JANGAN TAKUT RISIKO

sahabatgurusuperindonesia.com ~ ~ ~ Jangan Takut Risiko

Berbicara risiko, hampir semua kita akan mengatakan ‘Emoh ah’. Banyak di antara kita tidak ingin terlibat di dalamnya. Padahal semua kita semestinya bersikap positif dalam menghadapi setiap risiko.

Ketahuilah bahwa hasrat berada di posisi yang aman membuat nyali dan jiwa kita bisa jadi terdorong untuk menghindari berbagai kemungkinan yang bisa mempersulit diri. Mempertahankan zona nyaman sering membuat kita pada ketertinggalan karena zona aman adalah zona di mana kita tidak mau ribet, tidak mau mencoba yang baru, atau tak mau menerima tantangan.

Menurut banyak pendapat awam, resiko bukanlah sesuatu yang disenangi oleh banyak orang dan kalau bisa sebaiknya kita hindari jauh-jauh. Benarkah demikian? Lebih lanjut mereka berargumen bahwa menempuh risiko sama halnya dengan mempertaruhkan diri ke dalam lubang yang mencelakakan diri bagi kebanyakan orang.

  • Pak Mustafa : “Betul Pak, bahkan seringkali resiko itu dihindari namun sebaiknya kita bisa memilah dan memilih bagaimana upaya untuk meminimalisasi resiko untuk mencapai suatu tujuan asal tidak menghalalkan segala cara.”
  • Bu Fitriany : “Orang yang tak mau menerima resiko merupakan orang yang tidak mau maju. Padahal di balik resiko ada manfaat, di balik kesulitan ada kemudahan. Jadi, teringat materi Pak Riswanto tentang PETANI DAN BATU BESAR.”
  • Bpk Sam Badar : “Ok, jika ingin menjadi manusia unggul kita harus mampu berhadapan dengan RISIKO, apapun bentuk dan ukurannya.”
  • Pak Mustafa : “Suatu keniscayaan, setiap langka, setiap perubahan, dan setiap aktivitas akan menemukan resiko, tinggal bagaimana kita menghadapinya. Mungkin seperti itu pak Sam.”
  • Bu Fitriany : “Setuju seperti pendapat Pak Mustafa, resiko itu dipilah-pilah, mana yang bisa dihadapi, mana yang tidak. Dipikirkan dulu manfaat dan mudaratnya. Itu pendapat saya, Pak Sam.”
  • Bpk Sam Badar : “Kita harus melepaskan hasrat mencari rasa aman dan berani menghadapi kesulitan hidup dengan rasa ikhlas. Dan dengan cara yang baik, ini menurut bahasanya mas Mustafa Kamal. Bahwa resiko itu selalu bergelanyut dengan kita pada setiap aktivitas kita.”

Untuk menjadi manusia unggul maka mental dan fisik harus terlatih. Hal tersebut bisa ditempa dengan menghadapi setiap tantangan dalam kehidupan ini. Bagaimana dan seperti apa tantangan yang dihadapi para sahabat, dan pernah dapatkan atau lakukan? Jika kita hanya bermain pada posisi aman berarti kita menekan kekuatan hidup kita dan membiarkan talenta yang kita miliki mati. Tentu kita sayangkan, jika hal ini terjadi pada diri kita. Bagaimana pandangan ini menurut sahabat dahsyat?

  • Pak Mustafa : “Pengalaman saya Pak. Dengan menanamkan percaya diri dan niat untuk berbagi pengalaman bertindak sebagai fasilitator itu nyaman, tapi tidak untuk menggurui karena peserta pun memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berbeda. Satu hal yang saya tanamkan bagaimana audience (peserta) tidak tersinggung. Jadi ketika saya menjadi fasilitator maka waktu tepat (menurut saya) untuk berbagi dan menerima pendapat, pengalaman, dan pengetahuan.
  • Bpk Sam Badar : “Pak Mustafa bijak sekali dan saya sangat setuju kita menganut hikmah, “Orang luar biasa adalah orang yang menganggap siapapun di depan kita orang istimewa”. Kita memang unik, jadi betul sekali jangan pernah menggurui karena di depan kita juga orang-orang hebat.”
  • Bu Fitriany : “Ada tambahan pendapat Pak, yaitu dari segi ILMU GENETIKA. Bahwa produksi (bisa manusia, hewan, tumbuhan) dipengaruhi oleh GENETIK dan LINGKUNGAN. Potensi produksi tersebut akan maksimum memang karena genetiknya sudah begitu. Namun bila tidak pandai mengakomodir lingkungan maka potensi produksi maksimal tidak akan tercapai. Mengakomodir lingkungan, salah satunya menerima masukan/kritik membangun dari teman/rekan sejawat/masyarakat, bahkan anak kecil sekalipun, atau belajar dari musuh sekalipun. Itu pendapat saya Pak Sam.”
  • Bpk Sam Badar : “Memperkuat pandangan bu Fitri dan para sahabat bahwa dalam kenyataannya alam semesta ini senantiasa mendorong kita untuk berusaha, berkembang dan menjadi luar biasa. Itu semua diawali dari lingkungan terdekat kita. Tidak ada pekerjaan tanpa risiko karena kenyataannya adalah demikian. Bermain seaman apapun tetap akan ada masalah yang timbul. Sehubungan dengan resiko dalam mencapai suatu tujuan. Bagaimana mengubah mindset supaya resiko tersebut menjadi peluang atau bahkan kekuatan untuk beraktivitas? Hukum kehidupan sepertinya memang membuat kita harus lebih waspada. Ada jebakan yang harus kita ketahui. Kapan kita harus melompat jika melewati lubang, kapan kita harus berhenti dan melihat ke belakang. Resiko selalu ada di setiap sudut kehidupan. Resiko yang muncul adalah bagian dari perjalanan kita. Hal yang penting adalah bagaimana kita bisa memindset risiko yang ada dengan arif dan bijak. Perahu besar (kapal) dibuat bukan untuk disandarkan di dermaga (untuk aman) tapi harus mampu memecah gelombang yang dahsyat di samudera luas (kendati pun tidak dengan kesombongan). Namun, ada orang mengalami namun tidak berpengalaman. Mengapa tidak berpengalaman? Karena ia tidak pernah mengkajinya.

Hikmah, “Jika hanya sebagai rumput kita tidak akan merasakan tekanan angin yang besar. Namun, Pohon besarlah yang terlebih dahulu dilihat orang, pohon besarlah tempat orang lain berteduh, pohon besarlah yang sering dibicarakan orang. Pohon besar kelihatan gagah dan kuat. Sedangkan rumput kecil hanyalah rumput”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *