran bermain bersama.

Sungguh indah di pandang mata.

Pesona teman teman menyejukan jiwa.

Walau hanya melalui goresan pena.

[16:44, 2/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Kemilau batu permata jingga

Kerling matamu sungguh mengoda

Ketika rindu makin mendera

Kutatap fotomu duhai adinda

[16:48, 2/6/2018] Erni Ekawati: Semoga ada takdir pertemukan kita

Bertatap muka dihiasi canda tawa

Sungguh aku terkesima Bunda pemupuk cinta

Bersegeralah waktu hingga sampai padanya

😍😍😍😘😘😘

[16:52, 2/6/2018] Dwi Farida: Pastilah mimpi akan terjadi.

Bila sang Ilahi meridhoi.

Jangan kecilkan hati.

Akan ada waktunya nanti.

Saling bertemu berseri seri.

Ungkapkan segala cerita di hati.

[17:15, 2/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Debar hati ingin bersua

Derita hasrat untuk bercerita

Di bawah sinar bulan purnama

Dendangkan syair penuh pesona

[17:25, 2/6/2018] Erni Ekawati: Sahabat sang penyair

Semoga sakitmu lekas sembuh

Hingga engkau kembali pada kami

Dendangkan puisi hati lewat aksara

Pembangkit penyemangat

Semoga Allah lekas angkat penyakitmu

Sehingga timbul wajah berseri

Sembuhnya sahabat kami nantikan

[17:25, 2/6/2018] Dedi Puisi: Sakit

Di seluruh tubuh ini

Di musim hujan tahun ini

Aku pasrah pada Illahi

Waktu istirahat perlu ku miliki

Dari rutinitas harian yg tak pernah berhenti

Tapi aku tak pernah berhenti menulis puisi ini

Hingga ajal menjemput diri yg hina ini

[17:48, 2/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Kepala 5 baru kulewati

Kerudung pun mulai berganti

Kelopak mata tak terhiasi

Kulit muka tak lagi berseri

Kecantikanku kini terhenti

[17:55, 2/6/2018] Dedi Puisi: Sakit kepala

Sakit influenza

Sakit batuk tak terkira

Sakit perut juga sama

Sakit seluruh badan tiada beda

Sakit ini reda entah bila

Hanya Allah saja obatnya

Hanya satu tiada dua

Penghapus dosa2 hamba

Sejak dulu hingga hari ini tetap ada

Ku pasrahkan diri pada Allah yg esa

[18:00, 2/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: SAKIT

S erasa raga lara

A lamat datang derita

K eluh kesah mendera

I nginkan sehat segera

T erapi saja ke dokter cinta

[18:03, 2/6/2018] Dedi Puisi: Rangkaian kata

Pengobat derita

Dari sang pujangga

Menyapa saudara di ujung nusa

Walau tak dapat bertemu muka

Semoga lekas sembuh kiranya

Terima kasih yg tak terhingga

Doa dari seluruh sahabat guru Indonesia

[18:21, 2/6/2018] Dwi Farida: Inilah rinduku.

Kepadamu.

Adik sayangku.

Pautan hatiku.

Seraya bertambah gairah hidupku.

Alunkan puisi untukmu.

Sebagai penawar rindu.

Kelak kita khan bertemu.

Dalam nuansa syadu.

Teruslah merindu.

Akan daku.

Kakakmu.

 

KICSM😘😘😘😘

[19:44, 2/6/2018] Eulis: Cucok pk pujo👍👍😄😄

[22:24, 2/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Back

[23:43, 2/6/2018] Fitria Linda: TERPEJAM

 

Kurebah raga tak bertingkah

Penat yang menjamu tak berkilah

Kuletakkan jiwa dari segalanya

Dari hiruk pikuk rona dunia

 

Kucoba terpejam netra

Menghembus nafas datar bernada

 

Lelah…

Tungkai kaki serasa lemah

Sendi-sendi seakan letih

Sepanjang hari bergulat waktu

Seakan waktu tak hentikan itu

Hingga diri lupa akan sesuatu

 

Surau itu memanggil jelang diujung senja

Mengingatkan untuk menepis raga

Dari segala beban dosa

 

Andai saja…

Kita mampu rajut keabadian

Tentu manusia sang abdi keserakahan

Memporak-poranda kehidupan fana

Yang hanya berhias maya

 

Andai saja…

Tak kita lupakan sesaat saja

Siapa pemberi detak di dada

Menyulam urat dan nadi raga

Mengalirkan warna merah menghembuskan nyawa

 

Andai saja…

Seluruh umatNya bijaksana

Membagi waktu yang sudah ada

Untuk ibadah dan mengais pahala

Agar hidup tidaklah sia-sia

 

Cukup empat yang ditanya

Jabatanmu untuk meraup apa?

Hartamu kau gunakan di jalan mana?

Waktumu kau habiskan untuk mengapa?

Umurmu kau sisakan apa kau buat bijaksana

 

Terpejam…

Renungkan lebih dalam

Sebelum bumi siap menelan

Dan tertutup keridhoan Tuhan

 

Terpejam…

Hitung segala dengan rinci

Sebelum kita sudah tak percaya mimpi

Karena kita sudah tak ada di sini

Telah terbenam dan sepi

Mari kita kuatkan imani

Dari renggut dunia yang tak manusiawi

 

 

Selamat Malam Sahabatku

Mari renungkan hari ini

Sebelum detik berganti

Agar kita tak menyesal nanti

 

 

 

Fitria Linda#02~06~2018#

[00:16, 3/6/2018] Fitria Linda: KAU KARAM ASA

 

 

Bingkai itu bukan milikmu

Miris aku melihatmu di situ

Kisah akhirmu hanya itu

Sampai kau lupa siapa penciptamu

 

Asa itu bukan benda mati

Yang senantiasa mudah kau beli

Atau merengek meminta pada mami

 

Hentikan itu Nak…

Andai engkau tau

Ucapan apa yang akan kau pertangggung jawabkan

Saat malaikat menanyakan

 

Sadarlah Nak…

Ini bukan tentangmu atau harapan ayah ibu

Karena kesuksesanmu bukanlah nomor satu

Tapi kuatkan akidahmu

Menahan getir racun dunia

Yang membuatmu ikut korbankan nyawa

 

Kumohon Nak…

Jangan lakukan itu

Ayah ibu hanya berharap sesuatu

Kebahagian bukan hanya cuma itu

Berukir prestasi yang bergelut tak menentu

 

Marilah peluk ayah ibu

Tanya apa yang engkau mau

Kami sudah lama berbicara ini itu

Dan merenggut segala keinginanmu

Saatnya ayah ibu mendengar kamu

Mendengar keinginan dari dalamnya kalbu

Hingga hilangkan depresimu

Hancurkan semua tekanan batinmu

 

Ya Nak…

Berbicaralah…

Ayah ibu sudah tahu itu

Dirimu bukan boneka milik ayah ibu

Dirimu adalah dirimu

Ukir segala yang kau mau

Tapi tolong jangan lupakan sesuatu

Yaitu kuatkan akhlak dan imanmu

 

 

(Saya dedikasikan puisi dari peristiwa bunuh diri di Kabupaten saya yaitu dua orang anak yang meregang nyawa diikat tali gantung diri.)

 

Astaghfirullah…

Astaghfirullah…

Astaghfirullahalazim…

 

 

Fitria Linda_02*06*2018

[10:26, 3/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: ULTAH “575”

 

Di akhir pekan

Meniup nyala lilin

Dirgahayu jeng

[10:27, 3/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Pas ada Muach”, aku lewat. Hehehehehehe

[10:28, 3/6/2018] Erni Ekawati: 🎂🎂🎂 tengkyuuu Mr😃

[10:28, 3/6/2018] Erni Ekawati: Hehehehe

[10:29, 3/6/2018] Erni Ekawati: “575”???

[10:29, 3/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Kunci, haiku.

[10:30, 3/6/2018] Erni Ekawati: Oghhhh

Password nya

Dari kemarin bingung “575” itu apa ternyata kunci😁

[10:30, 3/6/2018] Dedi Puisi: Memandang fotomu

Memandang wajahmu

Mengingat dirimu

Mengingat kisahmu

Mengenang kasih sayangmu

Begitu tulus ibu

[10:33, 3/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Jumlah suku kata tiap baris

[10:37, 3/6/2018] Erni Ekawati: Ga gedhok kuping🤭

[11:27, 3/6/2018] Dedi Puisi: SEBELUM DAN SESUDAH

Menulislah engkau

Sebelum engkau tak bisa lagi menulis

Membacalah engkau

Sebelum engkau tak bisa lagi membaca

Mendengarlah engkau

Sebelum engkau tak bisa lagi mendengar

Berbicaralah engkau

Sebelum engkau tak bisa lagi berbicara

Karimun,03062018

Pukul 11.28 wib

[11:58, 3/6/2018] Eulis: Barokallah neng smg semua impiannya bisa tercapai aamiin

[12:10, 3/6/2018] Erni Ekawati: Aamiin aamiin aamiin Yaa Allah Yaa Rabbal’aalamiin 😘 terimakasih bunda Elis😍😍😍😘😘😘

[12:11, 3/6/2018] Fitria Linda: Trakkktiiirrr Donk…yg lagi ultah sambil bukber…👏🏻👏🏻👏🏻🤪🤪😍😍😍

[12:16, 3/6/2018] Erni Ekawati: Hehehehe😍😍😍

[12:19, 3/6/2018] Fitria Linda: Ya sudah deh…

 

Cukup senyummu luluhkan hatiku…😃☺

[12:20, 3/6/2018] Erni Ekawati: 😘😘😘

[12:29, 3/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: SESAL

Karya : Pujo jenggot

 

Sedih

Mengapa mulutku tak terkontrol

Meski sekadar terucap kata hambar

Serasa lenyap seketika tanpa kuduga

Senyum manis berubah muka masam

 

Luka

Mungkin kataku membuatmu terluka

Luka batin seorang wanita

Menu istimewa tercemar saat berbuka

Sungguh engkau sangat berduka

 

Sesak

Selera hilang suasana pun rusak

Terdiam tanpa berkata  kata

Tersudut di bangku pojok

Termanggu sambil membisu

 

Sakit

Jiwa tergores tanpa sengaja

Batin merintih tiada terkira

Pikiran melayang entah kemana

 

Maaf

Hanya ini yang mampu kuucap

Hapuslah rasa sedihmu sayang

Hambar, bukan maksudku mencela masakanmu

Hanya lidahku terlampau jujur saja sayang

Hilangkan asam raut mukamu sayang

Hentikan rasa kesalmu bersandarlah padaku sayang

Hatiku selalu abadi untukmu

Hari tuaku juga untuk bersamamu

 

Probolinggo, 3-06-2018

[12:30, 3/6/2018] Dedi Puisi: 👍👍👍👍

[12:30, 3/6/2018] Erni Ekawati: 👏👏👏👏👏👍

[13:08, 3/6/2018] Dedi Puisi: Dedi Wahyudi:

Ku hanya bisa menginsprasi

Sesama insani

Untuk saling berbagi dan bersilaturahmi

Agar lekas datangnya rezeki

Agar diperpanjang umur insani

Untuk seluruh pelosok negeri

Mari menulis puisi

Buktikan setiap diri

Punya potensi

Jadikan dgn karya tulis sendiri

Sebagai warisan utk anak dan cucu serta cicit kita nanti

Sebelum pulang menghadap Illahi Robbi

[13:28, 3/6/2018] Rubaidarose: Mau ambulance‼

 

Siap membantu😊

[13:30, 3/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Yang mana mau di terapi

[13:30, 3/6/2018] Rubaidarose: Yang lagi sedih

Kesal

Atau

Keluhan lain

[13:31, 3/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Giliran kesuntik dong

[13:31, 3/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Hahahaha

[13:31, 3/6/2018] Rubaidarose: Iya obatnya…lanjutkan

[13:32, 3/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Back

[13:57, 3/6/2018] Khadijah: 👍👍👍🤧

[14:09, 3/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Pengalaman ya bu

[14:12, 3/6/2018] Rubaidarose: Dia lagi

Oleh Rubaida Rose

 

Ingin berlari

Membungkus tipis jeritan hati

Tak nyaman itu membaring lemah menatap penuh arti

Muntah berdarah serasa mati

Melumat halus getir sinergi

Menyisisri jalan berlubang penuh duri

Hati itu penuh misteri

Jika boleh janganlah menarinari

Sisa waktu mu hampir tak ku kenali

Melintas di atas lukisan bergerigi

Meleoleo unjuk gigi

Hebatlah hai diri

Mengumbar kreasi membunuh mimpi

Jika kau punya nyali

Aku siap di sini

Menemani

Sampai hati mu itu mengerti

Bahwa rasa iri mencurangi

 

 

Kuansing,03052018

[14:16, 3/6/2018] Fitria Linda: Kak Rosss….

 

Jangan hanya bergusar hati

Karena waktu tak akan berhenti

Mari semangat meniti hari

Sampai kita kenyam asa dan kita nikmati

 

 

🚑🚑🚑🚑… ui… ui… ui…

[14:20, 3/6/2018] Fitria Linda: Suami bukan bak seorang raja

Yang berharap istri siap sedia melayaninya

Seandainya semua suami lebih peka

Akan perannya sebagai tulang rusuknya

 

 

Pak Jenggot

Jangan bermuram durja

Karena sang istri ingin merajuk rasa

Bersama suami yang selalu setia

 

 

👍🏻👍🏻😃😃

[14:29, 3/6/2018] Rubaidarose: Pulantung

Oleh Rubaida Rose

 

Rumah antahberantah berkabung

Memulai muncul kekang mengekang

 

Tak butuh wajah ku diukir penuh bintang

Sederhana itu lebih gemilang

 

Tak butuh pemerah buatan tukang

Sejak kemarau aku telah  hengkang

 

Apalagi yang membuatmu semakin curang

Mencaricari alasan dalam  berkubang

 

Pandai sungguh diraja datang

Membawa petuah tak pernah lekang

 

Jika ada memang harus ada perang

Pena ku udah siapsiap terbang melayang

 

Bukan hanya sekedar bualan hai pulan jalang

 

Pasti datang

Bau busuk bangkai di kerumuni lalat belatung

 

Apakah

Hanya bisa mematung

Saat nya anjing melolong

 

Meski tak lagi tertolong

Long

Long

 

 

Kuansing,03052018

[14:30, 3/6/2018] Rubaidarose: Pengen masuk ambulance

 

Ninut ninut

Datangggg

Lahhh

Ambulance sayanggg

[14:35, 3/6/2018] +62 813-3399-9975: 🔥

Waouw … !

Pengen deh bisa nulis spt tu

[14:45, 3/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Sabar

Karya : Pujo jenggot

 

Lima aksara sakti

Berfungsi kala hati gundah gulana

Terasa sejuk nyaman di jiwa

 

Sebentar

Bukan menunda demi usia

Bukan pula karna menumpuk harta

Tak lebih karena masa belum saatnya

Tak lebih karena belum pada takdirnya

 

Takut

Apakah berani jika semua harus hancur

Apakah ragu jika harus terbujur

Bukan itu yang kutakutkan

Bukan pula keranda kematian

 

Sabar

S emua pasti terjadi

A da saatnya berhenti

B ersama berkat illahi

A da mukjijat terjadi

R encana dari Robul izati

 

Probolinggo, 3-6-2018

[14:47, 3/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Maaf, ban ambulance kempos

[14:54, 3/6/2018] Rubaidarose: Ayuuk terbangkan penanya

Berdiam saja tak memberi makna

Melangkahlah penuh ceria

Merangkai aksara

Berbagi asa

Tanpa kata hela

[14:57, 3/6/2018] Prapto Pujo Yuwono: Canva mania

[15:00, 3/6/2018] +62 813-3399-9975: Penaku belum lagi bersayap

Sekali gores sudahlah ujarku lenyap

Pada pinsil usanglah kutaruh harap

Namun diamnyapun menetap

 

 

Cieee….

Gitu tah caranya?

[15:05, 3/6/2018] Rubaidarose: Keren…aku rela berbagi sayap asal dirimu tak lagi tiarap

Merayap dalam gelap

Jemputlah sayap di atas atap

Telah ku lebarkan segera lah sebelum lelap

Ada banyak pilihan buat sayap

Sayap ayam untuk di lalap

Sayap lalat untuk cicak yang lahap

Hap

Hap

Apa kata pak lahap

😂😂😂💝

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *