TEMUKAN KEKUATAN LUAR BIASA DARI DALAM DIRI BUKAN DARI LUAR

sahabatgurusuperindonesia.com ~ ~ ~ Temukan kekuatan luar biasa dari dalam bukan dari luar

 

Satu refleksi yang harus kita pahami dengan sungguh-sungguh, banyak di antara kita yang justru kurang yakin dengan kekuatan dirinya sendiri.

Tidak sedikit diantara kita mencari kedamaian dan keamanan pada orang lain bukan pada dirinya. Hal demikian jika dilakukan maka hasilnya tentu sia-sia. Kita mesti memahami bahwa kita berbeda dengan yang lainnya.

Satu contoh yang mudah dicerna, ketika kita haus, kemudian kita melihat orang lain sedang minum, akankah haus kita hilang?. Contoh nyata ini mesti dijadikan kekuatan diri kita bahwa kita tidak sama dengan yang lainnya. Sesuatu yang kita perlukan adalah kita harus memiliki keyakinan dan kepercayaan pada diri sendiri dan pada kemampuan kita untuk mengatasi keadaan yang sedang kita hadapi. Kita juga harus menyadari bahwa apapun yang terjadi pada diri kita adalah sebuah akibat yang kita pilih sendiri. Melihat ke dalam jauh lebih penting terhadap kejadian apapun daripada melihat ke luar. Sebab kita sesungguhnya adalah aktornya. Kita harus terus menerus menanamkan benih dengan pemikiran kita yang pada gilirannya akan tumbuh dari dalam diri kita bukan dari orang lain.

Betul, ada kalanya kita perlu dorongan orang-orang dekat kita, sekalipun itu bukan hal besar. Aristoteles berkata, “Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang, karena itu keunggulan bukanlah sesuatu perbuatan melainkan kebiasaan.”

Jangan pernah menunggu sesuatu yang akan terjadi karena hal ini adalah cara hidup yang salah. Sesungguhnya nampak jelas kekuatan yang ada pada diri kita namun terkadang tidak diasah. Seperti pendapat aristoteles bahwa “keunggulan adalah sesuatu kebiasaan.” Sesuatu yang kita suka mengerjakannya itu sebenarnya salah satu pengembangan potensi dahsyat yang ada pada diri kita.

Satu statemen sebagai refleksi diri kita bahwa orang yang tidak memiliki tujuan hidup atau gagal menemukan tujuan hidupnya maka termasuk orang yang telah melakukan perbuatan yang sangat merugikan dirinya sendiri.

Kekuatan adalah potensi yang bisa jadi terpendam yang semestinya kita keluarkan dan dijadikan sumber kita untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik. Masing-masing dari kita mungkin ada yang punya tujuan sama tapi yang jelas kita adalah individu yang unik dan berbeda. Kita terkadang mempolitisir statemen tersebut. Kita belum maksimal berbuat tapi terkadang kita sudah merasa maksimal. Semestinya kita berbuat maksimal dulu baru berpasrah, itu lebih bijak.

Secara bawaan, kita memiliki keyakinan dan kepercayaan yang sama dengan orang lain, bedanya kita mungkin belum mengembangkannya. Cara kita menemukan potensi diri adalah dengan melihat dengan seksama potensi yang kita miliki. Terus latihlah dan jadikan kebiasaan keseharian maka dengan sendirinya potensi itu muncul dan menjadi dahsyat. Rasanya tidak berlebihan jika kita mau belajar agar kita menjadi orang yang terbuka. 7 kebiasaan tertinggi dari Steven Cofey perlu dijadikan contoh utuk kita kerjakan.

  1. Be proactive (sadar menjadi pribadi yang lebih legowo terhadap sesuatu yang terjadi)
  2. Begin with the end in mind (jika saja kita sadar bahwa apa yang kita perbuat akan ada dampaknya, maka kita pasti akan berhati-hati dalam melakukan sesuatu). Orang bijak pasti berpikir dampaknya.
  3. Put first thing first (ada skala prioritas yang mana yang harus didahulukan. Setiap pekerjaan mestinya diatur sedemikian rupa sehingga akan menghasilkan yang maksimal.)
  4. Think win-win (kita sebagai orang yang berpikir dewasa harus terus mengedepankan hal yang saling menguntungkan. Jangan berbuar curang.)
  5. Seek first to understand, then be undertood (Carilah hal-hal yang perlu kita pahami baru dimengerti. Hal ini sungguh akan membuat kita bisa menentukan arah kebijakan kita selanjutnya.)
  6. Synergize (Bersinergi dengan siapapun terhadap pekerjaan apapun, saling mendukung harus diutamakan bukan sebaliknya saling mencaci.)
  7. Sharpen the saw (Terus dan terus belajar mengasah diri kita menjadi lebih tajam ilmunya) .

 Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang, karena itu keunggulan bukanlah sesuatu perbuatan melainkan kebiasaan.”. Aristoteles

Visit/Kunjungi : you tube : sam badar

Visit : My Blog : sambadar65-qlm.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *