KEMAMPUAN BERSIKAP DAN BERFIKIR DEWASA

sahabatgurusuperindonesia.com ~ ~ ~ Kemampuan Bersikap dan Berpikir Dewasa

 

Rasanya perlu kita memahami bagaimanakah sikap dan berpikir dewasa itu, jangan sampai dicap seperti kekanak-kanakan. Sangat kurang pantas jika hal tersebut disampaikan pada kita yang notabene sebagai orang tua, karyawan, pedagan atau bahkan guru yang tentu menjadi panutan.  Kemampuan bersikap dewasa lahir dari pribadi kita masing-masing, hal ini tidak terpaku pada berapa usia kita. Dalam kehidupan nyata , adakalanya usia sudah cukup tua namun belum matang dalam berpikir, ada juga usia masih muda mamun cukup matang dalam berpikir.

Orang yang berpikirnya dewasa pasti akan mengambil tanggung jawabnya secara penuh, tidak memaksakan kehendak, menjauhi perbuatan yang merugikan baik untuk diri maupun yang lainnya, mengedepankan kejujuran, dan mampu bertindak mengikuti pikiran yang baik.

Salah satu bentuk kedewasaan yang bisa kita rasakan adalah mau menerima nasihat baik, jika salah mau diingatkan dan diberitahu yang baik, dan mau menerima pendapat orang lain agar dirinya menjadi lebih baik atau melakukan hal yang benar, tidak keras kepala, bebal dan keras hati, hanya memikirkan keinginannya saja tidak peduli dengan nasehat yang baik padahal apa yang dilakukan sudah jelas-jelas salah.

Pengalaman tentu akan sangat mempengaruhi kedewasaan seseorang. Karena lingkungan ikut membentuknya maka tentu pada lingkunagn yang bagaimana seseorang akan terbentuk sikap kedewasaannya.

Pribadi yang dewasa akan mudah untuk diajak berdiskusi, dealing untuk suatu hal, dan juga mudah untuk diajak menyelesaikan masalah yang ada juga pasti mudah. Mari kita simak statement berikut ini, “Sesuatu yg positif jika diselesaikan dengan cara berpikir negatif maka hasilnya NEGATIF, sebaliknya sesuatu yg negatif jika diselesaikan dengan sudut pandang positif maka hasilnya akan POSITIF”. Mulai dari sini, milikilah sudut pandang yang POSITIF.

Satu pengalaman tentang memahami diri agar menjadi lebih dewasa adalah dengan cara sebagai berikut.

  • Jika kita kurang sabar maka mendekat dan bergaul dengan orang-orang yang lebih sabar.
  • Jika kita egois maka bergaul dengan orang-orang yang lebih toleran
  • Jika kita senang berfikir negative maka bergaulah dengan orang-orang yang mengedepankan positip, begitu seterusnya. Peluapan emosi negatif masih bisa dilakukan dengan cara yang lebih baik. Contohnya, ambil sikap duduk, meninggalkan tempat masalah berada, atau bernafas panjang dan lain-lain. Cara yang termudah agar tidak termakan emosi negatif adalah senyum saja dengan masalah yang ada.  Kita mesti paham bahwa semua tidak ada yang permanen, perubahan bisa saja terjadi sewaktu-waktu maka tetaplah bergaul dengan orang-orang baik agar kita tetap menjadi baik.

Langkah pertama untuk belajar menjadi dewasa adalah dengan berusaha memiliki pemahaman diri yang baik. Menahan diri adalah salah satu hal paling bagus yang bisa dilakukan oleh kita.  Orang yang dewasa bisa menahan hal-hal yang tidak baik dari dirinya keluar dan merugikan sekitarnya. Sebaliknya bisa hanya memunculkan yang baik dari dirinya saja dan itu juga baik untuk sekitarnya. Banyaklah belajar menahan diri dari segala sesuatu yang sumbernya dari hawa nafsu kita karena itu pasti negatif.

Mempunyai kemampuan meredam dan memanagemen ego dalam banyak hal sebenarnya menyadari hal-hal yang harus disadarinya. Sering terjadi yang menghambat dan membuat segala sesuatu semakin buruk adalah ego.

“Ego adalah faktor penghambat terbesar untuk kita menjadi dewasa. Kedewasaan dan ego adalah musuh bebuyutan. Selama kita belum bisa meredam dan memanage ego dengan baik, kita belum akan bisa menjadi dewasa”.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *